Kemenpora Gelar Seleksi Terbuka Direktur Pengelolaan Aset dan Usaha Keolahragaan

Seleksi ini terbuka bagi PNS maupun non-PNS. Diharapkan dapat ditemukan sosok yang paling tepat mengelola aset dan usaha keolahragaan.

OlehThomas
Diterbitkan 25 September 2026, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka seleksi terbuka pengisian Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum (BLU) untuk posisi Direktur Pengelolaan Aset dan Usaha Keolahragaan pada Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK).

Pendaftaran seleksi dibuka mulai 22 hingga 29 September 2026. Kesempatan tersebut terbuka bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non-PNS yang memenuhi persyaratan dan memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan jabatan.

Seleksi terbuka ini merupakan bagian dari upaya Kemenpora memperkuat tata kelola pengelolaan aset dan usaha keolahragaan agar berjalan lebih profesional, transparan, serta akuntabel.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan, pengelolaan aset dan pengembangan usaha di sektor olahraga membutuhkan kompetensi manajerial yang kuat serta pemahaman terhadap karakteristik industri olahraga.

Menurut Erick, olahraga saat ini tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem industri olahraga nasional.

"Pengelolaan aset dan usaha keolahragaan membutuhkan kompetensi manajerial yang kuat, pemahaman terhadap industri olahraga, serta kemampuan melihat olahraga sebagai sebuah ekosistem yang memiliki potensi ekonomi," ujar Erick.

"Karena itu, kami membuka kesempatan yang lebih luas bagi para profesional yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang relevan," sambungnya.

 

Dorong Transformasi LPUK

Erick berharap figur yang terpilih nantinya mampu mendukung Direktur Utama dalam membawa LPUK menjadi lembaga yang semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

Penguatan tata kelola aset dan usaha keolahragaan juga diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan industri olahraga di Indonesia.

"Ini bagian dari transformasi yang sedang kita lakukan. Kita ingin aset negara dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi pengembangan olahraga," kata Erick.

"Pada saat yang sama, LPUK harus mampu bergerak lebih adaptif dan inovatif mengikuti perkembangan industri olahraga," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPUK Muhammad Oktaviandi menyambut dibukanya seleksi tersebut sebagai peluang untuk menjaring talenta terbaik yang dapat memperkuat kapasitas lembaga, terutama dalam pengelolaan aset dan pengembangan usaha keolahragaan.

"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi untuk mengembangkan pengelolaan aset serta usaha keolahragaan," ujar Oktaviandi.

Ia berharap proses seleksi dapat menghasilkan sosok yang mampu menghadirkan perspektif baru, bekerja secara profesional, serta menciptakan nilai tambah bagi Kemenpora, LPUK, dan ekosistem olahraga nasional.

Butuh SDM dengan Kompetensi dan Visi Bisnis

Oktaviandi menilai LPUK membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami dinamika industri olahraga.

Kemampuan tersebut dinilai penting agar pengelolaan aset dan usaha keolahragaan dapat berjalan optimal sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan.

"LPUK harus terus berkembang menjadi lembaga yang adaptif dan inovatif. Karena itu, kami membutuhkan orang-orang yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu melihat peluang, membangun kolaborasi, dan menghadirkan terobosan dalam pengembangan usaha keolahragaan," tuturnya.

Menpora Erick menegaskan proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, kompetensi, dan integritas.

Dengan mekanisme tersebut, kandidat dari berbagai latar belakang yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi.

"Yang kita cari adalah figur yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan memimpin, dan visi untuk mengembangkan usaha keolahragaan. Siapa pun yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi," pungkas Erick.

Informasi mengenai persyaratan pendaftaran dan tahapan seleksi dapat diakses melalui laman resmi Kemenpora.

Pendaftaran dan pengunggahan berkas lamaran berlangsung pada 22-29 September 2026 hingga pukul 23.59 WIB.