Salah Rekrut! Ini 10 Pembelian Paling Mengecewakan Barcelona

Barcelona punya sejarah gemilang, tetapi juga penuh transfer gagal. Ini 10 pembelian terburuk Blaugrana sepanjang masa.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 19:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona dikenal sebagai salah satu kekuatan besar sepak bola Eropa dengan koleksi gelar yang melimpah. Tim asal Catalunya ini telah memenangkan 28 gelar Liga Spanyol dan lima trofi Liga Champions.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kehadiran pemain-pemain kelas dunia yang pernah membela tim. Banyak bintang besar datang dan mencatatkan sejarah di Camp Nou.

Namun, perjalanan transfer Barcelona tidak selalu berjalan mulus. Beberapa keputusan di bursa pemain justru berujung kegagalan besar.

Kesalahan dalam perekrutan pemain terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari harga yang terlalu tinggi hingga pemain yang tidak cocok dengan sistem permainan.

Berikut ini adalah daftar 10 transfer terburuk Barcelona sepanjang masa. Nama-nama ini menjadi contoh bagaimana keputusan besar bisa berujung kerugian.

1. Andre Gomes - 35 juta euro dari Valencia (2016)

Andre Gomes didatangkan Barcelona dari Valencia pada 2016 dengan nilai 35 juta euro ditambah bonus. Keputusan ini diambil saat lini tengah Barcelona sudah dihuni pemain utama yang kuat.

Saat itu, ada Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta sebagai pilihan utama. Persaingan ketat membuat Gomes sulit mendapatkan tempat reguler.

Meski kehadiran pemain pelapis tetap dibutuhkan, ia tidak mampu menembus trio tersebut sebagai starter utama. Perannya lebih sering terbatas sebagai opsi rotasi dalam skuad.

Masalah cedera turut mempengaruhi performanya selama di Barcelona. Bahkan saat bermain, ia sering dinilai tidak selaras dengan tempo permainan tim.

2. Zlatan Ibrahimovic - 68 juta euro plus Samuel Eto'o dari Inter (2009)

Zlatan Ibrahimovic didatangkan Barcelona dari Inter Milan dengan nilai sekitar 68 juta euro. Selain itu, Barcelona juga melepas Samuel Eto’o dalam kesepakatan tersebut.

Secara statistik, performanya sebenarnya cukup baik dengan 21 gol dari 45 pertandingan. Ia juga membantu tim meraih La Liga dan total lima trofi dalam satu musim.

Namun hubungannya dengan pelatih Pep Guardiola memburuk seiring waktu. Perannya juga tergeser setelah Lionel Messi dimainkan sebagai false nine.

Situasi semakin sulit ketika Inter mengalahkan Barcelona di semifinal Liga Champions. Setelah hanya satu musim, ia pindah ke AC Milan dengan harga yang jauh lebih rendah.   

3. Nelson Semedo - 30,5 juta euro dari Benfica (2017)

Nelson Semedo didatangkan Barcelona dari Benfica pada 2017. Kehadirannya diharapkan bisa mengisi kekosongan setelah Dani Alves pergi.

Namun Barcelona kesulitan menemukan pengganti yang sepadan untuk posisi bek kanan. Nama lain seperti Aleix Vidal dan Sergi Roberto juga belum mampu memberikan solusi ideal.

Semedo sendiri tidak pernah benar-benar cocok dengan gaya bermain Barcelona. Ia juga dinilai kurang solid dalam aspek bertahan.

Puncak kekecewaan terjadi saat menghadapi Bayern Munchen di Liga Champions musim 2019/20. Ia kemudian dijual ke Wolverhampton Wanderers pada 2020, dengan Barcelona berhasil mendapatkan kembali dana transfernya.   

4. Alexander Hleb - 17 juta euro dari Arsenal (2008)

Alexander Hleb didatangkan Barcelona dari Arsenal pada 2008. Ia dikenal sebagai gelandang kreatif dengan visi permainan yang baik.

Namun ia bergabung pada saat Barcelona memiliki banyak pemain kelas dunia. Nama seperti Andres Iniesta, Xavi, Sergio Busquets, Thierry Henry, Samuel Eto’o, dan Lionel Messi mendominasi tim.

Persaingan ketat membuat Hleb hanya mendapat sedikit kesempatan bermain. Ia hanya mencatat lima kali starter di Liga Spanyol sebelum bulan Maret.

Ia sempat ingin pindah ke Bayern Munchen, tetapi akhirnya dipinjamkan ke VfB Stuttgart. Setelah beberapa kali dipinjamkan, kontraknya dengan Barcelona berakhir pada 2012.

5. Dmytro Chygrynskiy - 25 juta euro dari Shakhtar (2009)

Dmytro Chygrynskiy didatangkan Barcelona dari Shakhtar Donetsk dengan harga tinggi. Transfer ini terjadi pada era kepelatihan Pep Guardiola.

