Benteng Keamanan Berlapis Lindungi Inggris di Piala Dunia 2026

Timnas Inggris akan menempati The Inn at Meadowbrook, Kansas City, dengan pengamanan tiga lapis.

OlehThomas
Diterbitkan 15 Juni 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim Nasional Inggris bersiap menghadapi Piala Dunia 2026 dengan tingkat pengamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama turnamen berlangsung, skuad Tiga Singa akan menginap di The Inn at Meadowbrook, Kansas City, Missouri, yang telah disulap menjadi benteng dengan sistem keamanan tiga lapis.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan mengambil alih penuh operasional hotel tersebut, merumahkan staf reguler demi menjaga privasi dan fokus tim.

Akses bagi masyarakat umum ke area hotel telah ditutup total selama perhelatan Piala Dunia 2026. Pintu masuk dijaga ketat oleh aparat bersenjata, dan hanya pihak dengan izin khusus yang diperbolehkan masuk.

Fasilitas umum di kompleks hotel, seperti kafe dan pusat perbelanjaan kecil, juga ditutup sementara hingga berakhirnya turnamen pada 19 Juli mendatang.

Pelatih Thomas Tuchel menegaskan komitmen tim untuk memastikan keamanan dan kerahasiaan taktik. "Kami tentu akan mengurus hal itu. Sebisa mungkin dan tidak dengan cara berlebihan. Situasinya memang seperti itu," kata Tuchel kepada wartawan.

Kekhawatiran ini muncul setelah kasus kontroversial di Championship yang melibatkan Southampton dan Middlesbrough, mendorong Tuchel untuk memastikan sesi latihan Inggris tetap tertutup dari pantauan luar. Selain itu, demi menjaga kualitas istirahat pemain, FA menyiapkan perlengkapan tidur khusus, termasuk mattress topper dan bantal pendingin, sebagai respons terhadap keluhan tamu hotel mengenai kualitas kasur dan peredaman suara.

Benteng Keamanan Berlapis di Kansas City

Pengamanan di The Inn at Meadowbrook dirancang dengan sangat detail untuk melindungi para pemain. Barikade beton berat dan layar penghalang setinggi 10 kaki (sekitar tiga meter) dipasang di sekeliling properti, menyerupai sistem pertahanan yang biasa ditemukan pada jembatan-jembatan ikonik di London. Struktur ini sengaja diletakkan dengan jarak strategis untuk menghalangi potensi penembak jitu profesional.

Selain itu, zona larangan terbang diberlakukan di sekitar hotel, dilengkapi dengan teknologi anti-drone canggih untuk mencegah pengintaian atau gangguan dari udara. Sebuah pusat komando juga telah didirikan di lahan seberang hotel untuk mengkoordinasikan seluruh operasi keamanan.

Patroli keamanan intensif dilakukan oleh polisi bersenjata, petugas keamanan, dan penjaga keamanan swasta di sekeliling kompleks di Prairie Village, Kansas. Untuk memastikan privasi Harry Kane dan rekan-rekannya, serangkaian layar hitam setinggi 10 kaki dipasang menutupi area eksternal fasilitas hotel yang memiliki 54 kamar tersebut. Area pemukiman di sekitar hotel juga dilengkapi dengan papan peringatan larangan masuk untuk membatasi pergerakan publik.

Para pemain akan selalu berada dalam pengawalan bergerak ke mana pun mereka pergi, termasuk perjalanan singkat selama 20 menit menuju lokasi latihan. Langkah-langkah ketat ini dilakukan guna melindungi pemain dari ancaman spionase, drone, serta potensi gangguan keamanan lainnya, mengingat situasi keamanan di Amerika Serikat yang dianggap "ngeri-ngeri sedap".

Insiden Pencurian dan Kesiapan Fisik Pemain

Menjelang Piala Dunia 2026, Timnas Inggris sempat mengalami insiden keamanan yang mengkhawatirkan. Sejumlah peralatan pertandingan mereka dilaporkan dicuri saat dipindahkan dari markas persiapan di Florida menuju kamp latihan di Swope Soccer Village, Missouri. Barang yang hilang diduga termasuk sepatu pertandingan para pemain, perlengkapan latihan, dan bola resmi turnamen.

Insiden pencurian tersebut kini tengah diselidiki oleh Departemen Kepolisian Kansas City, dan dua orang telah ditangkap terkait kasus tersebut. Kejadian ini semakin memperkuat alasan di balik tingkat keamanan super ketat yang diterapkan untuk skuad Inggris.

Pemilihan Kansas City sebagai markas utama Timnas Inggris didasarkan pada lokasi strategisnya yang memungkinkan waktu perjalanan udara ideal bagi pemain, meskipun laga fase grup harus dimainkan di Dallas, New York, dan Boston. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas latihan di Kansas City, dan menyadari area tersebut cukup terbuka sehingga memerlukan tambahan perlindungan.

Demi menjaga kualitas istirahat dan kebugaran pemain, FA menyiapkan perlengkapan tidur pribadi. Ini mencakup mattress topper, bantal pendingin, hingga perlengkapan anti-bising, yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemain. Keputusan ini diambil setelah beberapa tamu The Inn at Meadowbrook mengeluhkan kualitas kasur yang terlalu keras dan buruknya peredaman suara. Pelatih Thomas Tuchel bekerja sama dengan ilmuwan tidur dari UK Sports Institute untuk memastikan kondisi kebugaran skuad tetap optimal sepanjang turnamen.

Tantangan Keamanan Global Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi turnamen dengan tantangan keamanan terbesar dalam sejarahnya, mengingat partisipasi 48 negara dan penyelenggaraan di 16 kota di Amerika Serikat, Meksiko, serta Kanada. Skala turnamen yang masif ini menuntut koordinasi keamanan yang kompleks dan berlapis.

Biro Investigasi Federal (FBI) telah merancang sistem pengamanan ketat selama dua tahun terakhir. Ini termasuk pengaktifan Pusat Operasi Gabungan (Joint Operations Center) di setiap kota penyelenggara, yang berfungsi untuk mengintegrasikan penegak hukum lokal, negara bagian, dan federal. Selain itu, larangan penerbangan drone juga telah ditetapkan di sekitar stadion maupun zona suporter selama Piala Dunia berlangsung.

Sebagai salah satu tuan rumah bersama, Meksiko telah menyiapkan 100.000 petugas keamanan, termasuk pengamanan situs wisata strategis. Upaya ini menunjukkan komitmen serius dari negara-negara penyelenggara untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian acara.

Operasi keamanan Piala Dunia 2026 diperkirakan menelan biaya lebih dari 1 miliar dolar AS. Anggaran besar ini dialokasikan untuk melibatkan berbagai lembaga federal, kepolisian negara bagian dan lokal, serta perusahaan keamanan swasta, guna menghadapi potensi ancaman dan memastikan keselamatan semua pihak yang terlibat.