Malaysia Siap Ikut Bersaing Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Wakil PM Ahmad Zahid Hamidi menyatakan ambisi Malaysia menjadi tuan rumah Piala Dunia dan berharap timnas tampil mewakili ASEAN.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Malaysia membuka peluang untuk maju sebagai tuan rumah Piala Dunia. Ambisi itu disampaikan Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi.

Perhelatan Piala Dunia 2026 baru rampung. Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi WIB.

Amerika Serikat sukses menjadi tuan rumah edisi ke-23, kedua kalinya setelah 1994.

Setelah AS Sukses, Malaysia Ikut Membidik Hak Tuan Rumah

Pemerintah AS, melalui Presiden Donald Trump, disebut ingin kembali menggelar Piala Dunia. Namun AS harus menunggu setidaknya 12 tahun atau lebih, mengingat edisi 2030 akan dimainkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama, sementara 2034 ditetapkan untuk Arab Saudi.

"Jika Allah menghendaki, suatu hari nanti kita akan menjadikan Malaysia sebagai tuan rumah Piala Dunia. Dan saya sangat berharap, ketika momen bersejarah itu tiba, tim nasional Malaysia akan dengan bangga mewakili yang terbaik dari Asia Tenggara dalam turnamen akbar ini," ucapnya seperti dikutip dari Soha.

Ahmad Zahid Hamidi juga menyampaikan aspirasinya untuk mengangkat derajat sepak bola Malaysia agar mampu bersaing di level tertinggi kawasan.

Rintangan ASEAN Menuju Putaran Final

Untuk tim-tim Asia Tenggara, jalan menuju putaran final Piala Dunia masih terjal. Dalam sejarah modern, belum ada wakil ASEAN yang berhasil melewati babak kualifikasi untuk lolos.

Satu-satunya penampilan dari kawasan ini tercatat pada 1938 ketika Indonesia masih bernama Hindia Belanda dan belum berstatus negara merdeka.

Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia menjadi tim ASEAN yang melangkah paling jauh, tetapi tetap gagal menembus babak berikutnya.

Adapun Malaysia terhenti di putaran kedua kualifikasi. Di level kontinental, mereka baru-baru ini tersisih dari kualifikasi Piala Asia akibat skandal dokumen pemain naturalisasi yang tidak sah.

Format 64 Tim Dinilai Buka Peluang

Wacana perluasan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim mulai edisi 2030 dipandang sebagai katalis bagi negara-negara Asia Tenggara.

Banyak pihak meyakini perubahan ini bisa membuka jalan bagi negara sepak bola kelas menengah, termasuk Malaysia.

Di kawasan ASEAN, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia termasuk di antara tim yang dinilai punya potensi bila FIFA secara resmi mengadopsi format 64 tim.

Pernyataan ambisius Zahid hadir di tengah aksi boikot sebagian penggemar terhadap tim nasional Malaysia. Menyusul skandal penggunaan pemain naturalisasi secara ilegal dalam kualifikasi Piala Asia 2027, citra sepak bola nasional Malaysia turut tercoreng.