Ultimate Downhill 2026 Seri Pasuruan: Agung Prio dan Putra Ganda Mengancam Posisi Andy Prayoga

Balapan sepeda downhill Ultimate Downhill 2026 akan panas memasuki seri kedua di Pasuruan. Kondisi Andy Prayoga yang belum fit betul bisa dimanfaatkan pesaing.

OlehThomas
Diterbitkan 09 Oktober 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan perebutan gelar juara umum 76 Ultimate Downhill 2026 semakin memanas. Para pembalap downhill elite Indonesia bakal kembali beradu kecepatan dan keterampilan pada putaran kedua yang berlangsung di Arjuno Bike Park, Pasuruan, Jawa Timur, 16-18 Oktober 2026.

Seri kali ini diprediksi menghadirkan persaingan sengit, terutama di kelas Men Elite. Selain perburuan poin yang semakin ketat, para pembalap juga harus beradaptasi dengan karakter lintasan baru yang mengalami perubahan signifikan dibandingkan sebelumnya.

Andy Prayoga masih memimpin klasemen sementara Men Elite dengan koleksi 260 poin. Namun, posisinya belum sepenuhnya aman karena Agung Prio Apriliano membuntuti di urutan kedua dengan selisih 50 poin. Sementara itu, Putra Ganda Arrozak berada di peringkat ketiga dengan jarak 60 poin dari pemuncak klasemen.

Situasi tersebut membuat putaran kedua di Pasuruan menjadi kesempatan penting bagi para pesaing Andy untuk memangkas jarak sekaligus memperbesar peluang merebut gelar juara umum.

Persaingan semakin menarik karena kondisi Andy disebut belum sepenuhnya bugar. Kondisi ini membuka peluang bagi Agung dan Putra yang tengah menunjukkan konsistensi untuk memberikan tekanan lebih besar dalam perebutan poin.

Lintasan Arjuno Berubah hingga 45 Persen

Penyelenggara 76 Ultimate Downhill 2026, 76Rider, menghadirkan sejumlah pembaruan untuk meningkatkan tantangan bagi para pembalap. Setelah seri perdana digelar di Bukit Hijau Bike Park, Bantul, Yogyakarta, pada Mei 2026, Arjuno Bike Park dipilih sebagai lokasi putaran kedua dengan karakter lintasan yang lebih menantang.

Perwakilan 76Rider, Agnes C. Wuisan, mengatakan penyegaran lokasi dan desain lintasan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknis serta daya saing pembalap downhill nasional.

"Kami terus mencoba melakukan penyegaran, baik dalam pemilihan lokasi maupun layout lintasan. Tujuannya supaya setiap rider terbiasa dan cepat beradaptasi dengan berbagai karakter lintasan," ujar Agnes.

Menurut dia, kemampuan beradaptasi menjadi aspek penting bagi para pembalap, terutama ketika menghadapi kejuaraan dengan standar internasional. Kehadiran seri Pasuruan juga diharapkan menarik perhatian penggemar dan komunitas downhill di Jawa Timur serta wilayah sekitarnya.

Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan Arjuno Bike Park sebenarnya sudah cukup dikenal sebagai lokasi latihan favorit para pembalap asal Jawa Timur. Namun, lintasan yang digunakan pada kejuaraan kali ini menghadirkan tantangan berbeda.

Perubahan layout disebut mencapai 45 persen, dengan perpaduan rintangan alami dan buatan. Panjang lintasan juga bertambah menjadi hampir 1.800 meter, lebih panjang dibandingkan rata-rata lintasan sekitar 1.500 meter pada tahun sebelumnya.

Pembaruan tersebut diharapkan menguji kemampuan pembalap dalam menjaga kecepatan, memilih jalur, mengendalikan sepeda, serta menaklukkan berbagai rintangan teknis.

Agung Prio Apriliano Siap Tampil All-Out

Dengan selisih 50 poin dari Andy Prayoga, Agung Prio Apriliano bertekad memanfaatkan putaran kedua untuk memperkuat posisinya dalam perburuan gelar juara umum.

Pembalap Astrindo Racing yang berstatus juara nasional 2025 dan 2026 itu menegaskan tidak ingin sekadar bermain aman. Ia berencana tampil agresif, tetapi tetap memperhitungkan risiko dan strategi saat menghadapi lintasan Arjuno Bike Park.

"Pendekatan saya di Arjuno adalah all-out namun tetap terkalkulasi. Saya percaya penuh dengan kemampuan fisik dan set-up sepeda saat ini untuk menyerang lintasan secara maksimal sejak sesi seeding run," kata Agung.

Pembalap yang akrab disapa Super Prilly tersebut memiliki modal berupa pengalamannya mengenal karakter Arjuno Bike Park. Meski demikian, perubahan layout hingga 45 persen membuatnya tetap harus mempersiapkan strategi secara matang.

Agung juga memberikan perhatian khusus terhadap pengaturan suspensi, pemilihan ban, serta penggunaan insert ban seperti CushCore untuk menjaga traksi dan kestabilan saat melintasi bagian teknis.

Persiapan tersebut diharapkan membantunya mempertahankan momentum kecepatan ketika melewati rock garden maupun tikungan yang membutuhkan kontrol sepeda secara presisi.

Sepuluh Kelas Siap Meriahkan 76 Ultimate Downhill 2026

Putaran kedua 76 Ultimate Downhill 2026 di Arjuno Bike Park tetap mempertandingkan 10 kelas untuk mengakomodasi pembalap dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan.

Tiga kelas prestasi yang menjadi sorotan utama adalah Men Elite, Women Elite, dan Junior. Selain itu, kelas Men Youth dan Women Youth tetap dipertahankan sebagai bagian dari pembinaan serta regenerasi atlet downhill Indonesia.

Sementara itu, kelas Men Master C, Men Master B, Men Master A, Men Sport A, dan Men Sport B memberikan ruang bagi para pegiat downhill untuk menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan kemampuan berkompetisi.

Dengan lintasan yang lebih panjang, perubahan layout yang signifikan, serta ketatnya persaingan poin, putaran kedua di Pasuruan berpotensi menjadi salah satu penentu penting dalam perjalanan menuju gelar juara umum 76 Ultimate Downhill 2026.

Andy Prayoga harus mempertahankan keunggulannya, sedangkan Agung Prio Apriliano, Putra Ganda Arrozak, dan Mohammad Abdul Hakim berpeluang menjadikan seri Arjuno sebagai momentum untuk mengubah peta persaingan.