Nestapa AC Milan: Sempat Kuasai Takhta Serie A, Berakhir Gagal ke Liga Champions

Tragedi melanda AC Milan di musim 2025/2026. Sempat memuncaki klasemen Serie A, Rossoneri justru finis kelima dan gagal lolos ke Liga Champions.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 11:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan AC Milan sepanjang musim 2025/2026 berakhir dengan cerita yang sukar dipercaya. Rossoneri yang pada awalnya dipandang sebagai penantang kuat gelar scudetto justru harus menyudahi kompetisi dengan pil pahit.

Hasil minor 1-2 saat menjamu Cagliari pada pekan penutup Serie A menjadi hantaman keras bagi pendukung yang memadati San Siro. Hasil negatif tersebut merenggut kans skuad asuhan Massimiliano Allegri untuk melangkah ke Liga Champions di momen-momen terakhir.

Milan menyudahi liga dengan menempati peringkat kelima melalui perolehan 70 poin. Mereka harus merelakan posisi empat besar setelah kalah bersaing dari Como yang mengunci peringkat keempat dengan raihan 71 poin.

Kenyataan ini terasa sangat getir lantaran Milan sempat mencicipi dinginnya posisi puncak klasemen Serie A di fase awal. Klub berseragam merah-hitam ini bahkan mampu bertengger di urutan pertama selama lima pekan sebelum akhirnya grafik penampilan mereka merosot tajam di masa krusial.

Impian Scudetto yang Kandas di Tengah Jalan

Periode awal musim 2025/2026 sejatinya sempat menghadirkan sinyal positif bagi kebangkitan AC Milan. Kepulangan Massimiliano Allegri ke kursi kepelatihan memicu keyakinan publik San Siro bahwa tim kesayangan mereka siap bertarung lagi di papan atas.

Harapan tinggi tersebut bukan tanpa alasan, sebab Milan memperlihatkan performa yang sangat stabil di awal kompetisi. Mereka sukses menguasai puncak klasemen Serie A pada pekan ketujuh dan mampu merebutnya kembali saat memasuki pekan ke-14.

Total ada lima pekan yang dilewati Milan sebagai pemimpin takhta klasemen musim ini. Mereka pun sempat digadang-gadang menjadi kompetitor utama Inter Milan dalam memperebutkan mahkota juara.

Akan tetapi, angin segar itu perlahan surut begitu kompetisi memasuki putaran final. Milan mulai kedodoran dan kehilangan konsistensi permainan saat tensi persaingan makin memuncak.

Petaka di San Siro Kontra Cagliari

Pertandingan menjamu Cagliari di pekan terakhir sedianya diplot sebagai momentum bagi Milan untuk menyelamatkan wajah mereka musim ini. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Rossoneri wajib mengamankan poin penuh demi menyegel satu tempat di kompetisi tertinggi Eropa.

Namun, jalannya laga justru bertolak belakang dengan ekspektasi seisi stadion. Milan malah dipaksa menyerah 1-2 oleh Cagliari, tim tamu yang sebenarnya sudah tidak mengusung misi khusus di akhir kompetisi.

Hasil ini menjadi petaka besar lantaran di pertandingan lain Como berhasil memetik poin penuh dan melesat ke peringkat keempat. Alhasil, Milan terpaksa menyudahi musim di urutan kelima dengan tabungan 70 angka.

Juventus menguntit tepat di posisi bawah Milan lewat torehan 69 poin. Sementara itu, Como sukses mengamankan satu tempat di Liga Champions dengan modal 71 poin, sekaligus mengukir sejarah baru bagi klub mereka.

Kekecewaan Mendalam dari Massimiliano Allegri

Absen dari panggung Liga Champions selama dua musim berturut-turut menjadi rapor merah tersendikan bagi AC Milan. Catatan ini terasa kian menyakitkan mengingat mereka sempat berada di garis terdepan dalam perburuan gelar liga.

Arsitek tim, Massimiliano Allegri, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap hasil akhir yang diraih anak asuhnya. Juru taktik asal Italia tersebut menilai armadanya kehilangan fokus di saat yang paling krusial.

“Saat ini, saya kecewa dan marah. Kami tersingkir dari Liga Champions," ucap Allegri.

"Setelah kami berhasil bangkit melawan Genoa, tidak ada yang menyangka akan mengalami kekalahan seperti ini. Sayangnya, dalam sepak bola dan olahraga, kita harus menerimanya, dengan berat hati dan penuh kepedihan," sambung Allegri.

Â