Suporter Argentina Diblok Nonton Langsung Piala Dunia 2026, Permintaan Pemerintah Sendiri

Pemerintah Argentina telah menyerahkan daftar 13 ribu orang yang menunggak nafkah anak kepada otoritas AS.

Diterbitkan 16 Juni 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Argentina telah meminta bantuan otoritas Amerika Serikat untuk mencegah warganya menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk menindak para pelanggar kewajiban nafkah anak serta individu yang terlibat dalam tindakan kekerasan di stadion.

Seperti yang dilaporkan oleh media Spanyol, AS, pemerintah Argentina telah memberikan daftar yang mencakup sekitar 13 ribu nama kepada pihak berwenang di Amerika Serikat.

Kebanyakan dari nama-nama dalam daftar tersebut adalah orang tua yang tercatat tidak memenuhi kewajiban pembayaran nafkah anak mereka.

Timnas Argentina akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan dan dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk meraih trofi. Tim yang dilatih oleh Lionel Scaloni ini berada di Grup J bersama dengan Aljazair, Austria, dan Yordania.

La Albiceleste akan memulai perjalanan mereka di turnamen ini dengan menghadapi Aljazair di Kansas City pada hari Rabu (17/6/2026) pagi WIB.

Komponen Program Safe Stands

Di tengah tingginya semangat masyarakat untuk mendukung tim nasional, pemerintah Argentina justru berusaha mencegah ribuan suporter tertentu memasuki stadion. Wali Kota Buenos Aires Jorge Macri menegaskan bahwa individu yang mengabaikan tanggung jawab terhadap anak-anak mereka tidak berhak menikmati pertandingan sepak bola.

Kebijakan ini merupakan bagian dari program nasional yang dikenal dengan nama "Safe Stands," yang diluncurkan oleh pemerintah Argentina. Program tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi dan memberikan sanksi kepada orang tua yang, meskipun mampu membayar tiket untuk menyaksikan acara olahraga, tetap gagal memenuhi kebutuhan dasar anak-anak mereka.

Usaha Melacak

Daftar yang disampaikan kepada pihak berwenang di Amerika Serikat mencakup nama-nama individu yang terdaftar memiliki tunggakan nafkah anak, dan sebelumnya telah dinyatakan berhutang berdasarkan keputusan pengadilan di Argentina. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Argentina telah meningkatkan upaya untuk melacak para penunggak tersebut secara lebih efektif.

Status tunggakan ini muncul ketika kewajiban pembayaran yang seharusnya dilakukan tidak dipenuhi hingga melewati tenggat waktu yang telah ditentukan. Pemerintah Argentina berharap bahwa kolaborasi dengan aparat penegak hukum di Amerika Serikat dapat membantu mengidentifikasi individu yang masih memiliki kewajiban yang belum diselesaikan, terutama jika mereka mencoba untuk menghadiri pertandingan Piala Dunia 2026.

Program "Safe Stands" yang diperluas sejak tahun 2023 telah mendapatkan dukungan yang signifikan dari masyarakat Argentina. Menurut data resmi, lebih dari empat juta penonton telah diperiksa dalam 1.328 pertandingan sepak bola yang berlangsung selama periode tersebut, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menangani masalah ini dengan serius.

15 Ribu Nama Terdaftar

Melalui proses pemeriksaan yang dilakukan, pihak berwenang berhasil mengenali sebanyak 1.166 individu yang memiliki surat perintah penangkapan yang masih aktif. Di samping itu, telah dijatuhkan berbagai larangan administratif kepada sejumlah orang.

Tidak hanya terbatas pada mereka yang menunggak nafkah anak, daftar yang diserahkan kepada pihak Amerika Serikat juga mencakup orang-orang dengan catatan tindak kekerasan dan kejahatan di stadion. Menteri Keamanan Nasional Argentina, Patricia Bullrich, mengungkapkan bahwa total nama dalam daftar larangan tersebut mencapai lebih dari 15 ribu orang.

“Bagi kami, ini sangat penting karena tidak ada satu pun pelaku kekerasan yang pernah melakukan tindak kriminal di stadion-stadion Argentina yang akan bisa menghadiri ajang olahraga ini,” tegas Bullrich. 

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)