Cristiano Ronaldo Penuhi Janji Juara Bersama Al Nassr

Cristiano Ronaldo akhirnya membawa Al-Nassr juara setelah penantian tiga tahun penuh drama. Simak kisah haru dan perjuangan Ronaldo raih trofi di Arab Saudi!

Diterbitkan 22 Mei 2026, 11:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo akhirnya berhasil merasakan gelar juara bersama Al-Nassr setelah melalui penantian panjang yang penuh dinamika.

Trofi Saudi Pro League musim ini menjadi pencapaian pertama bagi bintang asal Portugal tersebut sejak memutuskan pindah ke Arab Saudi hampir tiga tahun lalu.

Momen keberhasilan ini terasa jauh lebih besar daripada sekadar memenangkan gelar liga biasa.

Sejak awal kedatangannya, Ronaldo memikul ekspektasi yang sangat besar sekaligus keraguan dari berbagai pihak. Namun secara perlahan, keberadaannya berhasil mengubah wajah sepak bola di Arab Saudi.

Semua langkah ini dimulai setelah wawancara kontroversialnya dengan Piers Morgan yang mengakhiri masa baktinya di Manchester United.

Dari momen tersebut, jalan menuju Al-Nassr terbuka lebar dan memicu eksodus besar-besaran para pemain top Eropa ke benua Asia.

Meskipun demikian, perjalanan Al-Nassr untuk merengkuh gelar juara sama sekali tidak berjalan mulus.

Klub telah menggelontorkan dana melimpah dan berulang kali melakukan perombakan komposisi skuad, tetapi hasilnya sempat berada jauh dari target.

Sampai pada akhirnya, racikan strategi Jorge Jesus berhasil membawa tim keluar dari tekanan berat yang berlangsung lama.

Awal Revolusi dan Investasi Besar-besaran

Pada periode awal berseragam Al-Nassr, Ronaldo sebenarnya sempat merasakan situasi yang terhitung menjanjikan.

Tim tampil kompetitif di bawah komando Rudi Garcia dan mampu bersaing ketat dalam perebutan takhta domestik.

Perubahan skala besar mulai terlihat pada bursa transfer musim panas 2023/2024.

Manajemen klub bergerak sangat agresif demi membentuk tim yang siap instan menjadi juara. Dampaknya, sederet pesepak bola papan atas Eropa mulai berdatangan ke Riyadh.

Luis Castro kemudian dipercaya menjadi juru taktik baru setelah memutuskan hengkang dari Botafogo.

Bersamaan dengan penunjukan itu, Al-Nassr mengucurkan dana lebih dari 150 juta euro untuk memperdalam kekuatan skuad mereka.

Nama-nama besar seperti Otavio, Aymeric Laporte, Sadio Mane, Marcelo Brozovic, hingga Seko Fofana resmi bergabung.

Kehadiran deretan bintang ini diharapkan mampu mempercepat langkah Ronaldo dalam merengkuh trofi pertamanya di Arab Saudi.

Dominasi Al Hilal yang Menjadi Mimpi Buruk

Namun, ambisi raksasa Al-Nassr langsung membentur tembok kokoh berupa dominasi Al Hilal pada tahun pertama Cristiano Ronaldo.

Walaupun Ronaldo sukses menggelontorkan 35 gol di kompetisi liga, timnya tetap kepayahan mengejar konsistensi yang ditunjukkan oleh rival abadi mereka.

Al Hilal tampil sangat perkasa di bawah kendali Jorge Jesus kala itu. Mereka mengakhiri kompetisi dengan selisih 14 poin di atas Al-Nassr, sekaligus mengukir rekor kemenangan beruntun di dunia versi Guinness World Records.

Gelontoran dana dari Al Hilal juga tidak kalah fantastis. Klub tersebut menghabiskan dana hampir 400 juta euro demi mengamankan jasa Neymar, Ruben Neves, Sergej Milinkovic-Savic, Malcom, Mitrovic, serta Bono.

Al-Nassr sebenarnya memiliki kesempatan terakhir pada laga final piala domestik. Sayangnya, mereka kembali menelan kekalahan lewat drama adu penalti. Bono tampil sangat impresif di bawah mistar gawang, sementara Ronaldo terpaksa menyudahi musim dengan tetesan air mata kekecewaan.

Tetap Tajam di Tengah Kegagalan Tim

Ketika memasuki musim berikutnya, aura optimisme kembali merebak di kubu internal Al-Nassr.

Mereka melihat celah dan peluang baru setelah Al Hilal mulai membatasi aktivitas belanja pemain bintang.

Klub berjuluk Faris Najd ini lalu mendatangkan Bento guna memperkokoh sektor pertahanan.

Pada jendela transfer Januari, manajemen juga tidak ragu mengeluarkan dana sebesar 77 juta euro untuk memboyong Jhon Duran.

Nahas, performa kolektif tim justru merosot ketika Stefano Pioli ditunjuk mengisi kursi kepelatihan.

Al-Nassr kedodoran dalam menjaga konsistensi permainan hingga akhirnya harus puas finis di urutan ketiga, tertinggal lebih dari 10 angka dari Al Ittihad.

Tamparan keras lain terjadi di panggung Liga Champions Asia. Langkah mereka terhenti secara mengejutkan oleh Kawasaki Frontale pada babak semifinal, walaupun Ronaldo tetap tampil produktif dengan mengemas 25 gol di sepanjang turnamen.

Penantian Berakhir dan Janji yang Terpenuhi

Meski sempat dihantam beraneka ragam persoalan, Al-Nassr secara bertahap berhasil menemukan bentuk stabilitas terbaiknya bersama Jorge Jesus.

Kebijakan transfer yang jauh lebih cermat membantu mereka tetap bertahan di zona papan atas sepanjang musim.

Kolektivitas tim juga terbukti tetap solid sewaktu Ronaldo terpaksa absen selama beberapa pekan akibat dibekap cedera.

Pada akhirnya, segala bentuk kerja keras seluruh elemen tim membuahkan hasil manis pada laga pamungkas liga.

"Ketika saya menerima undangan dari CEO Al-Nassr Jose Semedo dan Cris (Cristiano Ronaldo), saya hanya menerima tantangan ini untuk membantu Cris meraih gelar di Arab Saud. Itulah tujuan saya," ujar Jorge Jesus sebelum pertandingan terakhir.

Dan janji tersebut kini telah lunas terbayar. Al-Nassr mengunci status juara setelah menumbangkan Damac dengan skor telak 4-1 pada pekan terakhir, Jumat (22/5/2026) dini hari tadi.

Ronaldo kembali membuktikan kapasitasnya sebagai sosok pembeda lewat sumbangan dua gol pada laga malam itu.

Usai melewati periode tiga tahun yang sarat akan tekanan, kritikan, serta beban ekspektasi tinggi, ia akhirnya berhasil mengangkat trofi perdana bersama Al-Nassr.

Â