Cuaca Ekstrem Ancam Duel Inggris vs Norwegia di Miami

Pertandingan di Florida diperkirakan akan berlangsung dalam cuaca mendung dengan hujan deras dan badai petir.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laga perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris dan Norwegia dijadwalkan berlangsung di Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB. Namun, laga ini berpotensi ditunda setelah munculnya prakiraan cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan pemain dan penonton.

Pertandingan itu diperkirakan akan terjadi dalam kondisi cuaca yang tidak mendukung, dengan langit mendung, hujan deras, serta badai petir yang diprediksi melanda kawasan Florida. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat FIFA memiliki regulasi yang ketat mengenai keselamatan selama pertandingan berlangsung.

Aturan tersebut menyatakan bahwa jika ada sambaran petir yang terdeteksi dalam radius sekitar 13 kilometer dari stadion, maka pertandingan harus ditunda atau dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman. Oleh karena itu, para penyelenggara harus siap dengan kemungkinan penundaan demi menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat.

Regulasi FIFA untuk Jamin Keselamatan

FIFA menerapkan regulasi terkait ancaman petir dengan tujuan untuk melindungi semua pihak yang terlibat, termasuk pemain, ofisial, dan penonton. Jika petir kembali terlihat di sekitar area stadion, pertandingan hanya akan dilanjutkan setelah situasi dinyatakan aman sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Kondisi ini mengingatkan kita pada pertandingan babak 16 besar antara Inggris dan Meksiko yang juga mengalami penundaan selama satu jam akibat hujan deras dan badai petir di Mexico City. Meskipun sempat terhenti, Inggris berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2, yang memastikan mereka melaju ke babak delapan besar.

Jordan Henderson Absen di Sisa Piala Dunia 2026

Dalam persiapan untuk menghadapi Norwegia, Inggris menerima berita yang kurang menggembirakan mengenai kondisi Jordan Henderson. Gelandang berpengalaman tersebut mengalami cedera ketika merayakan kemenangan tim atas Meksiko. Saat merayakan, Henderson terjatuh setelah terjerat papan iklan di tepi lapangan, yang mengakibatkan lengan kanannya tertekuk dan menimbulkan rasa sakit parah.

Saat ini, Henderson masih berada di Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis, sementara tim nasional Inggris telah kembali ke markas mereka di Kansas City. Berdasarkan laporan dari jurnalis Mirror Football, John Cross, peluang Henderson untuk kembali bermain di sisa turnamen sangat minim.

"Saya rasa Piala Dunia baginya kemungkinan besar sudah berakhir. Cedera di pergelangan tangan atau lengan seperti ini memang biasanya bisa dipasang gips, tetapi awalnya akan sangat sulit baginya. Rasanya ini jadi akhir perjalanan Henderson di Piala Dunia," ujar Cross.

Pukulan Telak untuk Inggris

Ketidakhadiran Henderson dianggap sebagai kehilangan yang signifikan bagi tim yang dilatih oleh Thomas Tuchel. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh pengalaman yang dimilikinya di lapangan, tetapi juga karena perannya sebagai pemimpin di dalam ruang ganti yang sangat berharga.

John Cross menggambarkan Henderson sebagai sosok yang memiliki karakter yang kuat dan memberikan dampak besar terhadap motivasi tim. "Sangat menyedihkan melihat apa yang terjadi kepadanya. Dia adalah pribadi yang luar biasa, pemimpin yang hebat, dan kehilangan dirinya merupakan pukulan telak bagi Inggris," ungkapnya.

Kini, Inggris berharap kondisi cuaca di Miami dapat membaik agar pertandingan melawan Norwegia dapat dilaksanakan sesuai rencana. Tim yang berhasil memenangkan pertandingan ini akan melaju ke semifinal Piala Dunia 2026.

 

Sumber: Benediktus Gerendo Pradigdo (Bola.com)