Hadapi 2 Event Besar, Timnas Taekwondo Indonesia Pakai Pelatih Iran

Tim Indonesia akan mengikuti Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 dan Asian Games 2026 di Jepang.

OlehThomas
Diterbitkan 31 Juli 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) terus mematangkan persiapan menghadapi 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 sekaligus Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendatangkan pelatih asal Iran, Erfan Heydaari, untuk menangani nomor kyorugi (tarung) di pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PBTI dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet sekaligus membangun fondasi prestasi jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Siagian mengatakan, keputusan merekrut pelatih asal Iran merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap perkembangan kekuatan taekwondo dunia.

"Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon memiliki misi besar untuk taekwondo Indonesia. Kami diminta memantau peta kekuatan dunia untuk mencari pelatih terbaik yang dapat menangani pelatnas. Berdasarkan kajian bidang pembinaan prestasi, taekwondo Iran menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Ketua Umum kemudian meminta agar nomor kyorugi ditangani langsung oleh pelatih asal Iran," ujar Rafael.

Erfan Heydaari bukan sosok asing di dunia taekwondo. Mantan atlet tim nasional Iran periode 2017-2021 tersebut pernah meraih medali perak Asian Senior Championships 2018, serta medali perunggu Asian Club Championships 2019 dan Asian President's Cup 2019.

Pelatnas Diikuti 31 Atlet

Saat ini, PBTI membina 31 atlet dalam pelatnas yang berlangsung di GOR POPKI Cibubur. Mereka terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae yang lolos seleksi melalui rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.

Erfan mengungkapkan optimisme terhadap perkembangan para atlet Indonesia. Menurut dia, program latihan telah berjalan sejak Februari dan menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju berbagai ajang internasional.

"Kami sudah mempersiapkan diri sejak Februari. Taekwondo Indonesia memiliki program jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028, termasuk Asian Games Aichi-Nagoya dan Asian Taekwondo Indonesia Open Championships yang menjadi target pertama kami. Kami bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik," kata Erfan.

Atlet Makin Termotivasi

Kehadiran pelatih anyar tersebut juga mendapat respons positif dari para atlet pelatnas. Atlet kyorugi Muhammad Bassam Raihan mengaku semakin termotivasi setelah menjalani latihan bersama Erfan.

Menurut Bassam, pelatih asal Iran itu memberikan banyak masukan terkait penyempurnaan teknik, strategi bertanding, hingga variasi serangan.

"Saya melihat pelatih Iran ini cukup fleksibel dalam menangani atlet. Apalagi saya termasuk atlet senior, jadi Alhamdulillah saya semakin bersemangat menjalani latihan. Saya juga semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia," ujar atlet yang akan tampil di kelas putra -68 kilogram tersebut.

Optimisme serupa juga disampaikan atlet poomsae Andi Sultan Altaf Mirza. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi motivasi tambahan untuk meraih hasil terbaik pada Indonesia Open 2026.

"Target saya adalah tampil total, mengeluarkan kemampuan secara maksimal, dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia. Memang tidak mudah meraih medali emas, tetapi tidak ada yang tidak mungkin," kata Andi.

 

Indonesia Open Jadi Ajang Penting

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 akan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Turnamen berkategori G2 World Taekwondo itu menjadi salah satu ajang penting dalam pengumpulan poin ranking dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia. Sebanyak 478 taekwondoin dari 36 negara dijadwalkan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menegaskan, kehadiran pelatih asing bukan sekadar untuk mengejar hasil jangka pendek, melainkan bagian dari pembangunan sistem pembinaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.

"Kami tidak ingin melakukan persiapan secara instan. PBTI sedang membangun fondasi prestasi melalui peningkatan kualitas atlet, pelatih, program latihan, dan jam terbang internasional. Kehadiran pelatih asing diharapkan dapat memberikan transfer knowledge sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pelatih nasional. Kami ingin atlet-atlet Indonesia semakin siap bersaing, bukan hanya di Indonesia Open dan Asian Games, tetapi juga dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028," ujar Richard.