Piala Presiden 2026: Tavares Ingatkan Persebaya Jelang Duel Penentu Lawan Port FC

Persebaya sudah ke semifinal Piala Presiden 2026, tapi mengejar puncak Grup B saat menjamu Port FC. Tavares mewanti-wanti timnya dan menyoroti fokus pemulihan.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Surabaya - Persebaya Surabaya sudah memastikan tiket ke semifinal Piala Presiden 2026, tetapi tetap mengincar hasil maksimal saat menjamu Port FC dalam laga penentu juara Grup B.

Pertandingan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026).

Duel ini mempertemukan dua tim yang tampil impresif dan akan menentukan siapa yang menutup fase grup sebagai pemuncak.

Duel Penentu di Gelora Bung Tomo

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mewanti-wanti timnya agar tetap fokus dan tidak menganggap lawan enteng. Ia menilai Port FC memiliki kualitas yang patut diwaspadai.

"Mengenai pertandingan berikutnya, kami akan bermain melawan Port FC yang merupakan tim bagus. Kami perlu menganalisis mereka," ujar Tavares.

Laga ini diprediksi berlangsung sengit mengingat performa kedua tim sepanjang fase grup.

Fokus Pemulihan dan Uji Peran Pemain

Pelatih asal Portugal itu juga menyinggung pendekatan pramusim timnya dalam menghadapi partai penentuan tersebut.

"Ini akan menjadi pertandingan sengit untuk menentukan posisi pertama atau kedua. Namun, kami perlu menghadapinya dengan pemikiran bahwa ini adalah masa pramusim. Kami ingin melihat beberapa pemain, mungkin di posisi yang berbeda," imbuh pelatih asal Portugal itu.

Tavares mengakui jadwal yang padat membatasi ruang untuk mengasah aspek teknis dan taktis. Sebagian besar waktu tim dialokasikan untuk memastikan kondisi fisik pemain tetap prima.

"Saat ini kami fokus pada pemulihan dan pertandingan, pemulihan lalu bertanding lagi. Jika kami ingin mengubah sesuatu, itu sulit dilakukan di sesi latihan, terutama hal-hal taktis. Ketika pemain lelah, sulit untuk memahami hal-hal tersebut," ujarnya.

Di tengah tren positif dua kemenangan di Grup B, Persebaya masih memiliki pekerjaan rumah. Sirkulasi bola dan pembangunan serangan dinilai belum mengalir dengan baik.