Tertinggal 0-2, Thailand Yakin Bisa Kalahkan Vietnam di Final Piala AFF 2026

Vietnam menang 2-0 pada leg pertama di Bangkok lewat gol Hai Long dan Quang Hai.

Diterbitkan 24 Agustus 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Thailand dipaksa mengejar setelah Vietnam membawa pulang kemenangan 2-0 pada leg pertama final Piala AFF 2026 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (22/8/2026). The Golden Star mencetak dua gol usai jeda melalui Nguyen Hai Long pada menit ke-62 dan Nguyen Quang Hai tujuh menit berselang.

Skenario itu menempatkan Vietnam di atas angin. Thailand wajib menang dengan selisih setidaknya tiga gol pada leg kedua di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8-2026), untuk membalikkan keadaan dan meraih trofi.

Di tengah tekanan, pelatih Thailand Anthony Hudson menegaskan keyakinannya skuad mampu bangkit. Keyakinan itu ia sampaikan usai laga, seperti dikutip dari Soha.

Dominan Secara Angka, Efektivitas Vietnam Menentukan

Thailand unggul dalam penguasaan bola hingga 61 persen dan melepaskan 14 tembakan. Namun, hanya tiga percobaan yang mengarah ke gawang sehingga gagal menghasilkan gol.

Vietnam tampil lebih efektif. Dari 12 upaya, lima tembakan tepat sasaran dan dua di antaranya berbuah gol yang menjadi pembeda pada malam itu.

Dalam pertemuan final dua tahun lalu, Vietnam juga lebih unggul. Pada Piala AFF 2024, Thailand kalah dua kali di partai puncak—1-2 dan 2-3—sehingga takluk dengan agregat 3-5.

Hudson Minta Tim Ingat Selebrasi Vietnam

Hudson meminta kekalahan di kandang dijadikan pelajaran jelang duel penentuan. Ia juga menekankan pentingnya ketenangan menghadapi sorotan publik setelah gagal di leg pertama.

"Jika saya tidak yakin dengan peluang untuk membalikkan keadaan, saya tidak akan di sini. Saya mengatakan kepada para pemain dalam pertemuan tim usai pertandingan, bahwa menghadapi tekanan dari media dan faktor eksternal lainnya adalah hal yang krusial," ujar Hudson, seperti dikutip dari Soha.

Pelatih asal Inggris itu bahkan meminta para pemain mematri momen euforia lawan sebagai bahan bakar motivasi untuk laga berikutnya di Hanoi.

"Selain itu, saya meminta mereka menyaksikan perayaan tim Vietnam di sudut lapangan untuk memperkuat ingatan tersebut," lanjutnya.

Hudson menegaskan misi bangkit tetap dijalankan meski tertinggal dua gol dan menilai segala sesuatu belum berakhir.

"Meski tertinggal, kami akan tetap mencari cara untuk bangkit. Defisit dua gol berarti bahwa, walau sulit, segalanya belum berakhir. Tantangan terbesar bagi tim Thailand adalah kondisi fisik mereka saat ini, yang menuntut pemulihan cepat," kata Hudson.

Kebugaran Trio Penyerang Jadi Sorotan

Soal peluang, Hudson menyebut kunci ada pada pemulihan fisik dalam jeda singkat menuju leg kedua. Ia menaruh kepercayaan pada kelompok pemainnya asalkan persiapan berjalan optimal.

"Jika mereka pulih dengan baik, kami punya peluang. Saya menaruh kepercayaan pada kelompok ini, saya percaya pada seluruh tim, dan saya yakin jika kami bersiap dengan baik, para pemain akan berangkat ke Vietnam dalam kondisi fisik terbaik. Kami masih memiliki peluang di leg kedua final," tegasnya.

Hudson menolak anggapan partisipasi Thailand hanya sekadar uji coba. Ia mengakui Vietnam menunjukkan kualitas yang semakin kuat, sementara Thailand masih berproses menyesuaikan komposisi tim di bawah arahannya dan tidak turun dengan kekuatan terbaik selama turnamen.

"Saya harus melakukan cukup banyak penyesuaian dalam beberapa pertandingan terakhir karena masalah kebugaran dan faktor adaptasi. Saya berpendapat bahwa trio penyerang Timnas Thailand perlu meningkatkan kondisi fisik mereka. Itu adalah faktor terpenting saat ini. Mereka harus lebih bugar dan lebih lincah," lanjutnya.

"Saya sangat bangga dengan tim ini, terutama para pemain mudanya. Namun, jauh di lubuk hati, saya menyayangkan hal ini. Seandainya kondisi fisik mereka lebih baik dan mereka dipersiapkan secara lebih matang dari segi fisik untuk kompetisi ini, mereka bisa meraih pencapaian yang lebih besar lagi di turnamen ini," ucap Hudson.