Liputan6.com, Jakarta - Ibrahima Konate, bek tangguh Liverpool, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan mengenai perjuangan beratnya melawan depresi. Pengakuan ini datang setelah ia mengalami serangkaian kehilangan mendalam selama musim 2025-2026. Konate mengungkapkan bahwa tekanan mental yang dialaminya mencapai titik terendah.
Pemicu utama kondisi mental Konate adalah meninggalnya rekan setimnya, Diogo Jota, pada Juli 2025, disusul oleh berpulangnya sang ayah, Hamady Konate, pada Januari 2026. Kedua peristiwa tragis ini secara signifikan memengaruhi performa dan kesejahteraan mentalnya. Ia merasa terbebani oleh kesedihan yang mendalam.
Pemain asal Prancis ini secara terbuka menyatakan bahwa depresi bisa menyerang siapa saja, termasuk atlet profesional yang sering dianggap kebal masalah. Konate menepis anggapan bahwa kekayaan dapat menghilangkan masalah kesehatan mental, menegaskan bahwa hal tersebut adalah pandangan yang keliru. Pengakuannya ini diharapkan dapat membuka diskusi lebih luas tentang kesehatan mental di dunia olahraga.
Advertisement
Perpisahan Tragis dengan Diogo Jota
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7726468/original/094652400_1780530784-konate.jpg)
Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola pada Juli 2025 ketika Diogo Jota, penyerang andalan Liverpool dan tim nasional Portugal, meninggal dunia. Jota terlibat dalam kecelakaan mobil tragis di Zamora, Spanyol, bersama saudaranya, Andre Silva. Peristiwa ini terjadi saat Jota dalam perjalanan kembali ke Merseyside untuk memulai sesi latihan pramusim yang baru.
Ibrahima Konate mengungkapkan betapa hancurnya ia saat mendengar berita tersebut. Saat itu, Konate sedang berada di Los Angeles dan tidak dapat mempercayai kabar yang diterimanya. Ia merasakan kehilangan yang sangat mendalam atas kepergian rekan setimnya.
"Ada masa-masa terpuruk, ada depresi. Di sepak bola pun Anda bisa mengalami depresi dan tidak perlu malu untuk mengatakannya," ujar Konate.
"Saya sering mendengar pemain mengatakan bahwa mereka mengalami depresi, tetapi suporter atau orang-orang di luar sana tidak memahaminya karena para pemain menghasilkan banyak uang. Itu omong kosong dan tidak seharusnya dikatakan."
Konate bahkan menyebutkan bahwa hingga saat ini, sulit baginya untuk menerima kenyataan tersebut. Loker milik Jota masih tetap ada di ruang ganti Liverpool, seolah-olah Jota akan datang kapan saja untuk latihan. Kedekatan mereka semakin erat karena Jota juga merupakan tetangganya, sehingga banyak momen kebersamaan yang mereka lalui di luar lapangan.
 "Itu menghancurkan saya. Pada saat itu, saya tidak tertarik pada apa pun lagi," kata Konate.
Meskipun diliputi duka, tuntutan sebagai pemain sepak bola profesional mengharuskan Konate untuk segera kembali beraksi. Ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk terus bermain, tidak hanya demi Jota dan keluarganya, tetapi juga untuk klub yang sangat membutuhkan tenaganya. Beban emosional ini menjadi salah satu pemicu awal depresinya.
"Anda kembali bermain sepak bola karena tidak punya pilihan lain. Kami adalah karyawan klub yang membayar kami setiap bulan, jadi kami memiliki tanggung jawab."
Advertisement
Duka Mendalam atas Kehilangan Sang Ayah
Belum genap setahun setelah kepergian Jota, Ibrahima Konate kembali dihadapkan pada cobaan berat. Ayahnya, Hamady Konate, meninggal dunia pada Januari 2026 setelah menderita sakit berkepanjangan. Kehilangan ini menambah beban mental yang sudah dirasakan Konate.
