Arwana Jaya dan Onic Sport Berjaya Indonesian Pingpong League S2

Sektor putra maupun putri Indonesian Pingpong League S2 melahirkan juara baru. Arwana Jaya menguasai sektor putra, sedangkan Onic berjaya di putri.

OlehThomas
Diterbitkan 31 Agustus 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BRI Indonesian Pingpong League (IPL) Season 2 resmi berakhir dengan lahirnya dua kampiun baru. Arwana Jaya sukses merebut gelar Elite Putera, sedangkan Onic Sport keluar sebagai juara Elite Puteri.

Kepastian tersebut didapat setelah seluruh rangkaian pertandingan Grand Final yang berlangsung selama empat hari, 26-29 Agustus 2026, di Main Atrium Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat.

Persaingan sengit tersaji karena setiap tim di masing-masing kategori harus saling berhadapan. Konsistensi menjadi kunci mengingat posisi akhir ditentukan berdasarkan total poin yang dikumpulkan sepanjang Grand Final.

Setiap tim mendapatkan kesempatan bertanding sebanyak tiga kali. Pertandingan menggunakan format maksimal lima set dengan tim yang lebih dahulu meraih tiga kemenangan set dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam sistem poin yang diterapkan IPL, tim pemenang mendapatkan dua poin, sedangkan tim yang kalah tetap memperoleh satu poin.

Khusus kategori Elite Puteri, setiap pertemuan juga mempertandingkan nomor ganda. Sementara pertandingan Elite Putera berlangsung tanpa nomor ganda.

Arwana Jaya Kudeta Juara Bertahan

Arwana Jaya tampil sebagai tim terbaik di Elite Putera setelah mengumpulkan enam poin. Mereka mengungguli juara bertahan Onic Sport yang harus puas berada di posisi kedua dengan lima poin.

Sukun Kudus menempati peringkat ketiga dengan empat poin, sedangkan Zakhwan Sport berada di posisi keempat dengan tiga poin.

Klasemen akhir Elite Putera:

Arwana Jaya - 6 poin

Onic Sport - 5 poin

Sukun Kudus - 4 poin

Zakhwan Sport - 3 poin

Keberhasilan Arwana Jaya terasa semakin istimewa karena mereka mampu menggusur Onic Sport yang sebelumnya menjadi kampiun IPL Season 1.

Pilar Arwana Jaya, Muhammad Bima Abdi Negara, mengaku bangga dengan pencapaian timnya.

"Kami sangat bersyukur bisa menjadi juara. Onic adalah juara Season 1 dan kami tahu mereka punya kualitas yang sangat bagus. Jadi bisa merebut gelar ini tentu menjadi pencapaian yang sangat spesial bagi kami," ujar Bima.

Menurut Bima, keberhasilan tersebut tidak lepas dari fokus dan kerja keras seluruh pemain hingga pertandingan terakhir.

"Kami berusaha menjaga fokus sampai pertandingan terakhir. Semua pemain memberikan yang terbaik," katanya.

Onic Sport Kuasai Elite Puteri

Jika harus kehilangan mahkota di Elite Putera, Onic Sport tetap mampu tersenyum setelah berjaya di kategori Elite Puteri.

Onic Sport mengamankan posisi teratas dengan koleksi enam poin. Sukun Kudus berada di peringkat kedua dengan lima poin, disusul Arwana Jaya dengan empat poin dan Jasa Raharja Putera dengan tiga poin.

Klasemen akhir Elite Puteri:

Onic Sport - 6 poin

Sukun Kudus - 5 poin

Arwana Jaya - 4 poin

Jasa Raharja Putera - 3 poin

Pemain Onic Sport, Cindy Marcella, mengaku senang bisa membawa timnya menjadi juara.

"Pastinya kami sangat senang dan bangga bisa menjadi juara. Perjalanan menuju Grand Final tidak mudah karena semua tim punya kualitas yang bagus," kata Cindy.

Ia menambahkan, kekompakan dan kemampuan menjaga fokus menjadi modal penting Onic Sport sepanjang Grand Final.

"Kami berusaha menjaga fokus, saling mendukung, dan memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan," ujarnya.

Empat Hari Jadi Penentu

Grand Final IPL Season 2 menjadi ujian tersendiri bagi seluruh peserta. Selama 26-29 Agustus 2026, setiap tim harus mampu mempertahankan performa dalam tiga kesempatan pertandingan.

Sistem dua poin untuk kemenangan dan satu poin bagi kekalahan membuat setiap laga tetap bernilai. Karena itu, tim tidak hanya dituntut memburu kemenangan, tetapi juga menjaga konsistensi sepanjang kompetisi.

Perbedaan format antara Elite Putera dan Elite Puteri turut menghadirkan tantangan strategi. Nomor ganda dimainkan di kategori Elite Puteri, sedangkan Elite Putera berlangsung tanpa nomor ganda.

Grand Final IPL Season 2 turut dihadiri Ketua Umum IPL Petrus Reinhard Golose, Sekretaris Jenderal IPL Yon Mardiyono, serta jajaran pengurus Indonesian Pingpong League.

Petrus mengatakan Grand Final menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan hasil kerja keras mereka sepanjang musim.

"Grand Final adalah panggung bagi para atlet untuk menunjukkan hasil dari kerja keras mereka sepanjang musim. Kami ingin IPL terus menjadi kompetisi yang memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang, berprestasi, dan mendapatkan pengalaman bertanding di level tertinggi," ujar Petrus.

Sementara itu, Yon Mardiyono menilai persaingan yang semakin ketat pada Season 2 menjadi sinyal positif bagi perkembangan tenis meja Indonesia.

"Kami melihat antusiasme dan persaingan yang semakin kuat di Season 2. Ini menjadi modal penting bagi perkembangan pingpong Indonesia," kata Yon.

Ia berharap IPL dapat terus menghadirkan kompetisi berkualitas sekaligus berkontribusi terhadap pembinaan atlet nasional.