Kisah Unik Daniel Siebert, Wasit Final Liga Champions yang Dulu Berprofesi Guru

Daniel Siebert pernah menjadi pendidik alias guru sebelum terjun sebagai wasit yang kini siap memimpin final Liga Champions.

Diterbitkan 30 Mei 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Daniel Siebert ditetapkan sebagai wasit final Liga Champions 2025/2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Arsenal. Pengadil lapangan asal Jerman itu ternyata punya kisah unik dan menarik yang tak banyak orang tahu.

Siebert diumumkan secara resmi oleh Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk memimpin partai puncak Liga Champions 2025/2026. Dia adalah sosok krusial dalam duel PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest pada Sabtu (30/5) malam WIB.

Kepada UEFA, Daniel Siebert menceritakan awal mula dirinya ditunjuk jadi wasit final Liga Champions. Semua bermula dari panggilan masuk dari Direktur Wasit UEFA, Roberto Rosetti. Saat telepon berdering, Siebert sedang menghabiskan waktu bersama sang istri.

​"Itu momen yang sangat menyenangkan. Kebetulan, aku menikmatinya bersama istriku yang bersamaku saat Roberto Rosetti menelepon. Aku menyalakan pengeras suara, jadi kami berdua sangat gembira," ujar Siebert dipetik dari laman resmi UEFA.

​Bagi Siebert, panggilan tersebut adalah buah dari kerja keras kolektif bersama tim asistennya, Jan Seidel, Rafael Foltyn, dan Bastian Dankert yang bertugas di ruang VAR. 

Tugas memimpin laga final ini dianggapnya sebagai sebuah penghargaan tertinggi yang tidak pernah ia duga sebelumnya, meski selalu menjadi impian di setiap akhir musim.

Dulu Seorang Guru

Daniel Siebert termasuk wasit top Eropa. Dia sudah mengantongi lisensi perwasitan sejak 2015 dan memimpin banyak laga internasional. Termasuk sembilan di antaranya di Liga Champions 2025/2026. 

Tapi satu hal yang menarik dari Siebert adalah latar belakangnya. Sebelum mendedikasikan hidupnya secara penuh sebagai wasit profesional dan ayah dari dua anak, Siebert adalah seorang guru yang berkualifikasi. 

"Saat ini saya tidak aktif sebagai guru, saya menikmati peran sebagai wasit profesional dan ayah bagi kedua anak saya, tetapi mungkin itu adalah sesuatu yang akan saya tekuni kembali di masa depan," kata Siebert.

Dipanggil "Pak Guru" oleh Pemain Bundesliga

Peralihan profesi dari guru menjadi wasit pun meninggalkan cerita serta pengalaman unik. Dia mengakh pernah berkesempatan memimpin pertandingan yang melibatkan mantan murid-muridnya saat ia masih mengajar di sekolah olahraga.

​Yakni Linton Maina yang kini merumput bersama FC Köln, dan Fisnik Asllani di Hoffenheim. Menariknya, atmosfer sekolah ternyata masih terbawa hingga ke dalam stadion yang megah.

​"Selama pertandingan, mereka masih memanggil saya 'Pak Siebert' dengan cara formal seperti kita berbicara kepada guru di kelas. Jadi saya harus memberi tahu mereka bahwa itu sudah tidak perlu lagi!" kata Siebert sambil tertawa.

Persiapan Jelang Final

Lebih jauh, Siebert mengungkap berbicara soal persiapan jelang final. ​Ia mengaku tidak melakukan persiapan yang berlebihan. Fokus utamanya setelah merampungkan pekan terakhir Bundesliga adalah menjaga kebugaran fisik dan kesegaran mental.

​Bersama timnya, Siebert tetap menjalankan porsi latihan seperti biasa tanpa mengubah ritme demi menjaga kondisi terbaik mereka. 

"Tugas terpenting adalah memastikan saya segar secara mental dan fisik. Kami akan melakukan beberapa sesi latihan untuk memastikan kami dalam kondisi fisik yang baik, tetapi kami tidak akan melakukan sesuatu yang istimewa hanya karena ini final," pungkasnya.