Konate secara pribadi telah bergulat dengan penyakit parah ayahnya, yang secara langsung memengaruhi performanya di lapangan hijau. Pada awal musim, ayahnya sempat dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu, membuat Konate berada dalam dilema besar. Ia mengaku bingung apakah harus pulang untuk merawat ayahnya atau tetap bertahan bersama tim yang juga membutuhkannya.
Keputusan untuk menyimpan perjuangan pribadinya ini sendirian kini disesalinya. Konate merasa bahwa seharusnya ia lebih terbuka dan mencari dukungan. Meskipun dokter telah memberi tahu keluarganya bahwa ayahnya tidak akan hidup lama, Konate tidak menyangka kepergian itu akan terjadi begitu cepat dan tiba-tiba.
Setelah mengambil cuti untuk berduka, Konate memutuskan untuk kembali ke tim di tengah krisis cedera pertahanan yang melanda Liverpool. Dalam pertandingan emosional melawan Newcastle di Anfield, ia bahkan berhasil mencetak gol. Namun, Konate mengakui bahwa ia tidak pernah benar-benar merasa pulih dari kesedihan yang mendalam tersebut, sehingga ia terus berjuang dalam diam.
Pentingnya Kesehatan Mental dan Pesan Konate
Dari pengalaman pahitnya, Ibrahima Konate kini menekankan pentingnya berbicara dan mencari bantuan ketika seseorang sedang berjuang dengan kesehatan mental. Ia menyarankan agar siapa pun yang merasa tidak enak badan atau mengalami masalah, untuk segera berbicara dengan orang-orang terdekat. Menurutnya, tindakan tersebut dapat sangat membantu dan membuat perasaan menjadi lebih baik.
Konate juga menyadari bahwa ia harus belajar untuk bangkit sendiri, terutama karena tim sangat membutuhkannya di lapangan. Ia percaya bahwa ayahnya pasti menginginkan hal yang sama, yaitu melihatnya terus berjuang dan memberikan yang terbaik. Pengalamannya ini menjadi pelajaran berharga tentang ketahanan mental.
Di tengah perjuangan pribadinya, Ibrahima Konate dijadwalkan akan meninggalkan Liverpool pada akhir Juni 2026. Kontraknya dengan klub akan berakhir, dan ia diperkirakan akan bergabung dengan raksasa Spanyol, Real Madrid. Kepindahan ini menandai babak baru dalam kariernya, semoga dengan kondisi mental yang lebih kuat dan stabil.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301033/original/004849700_1784434276-blt_umkm_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298964/original/044978900_1784188695-Screenshot_2026-07-15_123742bbbb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4489960/original/090949100_1688445833-000_327R2GK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1316118/original/084968500_1471008815-real_madrid.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1316067/original/044091200_1471006308-Liverpool_FC.svg.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301593/original/066412700_1784499333-000_C2LD8RK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301603/original/006427400_1784501664-063_2286809090.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301600/original/087821800_1784501005-063_2286809106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301597/original/010088200_1784500550-AP26200776349263.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301594/original/099263500_1784499416-063_2286807425.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887995/original/062540200_1720596126-AP24190447290414.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1835329/original/045845000_1516185511-000_PAR2005050159999.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300857/original/062461900_1784401135-000_C2HM8ZP__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297033/original/033816400_1784066961-Spain_s_Lamine_Yamal__19__goes_for_the_ball_as_France_s_Bradley_Barcola__12__defends.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295379/original/095058200_1783928168-Screenshot_2026-07-13_143432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497409/original/026366000_1770627563-000_96M29ZT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553695/original/068020500_1776026527-nico-paz-como.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556675/original/028669300_1776288645-000_A7XN4X6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513797/original/004673200_1772071238-AP26056733960822.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3105801/original/037750500_1587198836-000_PAR2004032438933.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289300/original/025482600_1783398991-equipe-de-france-pour-aurelien-tchouameni-la-cours-equipe-de-france-pour-aurelien-tchouameni-la-cours-C18CA6E8CFCEADDA7BF405242425977A.webp)