FIFA Perlakukan Khusus Pemain Muslim Peraih Man of The Match di Piala Dunia 2026

Pemain muslim yang dapat penghargaan man of the match dari FIFA di Piala Dunia 2026 akan menerima trofi berbeda.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - FIFA menunjukkan toleransi terkait pemberian penghargaan pemain terbaik pertandingan Piala Dunia 2026. Induk sepak bola dunia itu memberikan perlakuan khusus untuk sejumlah pemain terpilih, terutama bagi muslim.

Piala Dunia 2026 telah memainkan 40 pertandingan fase penyisihan grup. Artinya 40 dari total 104 penghargaan pemain terbaik pertandingan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada telah dibagikan usai laga.

Penghargaan itu diberikan kepada pemain-pemain top dunia seperti Lionel Messi, Erling Haaland, Harry Kane, dan Michael Olise, maupun mereka yang baru dikenal seperti kiper Tanjung Verde, Vozinha dan Eloy Room, penjaga gawang Curacao.

Berdasarkan laporan SportBible, para pemenang penghargaan individu tersebut dipilih oleh penggemar melalui jajak pendapat daring dan dipersembahkan oleh merek bir Michelob ULTRA, yang merupakan sponsor resmi penghargaan tersebut.

Setiap pemain yang terpilih pun telah menerima penghargaan pemain terbaik pertandingan setelah laga dan berpose untuk foto, yang telah diunggah di saluran media sosial Piala Dunia FIFA.

Pendekatan Berbeda untuk Pemain Muslim

Di akun media sosial X, Michelob ULTRA juga telah membagikan konten sejumlah pemenang, seperti yang mereka lakukan di Piala Dunia Antarklub tahun lalu. Tapi, pendekatan berbeda telah diambil pada sejumlah pemain.

Langkah itu diambil mengingat Michelob ULTRA adalah merek minuman beralkohol, produk haram bagi peserta Piala Dunia yang mayoritas beragama Islam. Sehingga branding untuk foto dikonsepkan mereka berbeda.

Perbedaan itu terlihat ketika FIFA mengumumkan pemain terbaik pertandingan untuk bintang Kanada yang cedera, Ismael Kone pada laga melawan Bosnia Herzegovina, kiper Qatar Mahmoud Abunada kontra Swiss, dan talenta muda Pantai Gading Yan Diomande. Logo sponsor minuman beralkohol tersebut tidak ada di papan latar belakang.

Hal yang sama juga terjadi pada Ramin Rezaeian dari Iran, Emam Ashour dari Mesir, Ali Olwan dari Yordania, Ismael Saibari dari Maroko dan pemain muda Bayern Munchen, serta gelandang Swiss Johan Manzambi.

Sebagai gantinya, latar belakang trofi penghargaan tersebut hanya bertuliskan 'Pemain Terbaik Pertandingan', dengan logo Piala Dunia. Meskipun trofi terlihat hampir sama, logo sponsor tidak terlihat.

Penyesuaian ini disinyalir untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penolakan dari pemain muslim saat mendapatkan penghargaan pemain terbaik pertandingan.

Hal itu pernah terjadi dalam dua edisi Piala Dunia terakhir, termasuk pada 2018 di mana bir Budweiser jadi sponsor dan ada pemain yang menolak dapat penghargaan tersebut.

Dia adalah Kiper Mesir Mohamed El-Shenawy, yang menerima penghargaan tersebut setelah penampilan gemilang dalam pertandingan grup A melawan Uruguay. Kala itu Mesir kalah 0-1 gegara gol menit ke-89 Jose Gimenez.

Namun ketika penghargaan itu diberikan, El-Shenawy menolak menerimanya karena alasan agama. Sebuah foto dirinya yang tampak mengangkat tangan sebagai tanda penolakan tersebut pun saat itu beredar d media sosial.