Presiden Mirwan Suwarso Bongkar Realita Transfer Serie A: Pemain Italia Terlalu Mahal untuk Como?

Presiden Como, Mirwan Suwarso, mengungkap sulitnya merekrut pemain Italia karena harga mahal dan mekanisme transfer yang rumit di Serie A.

Diterbitkan 12 Mei 2026, 16:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Como menjadi salah satu cerita paling mengejutkan di Serie A musim 2025/2026. Di bawah arahan Cesc Fabregas, klub yang sempat lama tenggelam itu menjelma menjadi kekuatan baru dan sukses mengamankan tiket ke kompetisi Eropa.

Kesuksesan Como tak hanya menarik perhatian karena performa di lapangan. Kebijakan transfer klub juga menjadi bahan pembicaraan, terutama minimnya pemain Italia dalam skuad utama mereka musim ini.

Presiden Como, Mirwan Suwarso, akhirnya buka suara terkait situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa minimnya pemain lokal bukan karena Como meragukan kualitas talenta Italia.

Menurut Suwarso, masalah utama justru terletak pada tingginya harga pemain Italia dan mekanisme transfer yang tidak mudah untuk dijalankan. Faktor tersebut membuat Como harus lebih selektif dalam membangun skuad yang kompetitif sekaligus berkelanjutan.

Harga Pemain Italia Dinilai Terlalu Mahal

Mirwan Suwarso memastikan Como sebenarnya punya keinginan besar untuk menambah pemain Italia dalam proyek mereka. Hal itu juga menjadi kebutuhan penting karena klub akan tampil di kompetisi Eropa musim depan.

“Kami selalu mencari lebih banyak pemain Italia. Kami membeli empat pemain Italia di musim pertama kami di Serie A,” kata Suwarso pada Gazzetta.

Namun, Como menghadapi tantangan besar saat mencoba merekrut pemain lokal berkualitas. Menurut Suwarso, harga pemain Italia di pasar transfer saat ini sangat tinggi dan sulit dijangkau oleh klub dengan model pembangunan seperti Como.

“Masalahnya adalah mereka mahal dan kami tidak bisa membayar mereka secara bertahap. Kami sedang mengembangkan empat atau lima pemain Italia yang kami harapkan akan siap untuk tim utama," ucap Suwarso.

Kolaborasi Majukan Sepak Bola Italia

Suwarso sendiri mengaku terkesan dengan kultur sepak bola Italia yang menurutnya sangat terbuka terhadap kolaborasi. Ia menilai hubungan antarklub di Serie A tidak hanya sebatas rivalitas di lapangan.

“Ini adalah negara yang sangat ramah, seperti Indonesia sampai batas tertentu,” katanya.

Suwarsо mengungkap bahwa banyak tokoh penting di sepak bola Italia memberi inspirasi bagi perkembangan Como. Menurutnya, atmosfer tersebut membantu klub berkembang lebih cepat sebagai proyek modern di Serie A.

“Saya juga menemukan contoh kewirausahaan yang luar biasa dan banyak teman yang menginspirasi saya. Percassi, Marotta, Fenucci, Lotito, De Laurentiis. Klub-klub bersaing di lapangan, tetapi di luar lapangan, ada ide-ide untuk saling mendukung dan mengembangkan liga," tutup Suwarso.

Sumber: Football Italia