Mengenang Gol Olimpico Marcos Coll, Satu-satunya di Piala Dunia

Marcos Coll, gelandang Kolombia, mencetak satu-satunya 'gol Olimpico sepanjang sejarah Piala Dunia.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejarah Piala Dunia dipenuhi dengan momen-momen tak terlupakan, namun ada satu gol yang berdiri sendiri dalam keunikannya. Aksi gelandang Kolombia Marcos Coll yang merobek gawang lawan dari tendangan penjuru alias gol Olimpico.

Gol spektakuler ini menjadi satu-satunya yang pernah terjadi dalam ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Momen ikonik ini bukan hanya mencatatkan nama Coll dalam buku sejarah, tetapi juga menjadi titik balik dramatis dalam pertandingan yang penuh kejutan.

Gol bersejarah ini terjadi pada Piala Dunia 196ia 1962 yang diselenggarakan di Chile, saat Kolombia berhadapan dengan tim Uni Soviet yang tangguh. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 4-4, sebuah hasil yang tidak terduga mengingat dominasi Uni Soviet di awal laga. Keberhasilan Coll menaklukkan kiper legendaris Lev Yashin dari sudut lapangan menjadi cerita yang terus dikenang hingga kini, menegaskan warisan abadi sang 'El Olimpico'.

Hingga saat ini, belum ada pemain lain yang mampu mengulang prestasi Marcos Coll di panggung Piala Dunia. Keunikan golnya, yang menggabungkan teknik, keberuntungan, dan kondisi lapangan, menjadikannya sebuah legenda yang terus diceritakan dari generasi ke generasi. Kisah gol olimpik ini adalah bukti bahwa dalam sepak bola, kejutan dan keajaiban bisa datang dari mana saja, bahkan dari sebuah tendangan sudut yang tampak biasa.

Momen Bersejarah Gol Olimpik di Piala Dunia 1962

Pada Piala Dunia 1962 di Chile, Marcos Coll mengukir sejarah dengan mencetak gol langsung dari tendangan sudut, sebuah fenomena yang dikenal sebagai gol Olimpico. Momen luar biasa ini terjadi dalam pertandingan antara Kolombia melawan Uni Soviet, yang berakhir dengan skor imbang 4-4. Gol tersebut tidak hanya mengejutkan para penonton, tetapi juga kiper legendaris Uni Soviet, Lev Yashin, yang dikenal sebagai 'Laba-laba Hitam' karena kehebatannya di bawah mistar gawang.

Pertandingan yang berlangsung di Estadio Carlos Dittborn, Arica, ini menjadi saksi bisu keajaiban. Uni Soviet memulai laga dengan sangat dominan, berhasil mencetak tiga gol dalam 11 menit pertama. Kolombia sempat membalas satu gol sebelum jeda, namun Uni Soviet kembali memperlebar keunggulan di awal babak kedua, membuat Kolombia tertinggal 3-1 dan di ambang kekalahan kedua di babak penyisihan grup.

Namun, semangat juang Kolombia tidak padam. Gol Coll pada menit ke-68 menjadi titik balik yang membangkitkan asa tim. Empat menit setelah gol Coll, Antonio Rada berhasil memperkecil ketertinggalan, dan Marino Klinger menyamakan kedudukan di menit-menit akhir, mengubah skor menjadi 4-4 yang dramatis. Hasil imbang ini menjadi puncak keikutsertaan Kolombia dalam Piala Dunia pertamanya, meskipun mereka akhirnya tersingkir setelah babak penyisihan grup.

Detik-Detik Gol Tak Terduga Marcos Coll

Gol Olimpico yang dicetak Marcos Coll pada menit ke-68 tersebut adalah sebuah mahakarya tak terduga. Coll sendiri menyatakan dalam wawancara FIFA pada awal 2014 bahwa ia tidak berniat untuk langsung mencetak gol dari tendangan sudut. Ia mengirimkan umpan melengkung setinggi pinggang ke arah gawang lawan.

Kombinasi lengkungan bola yang dihasilkan dari tendangan Coll dan hembusan angin ternyata berhasil mengecoh bek Uni Soviet yang menjaga tiang dekat. Bahkan, kiper sekaliber Lev Yashin pun gagal mengantisipasi laju bola yang masuk ke dalam gawang. Momen ini menunjukkan bagaimana faktor-faktor tak terduga dapat berperan besar dalam menciptakan sejarah di lapangan hijau.

Kejadian ini tidak hanya menjadi gol yang indah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi Kolombia. Saat itu, Los Cafeteros sangat membutuhkan dorongan moral ketika mereka tertinggal 3-1. Gol Coll memberikan momentum yang sangat dibutuhkan, memicu kebangkitan tim untuk menyamakan kedudukan dan mengamankan hasil imbang yang heroik.

Warisan 'El Olimpico' dan Sejarah Piala Dunia

Marcos Coll, yang dijuluki "El Olimpico" berkat gol bersejarahnya, memiliki latar belakang sepak bola yang kuat. Ayahnya, Elias Coll, adalah wasit FIFA pertama dari Kolombia. Marcos sendiri memulai debutnya untuk klub Sporting yang berbasis di Barranquilla bahkan sebelum ulang tahunnya yang ke-17.

Sepanjang kariernya, Coll bermain untuk beberapa klub di tanah kelahirannya, Argentina, dan Meksiko, menunjukkan bakat dan dedikasinya terhadap olahraga ini. Warisan sepak bola Coll juga berlanjut ke generasi berikutnya; salah satu dari lima putranya, Mario, juga menjadi pemain sepak bola dan mencatatkan lima penampilan untuk tim nasional negaranya.

Marcos Coll meninggal dunia pada tahun 2017 di usia 81 tahun, meninggalkan warisan abadi dalam sejarah sepak bola. Hingga saat ini, belum ada pemain lain yang berhasil mencetak gol langsung dari tendangan sudut di ajang Piala Dunia, menjadikan prestasi Coll sebagai rekor yang belum terpecahkan. Keunikan golnya memastikan namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu pencetak gol paling istimewa dalam sejarah piala dunia.