Impresif di Debut Timnas Indonesia, Luke Vickery Diminta Tampil Konsisten

Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di SUGBK. .

Diterbitkan 27 September 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia membuka langkah di Grup A Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Debutan Luke Vickery langsung menyumbang assist dari sisi kanan.

Gol pertama tercipta pada menit ke-15 ketika umpan silang Vickery diselesaikan Ragnar Oratmangoen. Eksekusi penalti Ole Romeny pada menit ke-74 memastikan tiga poin untuk skuad Garuda.

Pemain berusia 20 tahun itu tampil sebagai starter di posisi winger kanan. Penilaian atas performa perdananya disampaikan pengamat sepak bola Luciano Leandro.

Debut Berani dan Percaya Diri

Selepas kontribusi awal tersebut, Vickery beberapa kali menusuk dari sisi kanan dan mengirim umpan silang yang menguji pertahanan The Lions. Ia ditarik pada menit ke-78 dan digantikan Rizky Ridho.

Penampilan itu menyita perhatian pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Ia menilai sang winger mampu menonjol meski baru pertama kali mengenakan seragam Timnas Indonesia.

"Menurut saya debut Luke Vickery sangat positif. Untuk pemain yang baru menjalani debut, dia menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri," ujar Luciano kepada Bola.com.

"Assist untuk gol Ragnar juga menjadi momen penting karena dia langsung memberikan kontribusi pada pertandingan pertamanya," lanjut mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar itu.

Harus Konsisten

Selain keberaniannya, Luciano menilai Vickery mampu terlibat dalam permainan kolektif. Menurutnya, itu terlihat pada proses gol pembuka Timnas Indonesia ketika ia melihat ruang dan memilih opsi umpan yang tepat.

"Yang saya suka adalah Luke tidak hanya bermain untuk dirinya sendiri. Dia mampu melihat ruang dan memberikan umpan yang tepat untuk Ragnar," pujinya.

"Tetapi tentu kita jangan langsung memberikan tekanan terlalu besar kepadanya hanya karena satu pertandingan. Saya melihat Luke sebagai pemain yang masih bisa berkembang dan memberikan variasi dalam permainan Indonesia."

"Sekarang tantangannya adalah bagaimana dia bisa mempertahankan konsistensi, terutama ketika menghadapi lawan dengan tekanan dan intensitas lebih tinggi seperti Malaysia," pungkas Luciano.