3 Bintang Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Senjata Rahasia di Piala Asia 2027

Ricky Kambuaya, Marselino Ferdinan, dan Jay Idzes absen lama karena cedera. Jika pulih, mereka bisa jadi pembeda Timnas Indonesia di Piala Asia 2027.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia di bawah John Herdman masih menyimpan opsi penting untuk Piala Asia 2027, turnamen yang dijadwalkan berlangsung 7 Januari hingga 5 Februari 2026. Ulasan ini dirangkum dari Bola.com.

Tiga nama andalan harus menepi dalam beberapa bulan terakhir sehingga absen dari banyak laga era Herdman, termasuk saat skuad Garuda berjuang di FIFA ASEAN Cup 2026. Cedera membuat mereka belum sempat mencuri perhatian pelatih baru.

Apabila pemulihan berjalan sesuai harapan dan panggilan negara bisa dipenuhi, tambahan tenaga dari trio ini berpotensi menjadi pembeda saat Indonesia bersaing di level kontinental.

1. Ricky Kambuaya

Gelandang Timnas Indonesia ini belum mendapat menit bermain pada era John Herdman. Kesempatan terakhirnya hadir ketika skuad masih dilatih Patrick Kluivert.

Momen tersebut terjadi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digelar pada Oktober 2025. Sejak itu, Ricky Kambuaya belum kembali mengenakan seragam Garuda.

Di level klub, ia juga belum tampil untuk Dewa United karena masih berkutat dengan pemulihan cedera. Kondisi itu menahan laju adaptasinya di bawah pelatih baru timnas.

Ricky dikenal sebagai gelandang kreatif yang piawai membuka celah dalam situasi ketat. Jika pulih tepat waktu, kualitasnya bisa sangat berharga bagi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027.

2. Marselino Ferdinan

Bintang muda Timnas Indonesia ini sudah lama menepi karena cedera lutut. Ia tengah menjalani proses pemulihan setelah operasi pada medio Agustus 2026.

Perkiraan waktunya kembali berada di akhir November atau awal Desember. Dengan demikian, masih ada ruang untuk menemukan performa terbaik sebelum Piala Asia 2027 bergulir pada Januari 2027.

Saat ini Marselino memperkuat Persija Jakarta di bawah asuhan Shin Tae-yong. Pemain berusia 22 tahun tersebut disebut akan mendapatkan penanganan khusus agar segera mencapai level permainan optimal bersama klub, lalu siap memperkuat timnas.

3. Jay Idzes

Kehadiran bek Sassuolo ini menjadi amunisi krusial yang dinantikan Timnas Indonesia. Garuda sudah cukup lama tidak mendapatkan kontribusinya karena faktor kebugaran.

Jam terbang di Serie A Italia menjadi modal penting. Selain itu, Jay Idzes berstatus kapten Timnas Indonesia dan berusia 26 tahun, menjadikannya figur pemimpin di lapangan.

Dengan Jay di jantung pertahanan, Garuda berpeluang lebih solid saat menghadapi tim-tim elite Asia seperti Jepang dan Qatar. Ia diharapkan bisa tampil optimal ketika kejuaraan bergulir tahun depan.