Alasan Ivan Toney Masuk Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026

Thomas Tuchel punya alasan kuat memanggil Ivan Toney ke skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 meski lama menghilang dari Timnas Inggris.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 langsung memunculkan banyak perdebatan setelah diumumkan Thomas Tuchel pada Jumat pagi. Sejumlah nama besar justru tersingkir, sementara Ivan Toney tiba-tiba kembali masuk radar The Three Lions.

Keputusan Tuchel memanggil Toney terasa mengejutkan karena striker Al-Ahli itu nyaris menghilang dari panggung internasional selama setahun terakhir. Bahkan, penampilan terakhirnya bersama Inggris hanya berlangsung beberapa menit saat kalah dari Senegal.

Situasi itu membuat banyak pihak mempertanyakan alasan Tuchel menghidupkan kembali karier internasional mantan bomber Brentford tersebut. Terlebih, Inggris masih memiliki banyak opsi penyerang yang bermain di level tertinggi Eropa.

Namun, keputusan Tuchel tampaknya bukan sekadar perjudian spontan menjelang turnamen terbesar dunia. Ada kombinasi faktor pengalaman, karakter permainan, hingga konsistensi performa yang membuat Ivan Toney kembali mendapatkan tempat di skuad Inggris.

Mesin Gol yang Sulit Diabaikan

Ivan Toney mungkin bermain jauh dari sorotan sepak bola Eropa setelah pindah ke Al-Ahli di Liga Pro Saudi. Namun, produktivitasnya justru meningkat drastis dalam dua musim terakhir bersama klub barunya.

Penyerang berusia 30 tahun itu sudah mengoleksi 55 gol dari 62 pertandingan di Liga Pro Saudi. Catatan tersebut bahkan lebih tajam dibanding Cristiano Ronaldo yang mencetak 53 gol dalam 60 laga di kompetisi yang sama.

Produktivitas itu menjadi sinyal penting bagi Tuchel yang membutuhkan opsi berbeda di lini depan Inggris. Toney bukan hanya striker target man tradisional, tetapi juga penyerang dengan kemampuan duel, penyelesaian akhir, dan eksekusi penalti yang sangat tenang.

Inggris pernah merasakan langsung kualitas mental Toney di Euro 2024 ketika menghadapi Swiss di babak perempat final. Saat itu, ia mencetak penalti dengan gaya unik tanpa melihat bola sambil menatap langsung ke arah kiper lawan.

Tuchel Mendapat Garansi dari Orang Kepercayaannya

Faktor lain yang membuat Tuchel yakin memanggil kembali Toney adalah laporan internal dari lingkungan klub sang pemain. Pelatih Al-Ahli, Matthias Jaissle, ternyata memiliki hubungan dekat dengan Tuchel sejak keduanya berada di Stuttgart.

Hubungan tersebut membuat Tuchel memperoleh informasi detail mengenai kondisi fisik, peran taktis, hingga sikap Toney di ruang ganti. Hal itu menjadi penting karena Tuchel dikenal sangat mempertimbangkan aspek karakter pemain dalam membangun skuad turnamen.

"[Keikutsertaannya] juga sedikit mengejutkan kami. Ketika dihadapkan pada berbagai macam skenario, dia kembali masuk dalam pertimbangan," kata Tuchel.

"Saya mendapat umpan balik yang fantastis dari pelatih klubnya, yang merupakan pemain saya, dan saya memiliki hubungan yang dekat dengannya, selalu mendapat umpan balik yang fantastis tentang perannya di sana, tentang kemampuannya, dan kebugarannya," tegas Tuchel.

Sumber: BBC Sport