9 Klub Championship Terancam Mulai Kompetisi 2026/2027 dengan Poin Minus, Gegara Masalah Lisensi

Sejumlah klub yang terancam memulai Championship 2026/2027 dengan kondisi poin minus dipersilahkan melakukan banding.

Diterbitkan 14 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 9 klub Championship 2025/2026 berpeluang memulai kompetisi musim depan dengan kondisi poin minus. Ancaman itu membayangi karena tersandung masalah lisensi klub yang dilakukan oleh I.League dan First Instance Body.

I.League telah mengumumkan hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 yang meliputi tiga kompetisi di Liga Indonesia sekaligus, yakni BRI Super League, Pegadaian Championship, dan Liga Nusantara. Hasilnya beragam karena ternyata tak semuanya berhasil mengantongi lisensi tersebut.

Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menjelaskan ada 12 klub yang tidak lolos lisensi. Sebelas di antaranya adalah kontestan Championship 2025/2026, sementara satu klub lainnya dari Super League 2025/2026.

Dari Championship, sebelas klub yang tak mendapatkan lisensi antara lain Sumsel United, Persiraja Banda Aceh, Persikad Depok, Kendal Tornado, Persela Lamongan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, Persiba Balikpapan, Persekat Tegal, Sriwijaya FC, dan Persipal Palu.

"Ada sekitar 11 ya, 11 klub yang tidak kita granted-kan karena masih ada aspek kriteria A yang tidak terpenuhi. Sesuai dengan regulasi, klub-klub yang gagal memenuhi A, kita sampaikan ada konsekuensi sanksi," kata Asep di Kantor I.League, dipetik Kamis (14/5).

"Kita tidak umumkan sekarang, tapi mungkin pada waktunya semua akan melihat ketika kita merilis musim baru di klasemen bisa ada tim yang memulai dengan minus poin," tambahnya.

3 Klub Terdegradasi ke Liga Nusantara

Tapi dari 11 klub tersebut, tiga di antaranya sudah terdegradasi ke Liga Nusantara, yakni Persekat Tegal, Sriwijaya FC, dan Persipal Palu. Sehingga hanya ada delapan klub yang akan kembali bermain di Championship musim depan dengan ancaman minus poin.

"Jadi kalau ditanya untuk musim yang akan datang, dari 11 klub yang tadi belum granted Championship, ada tiga klub terdegradasi ke Liga Nusantara. Jadi 11 dikurangi tiga, delapan klub yang lama," ungkap Asep.

PSBS Biak Ikut Terancam

Sementara satu-satunya klub BRI Super League yang gagal lolos lisensi adalah PSBS Biak. Badai Pasifik gagal mendapatkan lisensi klub Super League karena tidak mampu memenuhi kategori A, kriteria penilaian yang wajib dipenuhi oleh tiap klub kontestan. 

"Bisa jadi, ya. Potensi (pengurangan poin) ya, karena kan bicara, regulasi sudah menyampaikan seperti itu, maka kalau sudah memenuhi yang A, ya ada potensi pengurangan," jelas Asep.

Persilakan Banding

Namun, Asep menegaskan bahwa minus poin itu statusnya masih ancaman. Klub-klub yang tak lolos lisensi dipersilakan untuk melakukan banding agar memulai kompetisi Championship musim depan dengan nol poin.

"Jadi ini baru keputusan tingkat pertama, klub diberikan masa untuk banding atas keputusan ini sampai tanggal 22 Mei. Jikalau ada yang banding, data final 22 Mei. Nah kita akan nantikan apakah ada yang banding atau tidak, hasilnya bisa menyusul," ucapnya.