Alasan Barcelona Lebih Pilih Anthony Gordon daripada Marcus Rashford

Barcelona merekrut Anthony Gordon dengan biaya fantastis. Apa alasan di balik pilihan ini, dan mengapa Marcus Rashford tidak dipermanenkan oleh klub Catalan?

OlehThomas
Diterbitkan 30 Mei 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona telah merampungkan kesepakatan besar dengan Newcastle United untuk memboyong Anthony Gordon ke Camp Nou. Transfer ini bernilai €80 juta dalam pembayaran yang dijamin, dengan potensi tambahan €10 juta melalui bonus terkait kinerja, menjadikan total paket transfer berpotensi mencapai €90 juta.

Penandatanganan ini menjadi transfer termahal yang diselesaikan Barcelona di era Hansi Flick, sekaligus pernyataan jelas bahwa klub berambisi beroperasi tanpa batasan selama jendela transfer musim panas ini.

Kesepakatan ini disusun sedemikian rupa untuk meringankan beban keuangan langsung Barcelona, karena Newcastle menyetujui pembayaran tetap dari biaya transfer dilakukan secara mencicil selama beberapa tahun. Gordon sendiri telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dan diperkirakan akan menerima kenaikan gaji signifikan, sekitar €7 juta bersih per musim, yang secara efektif menggandakan gajinya di Newcastle.

Langkah ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan Marcus Rashford. Penyerang Manchester United itu sebelumnya menghabiskan musim 2025/2026 dengan status pinjaman di Barcelona, tampil produktif dengan mencetak 14 gol dan memberikan 14 assist dalam 49 penampilan di semua kompetisi.

Barcelona memiliki opsi untuk membeli Rashford secara permanen seharga sekitar €30 juta (£26 juta), namun kedatangan Gordon membuat masa depannya di klub menjadi tidak pasti.

Pertimbangan Finansial dan Investasi Jangka Panjang

Meskipun biaya transfer Anthony Gordon terlihat tinggi, Barcelona melakukan perhitungan matang. Usia Gordon yang lebih muda, yakni 25 tahun, dibandingkan Marcus Rashford yang berusia 28 tahun, menjadikannya alternatif yang lebih menjanjikan sebagai investasi jangka panjang bagi klub. Usia Gordon memungkinkan biaya transfernya diamortisasi selama periode yang lebih panjang, sebuah strategi yang menguntungkan situasi financial fair play Barcelona.

Faktor finansial lainnya yang krusial adalah struktur gaji. Meskipun biaya transfer Gordon lebih besar, gaji bersihnya yang diperkirakan €7 juta per musim di Barcelona secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan jumlah yang akan diterima Rashford. Hal ini menjadi pertimbangan utama bagi Barcelona yang masih menghadapi kendala keuangan. Klub Catalan tersebut enggan mengaktifkan opsi pembelian Rashford seharga €30 juta karena masalah keuangan dan tuntutan gajinya yang lebih tinggi.

Profil Pemain dan Kecocokan Taktis dengan Hansi Flick

Keputusan Barcelona merekrut Anthony Gordon juga sangat dipengaruhi oleh preferensi taktis pelatih baru, Hansi Flick. Flick dikenal menghargai intensitas, etos kerja defensif, dan kemampuan pressing yang tinggi dari para pemainnya. Gordon digambarkan sebagai pemain yang lebih intens secara defensif dan dalam pressing, sangat mirip dengan apa yang dibawa Raphinha.

Pemain asal Inggris ini dikenal karena kecepatan, agresi, dan pressing tanpa henti dari lini depan. Ia membawa elemen ketidakpastian, direktif, dan sangat suka berakselerasi ke ruang di belakang bek lawan. Meskipun utamanya adalah winger kiri, Gordon memiliki fleksibilitas untuk bermain di seluruh lini serang dan pernah beroperasi sebagai false nine.

Perbandingan statistik musim 2025/2026 menunjukkan bahwa Gordon adalah dribbler yang lebih baik dengan tingkat keberhasilan take-on 48.48%, jauh di atas Rashford yang hanya 33.33%. Ia juga memenangkan lebih banyak duel per 90 menit, menunjukkan kontribusi yang lebih besar dalam aspek bertahan dan perebutan bola.

Dampak Kedatangan Gordon terhadap Marcus Rashford

Kedatangan Anthony Gordon secara langsung mempersulit peluang Marcus Rashford untuk bertahan di Camp Nou. Keduanya beroperasi di posisi yang sama, terutama sebagai winger kiri, sehingga Gordon secara efektif datang untuk mengambil tempat Rashford.

Meskipun manajer Hansi Flick puas dengan kontribusi Rashford dan terbuka untuk mempertahankannya, para pengambil keputusan lain di klub memiliki keraguan. Keraguan ini terutama terkait dengan komitmen finansial dan struktur kontrak jangka panjang untuk pemain berusia 28 tahun. Barcelona juga diketahui mengejar target penyerang lain, seperti Julian Alvarez atau Joao Pedro, yang jika berhasil direkrut, akan semakin mengurangi kebutuhan akan Marcus Rashford dalam skuad.