Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026

Pada empat laga pertama Piala Dunia 2026, para pemain mengenakan sepatu berwarna cerah yang mencolok, yaitu pink terang.

Diterbitkan 13 Juni 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Terdapat pemandangan yang sangat menarik dan tidak bisa diabaikan pada awal Piala Dunia 2026. Dalam dua pertandingan yang telah berlangsung, tampak warna-warna mencolok menghiasi sepatu para pemain, dan yang paling mencolok adalah warna pink terang yang mendominasi lapangan, bukan hitam atau putih.

Kejadian ini sangat jelas terlihat pada laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan yang berlangsung di Estadio Azteca, Mexico City, Jumat (12/06/2026) dini hari WIB. Hampir seluruh pemain di lapangan mengenakan sepatu berwarna pink, menciptakan tampilan visual yang sangat mencolok di tengah lapangan yang dipenuhi rumput hijau.

Di pertandingan lain yang berlangsung di Grup A, antara Korea Selatan dan Republik Ceko di Guadalajara Stadium pada Jumat pagi WIB, sebagian besar pemain juga memilih sepatu pink.

Begitu pula pada dua partai berikutnya, Kanada vs Bosnia-Herzegovina (Grup B) serta Amerika Serikat vs Paraguay (Grup D).

Pemandangan ini tentunya menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa warna pink menjadi pilihan utama bagi para pemain di turnamen sepak bola terbesar di dunia ini?

Dari Hitam Menjadi Beraneka Warna

Dalam melihat sejarah, sepatu sepak bola pada masa lalu sangat lekat dengan warna hitam. Selama beberapa dekade, hampir semua atlet menggunakan desain yang serupa tanpa banyak variasi yang terlihat.

Namun, tren ini mengalami perubahan yang signifikan dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. Para produsen perlengkapan olahraga mulai memperkenalkan berbagai warna cerah untuk menarik perhatian konsumen dan membedakan produk mereka dari kompetitor lainnya.

Saat ini, menjelang Piala Dunia 2026, situasinya tampak kembali ke pola yang berbeda. Banyak pemain terlihat mengenakan warna yang sama, namun kali ini bukan hitam, melainkan pink. Alasan di balik fenomena ini cukup sederhana.

Tiga raksasa di industri perlengkapan olahraga dunia, yaitu Nike, Adidas, dan Puma, secara bersamaan meluncurkan koleksi sepatu terbaru dengan nuansa warna yang serupa menjelang turnamen ini. Akibatnya, warna pink kini menjadi pemandangan yang mendominasi hampir di setiap pertandingan yang berlangsung.

Pink Bakal Jadi Tren

Menarik untuk dicatat bahwa tren ini tidak muncul secara mendadak. Pada tahun 2024, lembaga peramal tren konsumen global, WGSN, memperkirakan bahwa warna "Electric Fuchsia" akan menjadi salah satu warna yang paling digemari pada musim panas tahun 2026. Warna ini diuraikan sebagai kombinasi neon yang cerah, terletak di antara warna pink dan ungu, serta memiliki karakter modern yang sangat mencolok.

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa para desainer dari Nike, Adidas, atau Puma secara langsung merujuk pada prediksi tersebut, kemunculan warna yang serupa secara bersamaan dari berbagai merek besar menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah ini benar-benar kebetulan atau ada faktor lain yang mempengaruhi?

Fenomena sepatu berwarna pink mencerminkan semakin kuatnya keterkaitan antara dunia sepak bola dan industri mode. Proses pengembangan produk ini biasanya dimulai hingga dua tahun sebelum peluncuran, di mana produsen melakukan konsultasi dengan lembaga yang memprediksi tren untuk menentukan warna, tema, dan desain yang diperkirakan akan menarik perhatian pasar di masa depan.

Selain mempertimbangkan tren, ada juga aspek teknis yang menjadikan warna pink sebagai pilihan yang sangat tepat. Warna ini menciptakan kontras yang mencolok dengan lapangan yang berwarna hijau. Baik saat disaksikan langsung di stadion, melalui siaran televisi, atau dalam cuplikan video di media sosial, sepatu pink jauh lebih mudah dikenali dibandingkan dengan warna lainnya.

Dalam tayangan ulang gerak lambat maupun pertandingan malam yang disinari lampu stadion, warna pink tetap terlihat mencolok. Dengan kata lain, pink memberikan visibilitas tinggi yang sangat menguntungkan bagi pemain dan juga produsen.

Apakah Sulit Tampil Berbeda

Di balik fenomena ini, terdapat ironi yang cukup menarik. Setiap produsen awalnya memiliki tujuan untuk menciptakan desain yang unik agar mudah dikenali oleh masyarakat. Namun, ketika sebagian besar merek besar sepakat untuk menggunakan warna yang serupa, muncullah pertanyaan baru. "Jika seluruh pemain mengenakan sepatu pink, apakah desain mereka masih benar-benar mampu tampil menonjol?" Pertanyaan ini menimbulkan refleksi tentang keunikan dalam desain di tengah homogenitas warna yang ada.

Terlepas dari jawaban yang mungkin muncul, satu hal yang jelas adalah bahwa saat ini, warna pink telah mengambil alih panggung utama dalam dunia sepak bola, terutama di Piala Dunia 2026. Ini menunjukkan bagaimana tren dapat mempengaruhi persepsi dan identitas merek dalam industri olahraga. Dengan demikian, meskipun tujuan awalnya adalah untuk membedakan diri, kenyataannya bisa jadi justru sebaliknya.

 

Sumber: Rizki Hidayat (Bola.com)