Liputan6.com, Jakarta - Pekan penutup Liga Inggris 2025/2026 akan menyajikan duel menarik antara Crystal Palace dan Arsenal di Selhurst Park, Minggu (24/5/2026) pukul 22.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi penanda berakhirnya kampanye yang penuh gejolak, terutama bagi tim tamu yang baru saja merayakan gelar juara liga. Arsenal, yang telah mengukuhkan diri sebagai kampiun, akan bertandang ke markas rival London mereka dengan misi mengakhiri musim dengan catatan gemilang.
Advertisement
Kepastian gelar juara Arsenal didapatkan pada hari Selasa lalu, menyusul hasil imbang 1-1 antara Manchester City dan Bournemouth. Ini menandai momen bersejarah bagi The Gunners, yang akhirnya berhasil menukar medali perak mereka dengan lencana Premier League emas, 22 tahun setelah terakhir kali menaklukkan kompetisi ini. Sementara itu, Crystal Palace, yang tengah fokus pada final Conference League, tidak memiliki ambisi lain selain menjaga kehormatan di kandang.
Pertandingan Crystal Palace vs Arsenal ini bukan sekadar formalitas. Bagi Arsenal, kemenangan akan mengakhiri musim dengan 85 poin yang sangat terhormat, melampaui beberapa rekor poin tim juara sebelumnya. Di sisi lain, Palace akan berusaha keras untuk memberikan perlawanan terbaik di hadapan pendukungnya, meski persiapan mereka terbagi dengan jadwal penting di kompetisi Eropa.
Tantangan Crystal Palace di Kandang
Crystal Palace menghadapi pertandingan ini dengan fokus yang terbagi. Tim asuhan Oliver Glasner membidik trofi Conference League yang harus diperjuangkan di Leipzig tengah pekan depan, sebuah prioritas yang telah mengorbankan nasib domestik mereka. The Eagles gagal memenangkan satu pun dari enam pertandingan terakhir di Premier League dan masih bisa mengakhiri musim serendah posisi ke-16, jika Nottingham Forest berhasil mengalahkan Bournemouth.
Performa kandang Palace musim ini juga kurang meyakinkan, dengan hanya empat kemenangan yang diraih di Selhurst Park sepanjang musim. Terakhir kali, mereka kebobolan setidaknya dua gol untuk pertandingan Premier League kelima berturut-turut, membiarkan dua keunggulan terlepas dalam hasil imbang 2-2 dengan Brentford. Ini menunjukkan kerapuhan di lini pertahanan yang harus segera diperbaiki jika ingin menahan gempuran juara baru.
Namun, Crystal Palace memiliki kecenderungan untuk menghindari kekalahan di gameweek 38, terutama saat bermain di kandang. Eagles tidak pernah kalah dalam 12 pertandingan terakhir mereka di hari terakhir liga yang dimainkan di Selhurst Park, memenangkan delapan di antaranya.
Performa dan Motivasi Tim Juara
Arsenal memasuki pertandingan ini dengan kepercayaan diri tinggi sebagai juara Premier League yang baru. Kemenangan pada laga terakhir ini akan membuat mereka mengakhiri musim dengan total 85 poin, sebuah pencapaian yang lebih tinggi dari perolehan poin Liverpool pada musim 2024-25, Leicester City 2015-16, dan bahkan tujuh kemenangan Manchester United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson. Ini menunjukkan dominasi dan konsistensi yang luar biasa dari skuad asuhan Mikel Arteta sepanjang musim.
The Gunners juga memiliki rekor impresif dalam pertandingan penutup musim. Mereka cenderung mengakhiri musim dengan gemilang, memenangkan setiap dari 14 pertandingan terakhir mereka di Premier League gameweek 38. Selain itu, Arsenal telah menghindari kekalahan selama 21 tahun berturut-turut di laga terakhir liga, sebuah rekor yang terbentang sejak kekalahan mereka dari Birmingham City pada musim 2004-05. Tren positif ini menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk menutup musim dengan kemenangan di Selhurst Park.
Meskipun gelar sudah di tangan, semangat kompetitif Arsenal dipastikan tetap membara. Mereka ingin memberikan perpisahan terbaik bagi para penggemar dan menunjukkan bahwa mereka layak menyandang status juara.
Rekor Pertemuan dan Berita Tim Terkini
Secara historis, Arsenal memiliki catatan yang sangat baik saat berhadapan dengan Crystal Palace. Selhurst Park adalah tempat kemenangan telak 5-1 Arsenal musim lalu, salah satu dari delapan kemenangan yang berhasil diraih The Gunners dari sembilan pertemuan terakhir mereka dengan Crystal Palace. Dominasi ini tentu akan menambah kepercayaan diri Arsenal, sekaligus menjadi tantangan besar bagi Palace untuk membalikkan keadaan.
Dari sisi berita tim, Crystal Palace menghadapi masalah cedera di lini belakang. Maxence Lacroix, Chadi Riad, dan Chris Richards semuanya mengalami cedera saat melawan Brentford. Chris Richards dipastikan absen karena ligamen pergelangan kaki yang robek.
Jika Riad dan Lacroix juga absen, Jefferson Lerma atau Nathaniel Clyne mungkin akan dipaksa bermain sebagai bek tengah darurat. Borna Sosa, yang pulih dari masalah yang tidak ditentukan, bisa diberi kesempatan bermain karena Glasner memprioritaskan Conference League. Cheick Doucoure (kebugaran) dan mantan striker Arsenal Eddie Nketiah (paha) juga absen.
Sementara itu, Arsenal juga memiliki beberapa pemain yang diragukan. Mikel Merino dan Jurrien Timber terlihat bergabung dalam perayaan gelar, namun Timber masih diragukan besar untuk final Liga Champions dan Piala Dunia. Merino diperkirakan memiliki peluang bagus untuk terlibat setelah kembali berlatih bersama tim. David Raya, William Saliba, dan Bukayo Saka berada dalam situasi yang sama, meskipun melakukan program individu.
Beberapa pemain besar kemungkinan akan diistirahatkan oleh Arteta menjelang final di Budapest, memberikan kesempatan kepada pemain seperti Christian Norgaard, Noni Madueke, dan Gabriel Jesus, yang mungkin memainkan pertandingan terakhirnya dengan seragam Arsenal.
Perkiraan Pemain:
- Crystal Palace (4-3-3): Benitez; Canvot, Riad, Lacroix; Munoz, Lerma, Hughes, Sosa; Sarr, Johnson; Strand Larsen
- Arsenal (4-3-3): Kepa; Mosquera, Saliba, Gabriel, Hincapie; Odegaard, Zubimendi, Lewis-Skelly; Madueke, Jesus, Martinelli