Meski Guardiola sukses besar bersama Barcelona, tidak semua keputusannya di bursa transfer berjalan mulus. Perekrutan Chygrynskiy menjadi salah satu contoh yang dipertanyakan.

Bek asal Ukraina itu kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain tiki-taka. Ia terlihat tidak nyaman saat harus membangun permainan dari lini belakang.

Hanya satu tahun setelah bergabung, ia dijual kembali ke Shakhtar. Barcelona mengalami kerugian sekitar 10 juta euro dari transfer tersebut.

6. Malcom - 41 juta euro dari Bordeaux (2018)

Malcom didatangkan Barcelona dari Girondins de Bordeaux pada 2018. Ia direkrut setelah tampil impresif di Ligue 1 bersama klub asal Prancis tersebut.

Pemain asal Brasil itu dikenal dengan kemampuan tembakan jarak jauhnya yang berbahaya. Namun perbedaan level antara Bordeaux dan Barcelona membuatnya kesulitan beradaptasi.

Perpindahannya ke Camp Nou dinilai terlalu cepat dalam perkembangan kariernya. Ia tidak mampu menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan di tim sebesar Barcelona.

Bordeaux dinilai berhasil mendapatkan nilai transfer tinggi dari penjualannya. Malcom kemudian dijual ke Zenit Saint Petersburg tak lama setelah bergabung dengan Barcelona.

7. Antoine Griezmann - 120 juta euro dari Atletico Madrid (2019)

Antoine Griezmann didatangkan Barcelona dari Atletico Madrid pada 2019. Secara taktik, transfer ini sejak awal sudah diragukan akan berjalan mulus.

Gaya bermainnya yang mirip dengan Lionel Messi membuat keduanya sering menempati ruang yang sama. Hal ini menyulitkan Griezmann untuk tampil maksimal di dalam tim.

Ia juga kerap dimainkan di posisi yang bukan peran terbaiknya. Situasi tersebut membuat kontribusinya tidak sesuai dengan ekspektasi.

Dalam dua musim, ia hanya mencetak 21 gol di Liga Spanyol dan empat gol di Liga Champions. Ia kemudian kembali ke Atletico dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan dengan nilai transfer yang jauh lebih rendah.

8. Miralem Pjanic - 60 juta euro dari Juventus (2020)

Miralem Pjanic didatangkan Barcelona dari Juventus dengan nilai sekitar 60 juta euro ditambah bonus. Keputusan ini menimbulkan banyak pertanyaan karena usianya sudah 30 tahun dan performanya menurun.

Transfer ini juga melibatkan perpindahan Arthur Melo ke Juventus dengan nilai tinggi. Kesepakatan tersebut lebih terlihat sebagai strategi finansial untuk menyeimbangkan laporan keuangan kedua klub.

Di lapangan, Pjanic kesulitan menunjukkan performa terbaiknya bersama Barcelona. Ia tidak mampu beradaptasi dengan sistem permainan tim.

Situasi serupa juga dialami Arthur di Juventus. Pertukaran ini kemudian dianggap sebagai salah satu transfer paling gagal bagi kedua pihak.

9. Ousmane Dembele - 105 juta euro dari Dortmund (2017)

Ousmane Dembele didatangkan Barcelona dari Borussia Dortmund pada 2017. Transfer ini terjadi setelah Neymar pindah ke Paris Saint-Germain dengan rekor dunia.

Barcelona harus membayar mahal untuk mendapatkan pemain muda asal Prancis tersebut. Nilai transfernya mencapai 105 juta euro dengan tambahan bonus yang bisa meningkat signifikan.

Namun perjalanan Dembele di Barcelona lebih banyak terganggu oleh cedera. Hal ini membuatnya sulit memberikan kontribusi konsisten di lapangan.

Ia akhirnya pindah ke PSG dengan harga sekitar 50 juta euro. Meski sempat menunjukkan potensi, ia baru mencapai puncak performa setelah meninggalkan Barcelona.

10. Philippe Coutinho - 121 juta euro dari Liverpool (2018)

Philippe Coutinho didatangkan Barcelona dari Liverpool pada 2018 dengan biaya besar. Transfer ini dilakukan setelah Ousmane Dembele belum mampu langsung menggantikan peran Neymar.

Nilai transfer awal mencapai 121 juta euro ditambah berbagai bonus. Namun kepindahan tersebut justru tidak memberikan dampak yang diharapkan bagi tim.

Coutinho kesulitan menemukan peran yang tepat di dalam skuad. Ia sering menempati area yang sama dengan Lionel Messi sehingga mengganggu keseimbangan permainan.

Setelah sempat dipinjamkan, ia akhirnya dilepas ke Aston Villa pada 2022. Barcelona harus menanggung sebagian gajinya sebelum transfer tersebut dipermanenkan dengan harga lebih rendah.

Sumber: Football Transfers

Persaingan Sengit Liga Spanyol