Allan Elias Punya Modal Istimewa untuk Bersinar Bersama Manchester City

Allan Elias jadi andalan baru Manchester City di sisi sayap.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan pelatih Palmeiras, Lucas Andrade, meyakini Allan memiliki satu keunggulan fisik yang bisa membantunya beradaptasi dengan kerasnya persaingan Liga Inggris bersama Manchester City.

Manchester City resmi mendatangkan gelandang serang berusia 22 tahun itu dari Palmeiras dengan nilai transfer sekitar 40 juta euro. Perekrutan tersebut menjadi bagian dari upaya Enzo Maresca membangun kembali skuad The Citizens.

Allan memang belum memiliki pengalaman sebesar sejumlah pemain yang pernah didatangkan City. Ia bahkan baru benar-benar menjadi pemain reguler tim utama Palmeiras dalam setahun terakhir. Namun, Andrade, yang pertama kali melatih Allan ketika sang pemain masih berada di level U-15 pada 2019, melihat ada karakter permainan yang bisa menjadi modal penting di Inggris.

Berbicara kepada media Brasil Trivela, Andrade mengenang Allan sebagai pemain yang pada awalnya memiliki postur relatif kecil. Meski demikian, sejak usia muda Allan sudah menunjukkan kemampuan istimewa dalam menghadapi kontak fisik tanpa kehilangan kendali atas bola.

Menurut Andrade, kemampuan tersebut merupakan salah satu kekuatan teknis Allan yang paling menonjol. Ia mampu menerima tekanan lawan, menahan benturan, sekaligus tetap menjaga bola dalam penguasaannya.

Karakter seperti itu dinilai sangat relevan dengan Premier League. Seorang pemain menyerang kerap harus menerima bola dalam situasi sempit dan langsung berhadapan dengan tekanan fisik dari lawan.

Selain kekuatan fisik dan keseimbangan, Allan juga disebut memiliki keberanian tinggi ketika berduel satu lawan satu. Ia tidak ragu menghadapi pemain yang lebih besar atau memiliki reputasi lebih kuat.

Kemampuan tersebut terus berkembang seiring meningkatnya pengalaman Allan di level senior. Musim ini, ia bahkan menjadi salah satu pemain paling efektif dalam situasi satu lawan satu.

Trivela sebelumnya mencatat Allan telah menghasilkan 33 dribel sukses dalam 20 penampilan di liga Brasil musim ini. Pada saat laporan tersebut dibuat, angka itu menjadi yang tertinggi di kompetisi tersebut.

Kemampuan membawa bola melewati pertahanan lawan menjadi salah satu alasan Manchester City tertarik merekrutnya, terutama setelah kepergian Savinho. Maresca membutuhkan variasi di lini serang untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi domestik dan Eropa.

 

Bisa Bermain di Banyak Posisi

Andrade juga menyoroti satu kualitas lain yang bisa mempercepat proses adaptasi Allan, yakni fleksibilitas posisi.

Dalam perkembangannya, Allan memang lebih sering bermain dari sisi kanan. Dari posisi tersebut, kaki kirinya memungkinkan dia bergerak ke area tengah dan menciptakan ancaman dari dalam.

Namun, sejak berada di akademi Palmeiras, Allan sudah terbiasa bermain di beberapa posisi. Andrade pernah menempatkannya sebagai gelandang serang maupun di kedua sisi sayap.

Bahkan dalam pertandingan yang menuntut kontribusi fisik lebih besar, Allan dapat digeser ke area sayap untuk memaksimalkan karakter permainannya.

Fleksibilitas tersebut berpotensi menjadi nilai tambah di Manchester City. Persaingan untuk mendapatkan tempat di lini serang sudah sangat ketat, dengan Jeremy Doku dan Antoine Semenyo menjadi pilihan di area sayap. Phil Foden dan Rayan Cherki juga dapat dimainkan di posisi menyerang.

Artinya, Allan kemungkinan harus berjuang mendapatkan menit bermain dan tidak langsung berstatus sebagai starter utama.

 

Berkembang Sesuai Proses

Perjalanan Allan menuju sepak bola senior juga berbeda dari sejumlah talenta muda Palmeiras yang lebih dahulu mencuri perhatian, seperti Endrick dan Estêvao.

Allan tidak langsung melompati kelompok usia. Ia berkembang secara bertahap melalui akademi Palmeiras dan bahkan sempat berada di bawah bayang-bayang sejumlah pemain muda yang lebih populer di klub tersebut.

Namun, Andrade menilai pengalaman tersebut justru membantu membentuk mental Allan. Ia belajar menghadapi masa-masa ketika dirinya belum dianggap sebagai prospek utama, sebelum akhirnya mampu menembus tim senior Palmeiras.

Kini, Allan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Perpindahan langsung dari sepak bola Brasil ke Premier League tentu membutuhkan proses adaptasi, baik dari sisi intensitas maupun taktik.

Namun, kualitas yang dimilikinya membuat Andrade optimistis Allan mampu melewati tantangan tersebut.

Kemampuan melindungi bola ketika mendapat tekanan, keberanian menghadapi lawan secara langsung, kekuatan dalam duel fisik, serta fleksibilitas bermain di beberapa posisi menjadi modal penting bagi pemain berusia 22 tahun tersebut.