Pemain Argentina Dikritik usai Tidak Ikut Bentangkan Spanduk Malvinas

FIFA menyidik selebrasi Timnas Argentina dengan spanduk Falkland atau Malvinas. Emiliano Martinez terekam tidak ikut mengangkat spanduk dan menuai kritik.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - FIFA membuka proses disipliner atas selebrasi Timnas Argentina yang menampilkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" seusai semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris. Di tengah polemik itu, kiper Emiliano Martinez terekam tidak berada di sekitar spanduk yang dibentangkan rekan setimnya dan menjadi sorotan.

Rekaman momen perayaan itu beredar luas di media sosial dan memicu kritik dari sebagian pendukung Argentina. Video memperlihatkan sejumlah pemain merayakan kemenangan di depan suporter sambil menonjolkan spanduk bernuansa politik tersebut.

Sepanjang turnamen, Timnas Argentina memang beberapa kali menjadi perhatian, termasuk setelah kekalahan dari Spanyol di partai final. Sebelumnya juga sempat terjadi konfrontasi panas dan perkelahian antarpemain, sebelum perayaan seusai semifinal kembali memantik kontroversi.

Martinez Tak Dekat Dengan Spanduk di Momen Selebrasi

Pada selebrasi usai menyingkirkan Inggris, beberapa pemain Argentina menari sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas Son Argentinas" yang berarti "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina".

Hanya segelintir pemain yang terlihat memegang spanduk tersebut, termasuk Lisandro Martinez dan Leandro Paredes.

Dalam rekaman yang sama, Emiliano Martinez berdiri di belakang Lionel Messi dengan kedua tangan bertolak pinggang dan tidak bergabung di sekitar spanduk.

Sikap itu menuai kritik dari sebagian pendukung Argentina di media sosial. Beberapa komentar bernada keras dialamatkan kepada kiper Aston Villa tersebut.

FIFA Telusuri Dugaan Pelanggaran Pasal 13, 14, 15, dan 17

Badan sepak bola dunia menindaklanjuti momen selebrasi itu setelah pemain Argentina terlihat menari sambil membawa atau berada di sekitar spanduk. Fokus penyelidikan mencakup muatan politik yang melekat pada tulisan di spanduk.

FIFA menyatakan perkara ini dirujuk ke ketentuan dalam kode etik, termasuk Pasal 13, 14, 15, dan 17. Sanksi potensial akan bergantung pada temuan atas dugaan pelanggaran yang disorot.

"Dalam pernyataannya, FIFA menyebut penyelidikan dilakukan sehubungan dengan nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick off, ketidakpatuhan terhadap protokol pertandingan dan keamanan, penayangan pesan yang tidak pantas oleh tim maupun penonton, serta pelemparan benda oleh suporter dalam sejumlah pertandingan yang melibatkan Timnas Argentina," tulis Give Me Sport.

Jawaban Martinez Soal Falklands dan Maradona 1986

Seusai kemenangan atas Inggris, Emiliano Martinez juga ditanya apakah isu Kepulauan Falkland atau momen Diego Maradona pada Piala Dunia 1986 berpengaruh pada hasil laga. Ia menolak anggapan tersebut.

"Saya rasa bukan karena itu. Itu sudah berlalu, saya bahkan belum lahir saat itu," kata Martinez.

Kiper Timnas Argentina itu kemudian menekankan arti pengalaman di babak empat besar bagi performa timnya.

"Pengalaman bermain di semifinal dan mampu unggul menjadi bekal kami. Kami pernah mengalaminya saat menghadapi Kroasia pada Piala Dunia sebelumnya dan terus menekan. Mereka mencoba mempertahankan keunggulan dengan membiarkan kami menguasai bola. Namun, ketika Anda memberi ruang kepada Leo (Messi) dan pemain lain, mereka bisa benar-benar menyakiti lawan dengan permainan di antara lini," ujarnya.

Pernyataan tersebut turut memicu respons negatif dari sebagian suporter Argentina yang mendukung aksi mayoritas pemain membawa spanduk bermuatan politik itu.