Fakta Menarik Trofi Piala Dunia: Emas Asli, Bernilai Rp 359,7 Miliar

Berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang trofi Piala Dunia yang mungkin belum banyak diketahui orang.

Diterbitkan 13 Juni 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menjadi momen yang sangat penting dalam sejarah sepak bola. Untuk pertama kalinya, sebanyak 48 negara akan bertanding untuk meraih trofi prestisius ini di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Namun, di balik kemewahan acara ini, masih ada banyak pertanyaan yang sering muncul terkait dengan trofi Piala Dunia.

Misalnya, "Apakah trofi tersebut terbuat dari emas murni?" atau "Berapa nilai dari trofi ini?" serta "Apakah tim yang menjadi juara dapat menyimpannya selamanya?"

Terkait dengan pertanyaan mengenai apakah trofi Piala Dunia terbuat dari emas asli, jawabannya adalah ya, namun tidak sepenuhnya benar. 

Trofi ini memang terbuat dari emas 18 karat, tetapi bagian dalamnya tidak padat dan sengaja dirancang berongga.

Di bagian alas, trofi juga dikelilingi oleh dua cincin yang terbuat dari batu malasit berwarna hijau, yang merupakan salah satu ciri khas dari desainnya.

Trofi yang saat ini digunakan dirancang oleh seniman Italia bernama Silvio Gazzaniga pada tahun 1971. Karya seni ini memiliki tinggi 36,5 sentimeter dan dibuat dengan menggunakan emas 18 karat, yang setara dengan 75 persen kandungan emas murni.

Para ahli memperkirakan bahwa jika trofi tersebut dibuat sepenuhnya dari emas padat, beratnya bisa mencapai antara 70 hingga 80 kilogram.

Bobot yang sangat berat ini tentu akan menyulitkan para pemain untuk mengangkatnya saat merayakan kemenangan.

Berapa Nilai Trofi Piala Dunia?

Trofi Piala Dunia kerap kali dianggap sebagai gelar olahraga termahal di seluruh dunia. Jika kita hanya mempertimbangkan nilai materialnya, emas dan malasit yang digunakan dalam pembuatan trofi ini diperkirakan memiliki nilai antara US$ 250-300 ribu, tergantung pada fluktuasi harga emas di pasar.

Namun, nilai yang sesungguhnya dari trofi ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga bahan-bahan pembuatnya. Dengan adanya nilai sejarah, budaya, dan olahraga yang sangat signifikan, trofi Piala Dunia diperkirakan bernilai sekitar US$ 20 juta. Sebagai perbandingan, Trofi Vince Lombardi yang diberikan kepada pemenang Super Bowl NFL hanya diperkirakan bernilai sekitar US$ 50 ribu.

Berat Trofi Piala Dunia

Berat resmi dari trofi Piala Dunia adalah 6,175 kilogram. Meskipun terbuat dari bahan yang berharga, bagian dalam trofi ini berongga dan alasnya menggunakan malasit, yang lebih ringan daripada emas. Dengan desain tersebut, trofi ini tetap seimbang dan mudah untuk diangkat oleh para pemain saat acara penyerahan trofi. Hal ini memungkinkan para atlet untuk merayakan kemenangan mereka dengan lebih mudah, tanpa merasa terbebani oleh berat trofi yang mereka terima.

Desain yang cermat ini tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga memastikan bahwa momen penyerahan trofi menjadi lebih berkesan bagi semua yang terlibat. Dengan demikian, trofi Piala Dunia tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan para penerimanya.

Juara Piala Dunia Bisa Simpan Trofi Asli?

Tim yang berhasil meraih gelar juara tidak diizinkan untuk menyimpan trofi emas yang asli. Trofi asli hanya diperlihatkan di lapangan selama perayaan setelah pertandingan final berakhir dan pada saat seremoni penyerahan hadiah. Setelah semua rangkaian acara tersebut selesai, petugas FIFA akan segera mengambil kembali trofi itu dengan pengamanan yang sangat ketat.

Sebagai pengganti, negara yang menjadi juara akan menerima replika permanen yang terbuat dari perunggu yang dilapisi emas. Replika ini secara resmi disebut sebagai "World Cup Winners' Trophy."

Sementara itu, trofi asli yang memiliki nilai puluhan juta dolar akan dikembalikan ke tempat penyimpanannya di FIFA World Football Museum yang terletak di Zurich, Swiss. Dengan demikian, meskipun negara juara tidak bisa menyimpan trofi asli, mereka tetap mendapatkan simbol prestasi yang berharga.

Alasan FIFA Larang Juara Simpan Trofi Asli

Kebijakan ini dirancang untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah Piala Dunia. Pada masa kepemilikan Trofi Jules Rimet, negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali berhak untuk memiliki trofi tersebut secara permanen.

Brasil menjadi negara pertama yang memenuhi kriteria tersebut setelah meraih gelar juara Piala Dunia pada tahun 1970. Namun, ketika FIFA meluncurkan trofi baru untuk Piala Dunia 1974, peraturan tersebut dihapuskan. Sejak saat itu, trofi asli ditetapkan sebagai milik permanen FIFA.

Pemenang Piala Dunia kini hanya akan menerima replika trofi, sehingga trofi asli dapat terlindungi dari berbagai risiko seperti kerusakan, kehilangan, maupun pencurian. Dengan langkah ini, FIFA berupaya memastikan bahwa warisan berharga dari Piala Dunia tetap aman dan terjaga untuk generasi mendatang.

Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen FIFA dalam menjaga integritas dan nilai sejarah yang terkandung dalam trofi tersebut. Dengan demikian, meskipun ada perubahan dalam kepemilikan, nilai simbolis dari trofi tetap terjaga dengan baik.

Siapa yang Diizinkan Sentuh Trofi Asli?

FIFA memiliki peraturan yang sangat ketat terkait siapa saja yang diperbolehkan untuk menyentuh trofi asli tanpa menggunakan sarung tangan. Berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh FIFA, hanya dua kelompok yang diizinkan untuk memegang trofi emas tersebut secara langsung. Mereka adalah pemain dan pelatih yang berhasil menjuarai Piala Dunia serta kepala negara yang sedang menjabat, termasuk presiden, perdana menteri, atau raja.

Orang-orang di luar dua kelompok tersebut, seperti tamu selebritas, petugas stadion, dan delegasi FIFA, diwajibkan untuk menggunakan sarung tangan putih atau bahkan tidak diperkenankan untuk menyentuh trofi sama sekali. Oleh karena itu, trofi Piala Dunia tidak hanya menjadi simbol kejayaan tertinggi dalam sepak bola, tetapi juga merupakan salah satu benda yang paling dijaga dan dilindungi di dunia olahraga.

 

SUmber: Hery Kurniawan (Bola.com)