Sambut World Football Day 2026, Indonesia Perkenalkan UniLeague di Forum PBB

World Football Day dirayakan setiap 25 Mei. Indonesia menghadiri perayaannya di tahun 2026 yang diadakan di Forum PBB di New York.

OlehThomas
Diterbitkan 21 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia memperkenalkan inisiatif UniLeague atau Liga Universitas di panggung internasional dalam peringatan Hari Sepak Bola Dunia 2026 atau World Football Day yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di General Assembly Hall, New York, Selasa (19/5/2026).

Forum tingkat tinggi tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam memanfaatkan sepak bola sebagai sarana pembangunan generasi muda, perdamaian, hingga peningkatan kesadaran kesehatan mental.

Acara yang diselenggarakan bersama oleh Bahrain, Libya, dan Tajikistan itu turut dihadiri sejumlah pemimpin dunia dan tokoh sepak bola internasional, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino. Agenda tersebut merupakan bagian dari implementasi resolusi Majelis Umum PBB yang menegaskan pentingnya sepak bola dalam mendorong perdamaian, inklusi sosial, dan pencapaian Agenda 2030.

Mewakili Indonesia, Deputi Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York, Widya Sadnovic, secara khusus menyoroti peluncuran UniLeague sebagai bentuk nyata kontribusi Indonesia di bidang olahraga untuk pembangunan.

“Awal tahun ini, Indonesia meluncurkan inisiatif berbasis komunitas bernama UniLeague Play for Peace. Ini merupakan inisiatif olahraga untuk pembangunan yang dipimpin oleh pemuda, yang mempromosikan kesadaran kesehatan mental, pembangunan perdamaian, dan kepemimpinan pemuda melalui sepak bola,” ujar Widya dalam pidatonya dilansir Antara.

Tak Sekadar Sepak Bola

Widya menegaskan UniLeague tidak hanya berfokus pada persaingan di lapangan hijau. Program tersebut juga dirancang untuk membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan penting yang relevan bagi kehidupan sosial maupun dunia kerja.

Menurut dia, para peserta diajak mempelajari kepemimpinan, pengembangan diri, kesehatan mental, hingga ketahanan diri melalui pendekatan yang menyenangkan dan kompetitif.

“Melalui inisiatif ini, para pemuda tidak hanya bertanding, tetapi juga belajar tentang kepemimpinan, pengembangan diri, kesehatan mental, dan ketahanan dengan cara yang menyenangkan,” katanya.

UniLeague juga menjadi bagian dari kampanye global Kantor Pemuda PBB bertajuk #Football4MentalHealth yang mengangkat isu kesehatan mental melalui olahraga sepak bola.

Dalam program tersebut, generasi muda didorong menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing dengan mengedepankan nilai kerja sama tim, empati, saling menghormati, dan solidaritas.

“Mereka diberdayakan untuk menjadi agen perdamaian di komunitasnya dengan mempromosikan kerja sama tim, empati, saling menghormati, dan solidaritas,” lanjut Widya.

Bukti Diplomasi Bisa Hadir Lewat Olahraga

Di hadapan forum internasional, Widya juga menekankan bahwa UniLeague menjadi contoh konkret bagaimana diplomasi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.

Menurut dia, sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, maupun negara.

“Ini adalah bukti bahwa sepak bola dapat menjadi jembatan untuk membangun dunia yang lebih damai dan sejahtera bagi semua,” tegasnya.

Rangkaian acara World Football Day 2026 turut diisi pidato para pemimpin dunia, pemutaran pesan video, hingga turnamen mini sepak bola di area North Lawn PBB yang menggambarkan semangat kebersamaan lintas negara.

Digelar di Jakarta dan Bandung

UniLeague sendiri digelar di dua regional, yakni Jakarta dan Bandung, guna memperluas jangkauan kompetisi sekaligus menjaring talenta muda dari berbagai perguruan tinggi.

Regional Jakarta diikuti delapan tim yang bertanding di Stadion Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Indonesia. Sementara Regional Bandung diikuti tujuh tim yang bermain di Stadion Institut Teknologi Bandung, Jatinangor.

Dengan format kompetitif dan dukungan berbagai pihak, turnamen ini diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain potensial sekaligus membentuk karakter atlet muda yang menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan persatuan.