Demi Manchester United, Michael Carrick Rela Melewatkan Libur Musim Panas

Michael Carrick langsung fokus mempersiapkan pramusim Manchester United tanpa libur. Strategi transfer dan jadwal padat Setan Merah kini telah menanti.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 11:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Michael Carrick yang baru saja dikukuhkan sebagai manajer permanen Manchester United langsung mengambil langkah tegas. Ia menyatakan sama sekali tidak memerlukan waktu libur.

Pengumuman kontrak berdurasi dua tahun untuk Carrick dirilis pada hari Jumat lalu. Keputusan ini menyudahi rumor panjang setelah dirinya sukses memimpin tim sejak menjadi caretaker pada 13 Januari.

Selama memegang kendali dalam 16 pertandingan, United berhasil mengemas 11 kemenangan. Hasil impresif tersebut meloloskan tim ke Liga Champions dan mengunci peringkat ketiga di klasemen akhir.

Di saat banyak figur sepak bola memilih berlibur setelah kompetisi usai, Carrick justru tetap bertahan di kantornya. Langkah ini diambil murni karena ia merasa kondisinya masih sangat prima untuk bekerja.

"Saya tidak butuh istirahat. Saya merasa baik. Ketika sudah masuk ritme kerja, kamu akan terbiasa," ujar Carrick kepada wartawan.

Juru taktik berumur 44 tahun tersebut juga membeberkan faktor keluarga yang membuatnya tidak merencanakan perjalanan jauh dalam waktu dekat.

"Anak-anak sedang ujian, A-level dan GCSE. Itu yang menghentikan saya memesan tiket ke mana pun."

Momen santai terakhirnya didapat saat berada di Barbados pada periode Natal dan Tahun Baru. Namun, waktu libur itu terpaksa dipotong lantaran manajemen Old Trafford menghubungi dirinya untuk mendiskusikan posisi manajer.

Rangkaian Jadwal Pramusim yang Padat

Persiapan Carrick menjelang kompetisi baru langsung bergulir cepat pasca-musim selesai. Anggota skuad yang tidak membela tim nasional diminta berkumpul kembali di fasilitas latihan pada pekan pembuka Juli.

Pertandingan persahabatan pertama dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli menghadapi Wrexham di Helsinki, Finlandia. Wrexham sendiri merupakan tim yang populer karena kepemilikan oleh selebriti papan atas Hollywood.

Setelah laga pembuka tersebut, Setan Merah bakal meneruskan tur pramusim lewat sejumlah pertandingan kompetitif. Mereka akan menghadapi Rosenborg di Trondheim, Atletico Madrid di Stockholm, PSG di Gothenburg, serta Leeds di Dublin.

Muncul pula laporan teranyar yang mengindikasikan adanya potensi duel tambahan melawan AC Milan di Wroclaw, Polandia, sebelum kompetisi Liga Premier resmi dimulai pada 22 Agustus.

United juga memiliki agenda untuk singgah lagi ke Irlandia guna menjalani pemusatan latihan pramusim. Hal ini dilakukan demi mengulang kesuksesan program tiga malam di Carton House terdahulu.

Prioritas Belanja Empat Pemain Baru

Selain menyusun program pramusim, Carrick dihadapkan pada tugas krusial di bursa transfer. Manajemen United membidik sedikitnya empat amunisi baru yang terdiri dari dua pemain tengah, satu juru gedor, serta satu pemain bertahan di posisi kiri.

Peluang menggaet pemain tengah ketiga dapat terbuka apabila Manuel Ugarte dilepas ke klub lain. Di samping itu, sektor penjaga gawang pelapis juga tetap dipantau oleh klub.

Kebijakan transfer klub saat ini lebih condong pada pesepak bola dengan usia berkisar antara 22 sampai 26 tahun. Parameter ini mengacu pada performa apik musim ini yang ditunjukkan oleh pilar seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, dan Senne Lammens yang berada pada rentang umur tersebut.

Kendati demikian, Carrick tetap memberikan porsi bagi talenta akademi yang menunjukkan grafik performa menanjak selama berada di bawah arahannya. Kehadiran Kobbie Mainoo (21), Leny Yoro (20), dan Ayden Heaven (19) menjadi pembuktian bahwa memberikan ruang bagi pemain muda dapat membuahkan hasil positif.

"Saya melihat banyak perkembangan, di atas lapangan maupun di luar lapangan. Ada aspek teknis yang terus meningkat, tapi juga ada rasa percaya diri yang tumbuh. Mereka mulai paham rasanya bermain di sini, menghadapi tekanan, dan melewatinya," kata Carrick.

Sang manajer pun menggarisbawahi bahwa karakter pemimpin tidak melulu dinilai dari seberapa keras mereka bersuara di ruang ganti.

"Setaper pemain tumbuh ketika hasil-hasil bagus terus datang. Itu yang saya lihat, semua orang berkembang ketika tim bergerak ke arah yang benar."

Â