Gol Swiss Jadi Kontroversi VAR Pertama Piala Dunia 2026, FIFA Dikritik seperti 'Diktator'

Gol penalti Swiss jadi kontroversi karena terindikasi offiside sebelum terjadi pelanggaraan.

Diterbitkan 14 Juni 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kontroversi pertandingan terkait Video Assistant Referee (VAR) pertama Piala Dunia 2026 muncul dalam duel Qatar versus Swiss. Perdebatan itu berkaitan dengan terciptanya gol pertama Team Nati -julukan Swiss- hingga Swiss disebut legenda sepak bola dunia bak diktator.

Pertandingan Qatar vs Swiss telah berakhir dengan kedua tim harus puas berbagi angka 1-1 di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, Amerika Serikat pada Minggu (14/6/2026). Itu jadi hasil bersejarah bagi Qatar karena berhasil meraih poin pertama sepanjang sejarah di Piala Dunia.

Di luar cerita bersejarah Qatar, pertandingan itu ternyata menghasilkan kontroversi VAR pertama di Piala Dunia 2026. Yakni pada proses terjadinya gol Swiss di babak pertama lewat penalti Breel Embolo pada menit ke-17.

Semua bermula dari pemain Swiss, Remo Freuler yang mengejar bola sundulan di dalam kotak penalti dan terlibat benturan keras dengan penjaga gawang Qatar, Mahmud Abunada. Wasit Hector Martinez asal Honduras kemudian menunjuk titik putih untuk Team Nati.

Namun, dalam proses sebelum pelanggaran terjadi, terdapat indikasi offside. Qatar kemudian melontarkan protes terhadap kemungkinan offside oleh Remo Freuler. Tapi siaran gagal menunjukkan tayangan ulang yang mengonfirmasi bahwa pemain Swiss tersebut berada dalam posisi onside, sesuatu yang wajib.

FIFA seperti Diktator

Gol Embolo itu pun menuai pro dan kontra. Kritikan tajam menghujani FIFA, termasuk dari legenda Inggris Gary Neville selaku komentator ITV, melontarkan kritik tajam dengan menyebut pendekatan FIFA tersebut layaknya tindakan "diktator" karena tetap mempertahankan keputusan awal tanpa membagikan bukti definitif kepada penonton di stadion maupun pemirsa di rumah.

"Kita semua yang duduk di sini berpikir demikian, dan semua orang di rumah juga akan berpikir, gol tersebut offside. FIFA adalah penyelenggara, mereka memiliki bukti dari keputusan otomatis itu, mengapa mereka tidak menunjukkannya kepada kita? Mereka melakukan ini pada turnamen lalu," kata Neville.

"Penggemar sudah telanjur tidak percaya. Ada tanda tanya besar dari [keputusan] itu karena itu offside sampai mereka membuktikan hal sebaliknya kepada saya. Ini seperti diktator dalam gagasan bahwa mereka menyimpan bukti ini dan tidak menunjukkannya kepada penggemar. Ini konyol. Buktikan kepada kita bahwa itu offside. Di mana transparansinya?" tambahnya.

Ian Wright Ikut Kesal

Legenda Inggris lain, Ian Wright turut menyuarakan kekesalannya kepada FIFA terkait sikapnya dalam insiden tersebut.

"Mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Kita melihatnya sekarang. Ini memalukan," kata Wright.

Namun, protokol FIFA menetapkan bahwa grafik offside semi-otomatis hanya ditampilkan ketika tinjauan VAR menghasilkan keputusan yang dibatalkan. Karena itu, garis-garis tersebut tidak diperlihatkan dalam kasus ini.

Pembelaan Mantan Wasit FIFA

Sementara kritik terhadap kurangnya transparansi FIFA terus meningkat, analis wasit tetap ITV sekaligus wasit berlisensi Christina Unkel, memberikan pembelaan dengan bersikeras bahwa teknologi offside semi-otomatis yang ditingkatkan dalam turnamen tersebut akan secara tepat mengidentifikasi Freuler sebagai onside.

"Tidak ada toleransi yang terintegrasi dalam sistem. Namun, teknologi yang diterapkan di Piala Dunia ini berada pada level yang lebih tinggi sehingga akan lebih tajam dan jelas. Anda tidak terlalu jauh dari kenyataan, memang tampak seperti offside dari skenario kami di sini juga," jelasnya.

"Tetapi teknologinya sangat canggih, sehingga mampu menentukan dengan sangat akurat hingga sentimeter. Jadi ini adalah offside yang sangat tipis, tetapi teknologi memeriksa keduanya, ada dua potensi interaksi offside," tambah Unkel.

Klarifikasi FIFA

FIFA sebagai induk sepak bola dunia pun sampai mengeluarkan pernyataan untuk menjelaskan alasan mengapa tayangan tersebut tidak ditampilkan.

"Selama pertandingan Qatar vs. Swiss di San Francisco Bay Area, gangguan teknis singkat mencegah animasi grafik onside dihasilkan sebelum penalti yang diberikan kepada Swiss pada menit ke-14. Masalah tersebut segera teratasi," tulis FIFA.

"Alur kerja VAR tidak terpengaruh oleh masalah ini dan mengikuti prosedur normal dalam memeriksa keputusan di lapangan. Garis yang digunakan oleh VAR untuk memeriksa posisi pemain yang bersangkutan tidak menunjukkan pemain penyerang berada dalam posisi offside dalam salah satu dari dua situasi tepat sebelum keputusan penalti," sambung pernyataan resmi FIFA.