Bhinneka Run 2026 Diikuti Ribuan Pelari dan Disabilitas, Menpora: Bukti Olahraga Milik Semua

Bhinneka Run 2026 juga memberkan kesempatan kepada disabilitas untuk ikut serta. Langkah ini menuai pujian dari Menpora Erick Thohir.

OlehThomas
Diterbitkan 05 Juli 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 3.500 pelari memadati Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dalam ajang Bhinneka Run 2026 yang digelar pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar lomba lari karena mengusung semangat kebhinekaan sekaligus mendorong olahraga yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat secara resmi melepas peserta yang mengikuti tiga kategori lomba, yakni 3K, 5K, dan 10K.

Bhinneka Run 2026 menawarkan pengalaman berbeda bagi para peserta. Rute lomba melintasi kawasan TMII dengan panorama rumah-rumah adat dan ikon budaya dari berbagai provinsi di Indonesia. Suasana semakin semarak berkat penampilan kesenian tradisional seperti tanjidor, angklung, hingga tari Tor-Tor yang menghibur para pelari di sepanjang lintasan.

Tak hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, Bhinneka Run 2026 juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk ikut ambil bagian. Kehadiran para pelari disabilitas mendapat apresiasi langsung dari Menpora Erick Thohir yang menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata penyelenggaraan olahraga yang inklusif.

"Senang sekali melihat masyarakat begitu antusias mengikuti Bhinneka Run. Lari membuat tubuh sehat, menjaga kebugaran, dan menjadi olahraga yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," ujar Erick.

Menurut Erick, keterlibatan peserta disabilitas menunjukkan bahwa olahraga merupakan hak seluruh warga negara tanpa memandang kondisi fisik.

"Kami sangat mengapresiasi event lari yang memberikan ruang bagi masyarakat penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa olahraga adalah milik semua orang tanpa terkecuali," katanya.

Pemerintah Perkuat Akses Olahraga bagi Penyandang Disabilitas

Erick menegaskan, pemerintah terus berkomitmen memperluas kesempatan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk menjalani gaya hidup sehat melalui olahraga. Salah satunya dengan meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang ramah disabilitas.

Ia mengungkapkan, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 25,9 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 11 persen telah aktif berolahraga.

Data tersebut, menurut Erick, menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan partisipasi olahraga di kalangan penyandang disabilitas melalui berbagai program dan penyelenggaraan event yang lebih inklusif.

Siapkan Masa Depan Atlet Disabilitas

Selain mendorong partisipasi dalam olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga berupaya memastikan para atlet disabilitas tetap memiliki ruang berkarya setelah memasuki masa purna sebagai atlet.

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah memberikan kesempatan kepada atlet-atlet disabilitas untuk menjadi tenaga pendidik dan pembina olahraga di sekolah-sekolah.

"Kami ingin para atlet disabilitas tetap memiliki ruang untuk mengabdi setelah masa purnanya. Pengalaman dan prestasi mereka sangat berharga untuk dibagi serta membina adik-adik kita di sekolah baik di pusat maupun di daerah sehingga lahir generasi atlet disabilitas yang semakin berprestasi," pungkas Erick.

Sementara itu Rahayu Saraswati, Inisiator Bhinneka Run 2026 menilai ajang ini bisa menjadi perekat bangsa. "Bhinneka Run 2026 adalah bukti nyata bahwa olahraga dapat menjadiperekat bangsa yang paling efektif. Melihat ribuan pelari dari berbagai latar belakang, suku, dan profesi berkumpul di sini dengan satu tujuan adalah kebanggaan luar biasa. Kita membuktikan bahwa di garis finis, kita semua adalah sama: masyarakat Indonesia yang sehat, kuat, dan mencintai keberagaman."