Agung Prio dan Putra Ganda Berebut Gelar Juara Umum Ultimate Downhill 2026 di Kudus

Seri terakhir balap sepeda downhill Ultimate Downhill 2026 akan berlangsung di Kudus. Persaingan sengit akan terjadi dalam peburuan gelar juara umum.

OlehThomas
Diterbitkan 27 Oktober 2026, 06:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persaingan memperebutkan gelar juara umum 76 Ultimate Downhill 2026 memasuki babak penentuan. Ternadi Bike Park, Kudus, Jawa Tengah, akan menjadi saksi pertarungan sengit para downhiller dalam seri ketiga sekaligus penutup yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Dua nama menjadi sorotan utama di kelas Men Elite, yakni Agung Prio Apriliano dan Putra Ganda Arrozak. Agung saat ini memimpin klasemen dengan koleksi 510 poin, sedangkan Putra Ganda membuntuti di posisi kedua dengan 400 poin.

Meski terpaut 110 poin, persaingan belum berakhir. Putra Ganda masih berpeluang membalikkan keadaan, sementara tiga rider lain juga belum sepenuhnya kehilangan kesempatan untuk bersaing di papan atas.

Yosi Saputro menempati posisi ketiga dengan 267 poin, diikuti Andy Prayoga dengan 262 poin dan Mohammad Abdul Hakim yang mengoleksi 220 poin.

Dua seri sebelumnya di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarta, dan Arjuno Bike Park, Pasuruan, telah menghadirkan persaingan penuh dinamika. Kini, Ternadi Bike Park menjadi panggung terakhir bagi para rider untuk membuktikan kemampuan sekaligus mengamankan posisi terbaik pada akhir musim.

Perwakilan 76Rider selaku penyelenggara, Agnes C. Wuisan, menilai persaingan 76 Ultimate Downhill 2026 semakin menarik karena perubahan karakter lintasan menuntut kemampuan adaptasi yang lebih tinggi.

Sekitar 70 persen lintasan yang digunakan tahun ini berbeda dibandingkan dua musim sebelumnya. Kondisi tersebut membuat para rider tidak bisa hanya mengandalkan hafalan jalur, tetapi juga harus memiliki strategi, perhitungan teknis, dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat.

"Terjadi persaingan yang dinamis, tidak hanya di Men Elite tetapi juga di semua kelas. Ketika faktor hafalan tidak lagi ada di benak rider, mereka harus menyusun strategi baru menghadapi kejuaraan," kata Agnes.

Pada 2025, Pahraz Salman Alparisi sempat memimpin klasemen hingga seri kedua, tetapi gelar juara umum akhirnya diraih Pandu Satrio Perkasa.

Musim ini, Agung Prio, Putra Ganda, dan Yosi Saputro justru tampil sebagai tiga nama teratas dalam persaingan. Situasi tersebut membuat seri terakhir semakin sulit diprediksi.

Putra Ganda Siap Memburu Puncak Klasemen

Berada di posisi kedua tidak membuat Putra Ganda Arrozak kehilangan optimisme. Rider andalan Alaska Squad Racing Team itu justru menjadikan seri penutup sebagai kesempatan untuk merebut gelar juara umum.

Putra Ganda mengaku telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi karakter Ternadi Bike Park yang dikenal memiliki lintasan berkecepatan tinggi.

Persiapannya mencakup visualisasi lintasan, pemilihan race line, hingga penyesuaian komponen sepeda. Tekanan ban, pengaturan fork, dan rear shock menjadi beberapa aspek yang diperhatikan demi mendapatkan performa maksimal.

"Saya akan mematangkan lagi visualisasi dan pengambilan race line, karena Ternadi Bike Park adalah trek yang saya sukai, di mana minim pedaling dan punya speed tinggi," ujar Ganda.

Selain persiapan teknis, ia juga berusaha menjaga kondisi mental menjelang balapan penentuan. Menurutnya, tekanan untuk meraih kemenangan justru dapat mengganggu konsistensi ketika menjalani seeding run maupun final run.

"Untuk seri ketiga, saya berusaha tenang dan enjoy supaya bisa menjalani balapan dengan maksimal sesuai apa yang saya inginkan," tuturnya.

Persaingan Men Junior Tak Kalah Panas

Selain Men Elite, perebutan gelar juara umum di kelas Men Junior juga layak mendapat perhatian. Selisih poin di antara para pesaing teratas masih cukup dekat untuk membuat seri terakhir menjadi penentu.

Dimas Aradhana memimpin klasemen dengan 360 poin. Ia hanya unggul 40 poin atas Ahmad Nasywa Ridhodin yang mengoleksi 320 poin, sedangkan Nazwa Agazani berada di urutan ketiga dengan 280 poin.

Bagi Nazwa, seri pamungkas bukan sekadar penutup musim, melainkan kesempatan terakhir untuk mengejar gelar juara di kelas Men Junior. Tahun ini menjadi momen penting sebelum dirinya beralih ke kelas Men Elite.

Rider 76Rider DH Squad itu menegaskan masih memiliki tekad kuat untuk membalikkan keadaan. Ia menyadari peluang menuju puncak klasemen tetap terbuka, tetapi membutuhkan penampilan maksimal, terutama pada final run.

"Apapun masih bisa terjadi, karena tidak ada yang tak mungkin kalau mau berusaha. Strategi untuk mencapai posisi puncak itu masih terbuka, namun harus dicapai dengan catatan waktu tercepat di final run," tegas Nazwa.

Ternadi Bike Park Siapkan Pembaruan Lintasan

Event Director 76 Ultimate Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan Ternadi Bike Park menjadi satu-satunya venue yang dipertahankan pada musim 2026. Meski demikian, penyelenggara tetap melakukan penyesuaian lintasan untuk mengurangi faktor hafalan para rider.

Salah satu perubahan dilakukan pada bagian tengah lintasan. Sementara itu, pembaruan yang lebih besar direncanakan untuk diupayakan pada musim berikutnya dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan.

Penyelenggara juga melakukan inovasi dalam penyajian informasi catatan waktu. Sejak seri kedua, catatan waktu yang sebelumnya hanya tersedia di finish gate turut ditampilkan melalui layar LED di area finis.

Langkah tersebut diharapkan membantu rider mengevaluasi performa secara lebih terukur, termasuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi peningkatan atau penurunan waktu tempuh.

"Downhill tidak melulu soal kecepatan, tetapi juga harus berdasarkan data-data akurat dan terukur," kata Aditya.

Seri ketiga 76 Ultimate Downhill 2026 akan mempertandingkan 10 kategori, yakni Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Master A, Men Master B, Men Master C, Men Sport A, Men Sport B, Men Youth, dan Women Youth.

Dengan kualifikasi Union Cycliste Internationale (UCI) level C1, Ternadi Bike Park kembali menjadi panggung bagi para rider untuk menguji kemampuan di lintasan berkarakter ekstrem.