Romelu Lukaku Sesali Satu Hal yang Tak Terwujud Bersama Paul Pogba di Manchester United

Romelu Lukaku mengungkap penyesalan terbesar selama membela Manchester United. Ia yakin dirinya dan Paul Pogba bisa jauh lebih berbahaya jika lebih dewasa.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 11:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Romelu Lukaku mengaku masih menyimpan penyesalan dari masa baktinya di Manchester United. Penyerang asal Belgia itu merasa dirinya dan Paul Pogba gagal menunjukkan potensi terbaik ketika bermain bersama di Old Trafford.

Lukaku bergabung dengan Manchester United dari Everton pada 2017. Saat itu, Setan Merah mengeluarkan dana awal sebesar 75 juta pounds dengan tambahan bonus yang bisa mencapai 15 juta pounds.

Selama dua musim membela Manchester United, Lukaku mencetak 42 gol dalam 96 pertandingan. Sementara itu, Pogba sudah lebih dulu kembali ke Old Trafford pada 2016 setelah direkrut dari Juventus dengan nilai transfer besar.

Kini, Lukaku yang memperkuat Napoli merefleksikan masa-masa tersebut. Ia menilai faktor usia dan kedewasaan menjadi alasan mengapa dirinya dan Pogba tidak mampu mencapai level yang diharapkan.

Lukaku Menilai Dirinya dan Pogba Terlalu Muda

Lukaku mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Pogba berjalan baik selama berada di Manchester United. Namun, ia merasa keduanya masih terlalu muda untuk menghadapi tantangan besar yang ada saat itu.

Menurut Lukaku, dirinya dan Pogba sama-sama memiliki karakter kuat. Kondisi tersebut membuat keduanya belum mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk membawa tim lebih sukses.

"Itu berjalan dengan baik, tetapi saya pikir kami terlalu muda pada saat itu," ujar Lukaku kepada CANAL+.

"Kami berdua adalah sosok alfa," lanjut Lukaku.

Yakin Bisa Sangat Berbahaya Jika Lebih Dewasa

Lukaku percaya situasinya akan berbeda jika ia dan Pogba memiliki pola pikir seperti sekarang. Ia bahkan membayangkan keduanya bisa menjadi kekuatan besar bagi Manchester United.

Penyerang berusia 33 tahun itu mengaku masih merasa sakit ketika mengingat peluang yang tidak terwujud tersebut. Baginya, potensi yang dimiliki saat itu sangat besar.

"Dan itu adalah sesuatu yang suatu hari nanti ingin saya bicarakan dengannya, 'Jika kami bersama dengan mentalitas yang kami miliki hari ini, itu akan sangat berbahaya'," ungkap Lukaku.

"Sangat berbahaya. Benar-benar sangat berbahaya. Itu menyakitkan, sangat menyakitkan," sambung Lukaku.

Dominasi Manchester City Jadi Faktor Penghambat

Lukaku juga menyoroti kekuatan Manchester City pada periode tersebut. Menurutnya, dominasi tim asuhan Pep Guardiola ikut memengaruhi perkembangan Manchester United.

Meski begitu, ia mengingat bagaimana tim memulai musim dengan sangat baik. Manchester United sempat meraih hasil-hasil meyakinkan sebelum performanya menurun.

"Manchester City jauh lebih kuat, mereka mendapatkan 100 poin di Premier League," jelas Lukaku.

"Tetapi jika melihat bagaimana kami memulai musim itu, 12 poin dari 12 poin dan bermain sangat baik. Menang 4-0 di sana, 4-0 di sini, 4-0 lagi, terus seperti itu," imbuh Lukaku.

Kedewasaan Jadi Kunci yang Hilang

Lukaku merasa faktor kedewasaan menjadi pembeda terbesar. Ia percaya pengalaman yang dimilikinya saat ini akan membuat situasinya di Manchester United berjalan berbeda.

Pemain Belgia itu menilai usia yang lebih matang akan membantunya menghadapi tekanan di ruang ganti maupun di lapangan. Karena itulah ia masih menyimpan penyesalan terhadap perjalanan kariernya di Old Trafford.

"Dan kemudian, jika melihat ke belakang, saya tidak ingin memulai apa pun, tetapi jika kami memiliki itu," tutur Lukaku.

"Jika saya memiliki bahu yang lebih kuat, kedewasaan yang lebih baik, dan kami masuk ke ruang ganti itu pada usia 27 atau 28 tahun, semuanya akan benar-benar berbeda," tegas Lukaku.

Sumber: United in Focus

Persaingan Sengit di Liga Inggris

  • liputan6
    Liga Inggris atau lebih dikenal dengan Liga Primer Inggris merupakan kompetisi utama di Inggris yang diikuti 20 tim untuk mendapatkan gelar
    Liga Inggris
  • Manchester United, salah satu klub papan atas Liga Inggris. MU adalah klub tersukses di sejarah Liga Inggris modern
    Manchester United FC adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Old Trafford, Manchester Raya. MU bermain di Premier League.
    Manchester United
  • Romelu Lukaku adalah pemain sepak bola profesional Belgia yang bermain di klub Everton sebagai penyerang / striker.
    Romelu Lukaku adalah pemain sepak bola profesional Belgia yang bermain di klub Everton sebagai penyerang / striker.
    Romelu Lukaku
  • Paul Pogba kini menyandang status sebagai Pemain Termahal di Dunia setelah dibeli Manchester United dengan harga 105 juta Euro.
    Paul Pogba kini menyandang status sebagai Pemain Termahal di Dunia setelah dibeli Manchester United dengan harga 105 juta Euro.
    Paul Pogba
  • Premier League