Indonesia Bakal Miliki Training Center untuk Atlet Paralimpik

Indonesia Paralympic Training Center dibangun di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Fasilitas mewah akan memanjakan atlet difabel Indonesia.

OlehThomas
Diterbitkan 17 Juni 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia bakal memiliki pusat pelatihan terpadu bagi atlet penyandang disabilitas pertama di Asia Tenggara. Tempat pemusatan latihan untuk atlet paralimpik itu akan dibangun di Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dilansir Antara, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo telah meninjau langsung proyek Indonesia Paralympic Training Center (IPTC) pada Senin (15/6/2026). Kunjungan ini merupakan komitmen dari sinergi Nindya Karya bersama pemerintah pusat dalam memastikan pembangunan fasilitas pelatihan atlet paralimpiade Indonesia berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

"Rencana lanjutan yang akan dilaksanakan adalah pembangunan Gedung Edukasi dan Gelanggang Olahraga (GOR) Tahap II yang dinilai lebih mendesak untuk mendukung proses pembinaan atlet," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dilansir Antara.

Rencana pembangunan IPTC ini disesuaikan dengan kebutuhan aktual yang disampaikan oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Fasilitas Olahraga

Tak cuma membangun Gedung Edukasi berkapasitas sekitar 400 orang, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan training center untuk cabang olahraga beregu, pembangunan skybridge yang menghubungkan antarbangunan, serta penguatan sistem kelistrikan melalui penyediaan genset hybrid guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan aktivitas para atlet.

"Pasti kita bangun skybridge. Jadi nanti supaya teman-teman tidak kesulitan untuk moving (berpindah) ke tempat lainnya. Terkait genset hybrid, kemarin sebetulnya harusnya sudah ada, namun karena ada penambahan kuota daya, sempat ditunda. Sekarang ini menjadi prioritas," tambahnya.

Tempat Mengasah Kemampuan Atlet Difabel Indonesia

Pembangunan fasilitas tambahan ini akan melengkapi kawasan IPTC yang saat ini telah berdiri di atas lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi dengan berbagai sarana olahraga berstandar internasional. Fasilitas tersebut mencakup arena berbagai cabang olahraga paralimpiade, kolam renang, lapangan sepak bola, lintasan atletik, hingga hunian atlet yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan aksesibilitas.

IPTC, yang dibangun oleh PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana, diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi atlet-atlet difabel Indonesia untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat dunia.

Â