Rizki Juniansyah Hingga Janice Tjen Dapat Penghargaan The Game Changer dari KOI

KOI mengadakan The Game Changer Award untuk atlet, pelatih hingga insan olahraga yang telah berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Siapa saja pemenangnya?

OlehThomas
Diterbitkan 10 Mei 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) memberikan penghargaan The Game Changer Award kepada insan olahraga berprestasi pada Opening Ceremony Rapat Anggota NOC Indonesia yang digelar di Ballroom Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/5/2026). Rizky Juniansyah hingga Janice Tjen menjadi atlet yang berhasil mendapatkan penghargaan.

The Game Changer Award baru pertama kali diadakan KOI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dan dampak signifikan dalam mendorong kemajuan serta prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.

Ada 10 kategori penghargaan yang diberikan di The Game Changer Award. Mulai dari i Best Combat Sports Athlete, Best Game Sports Athlete, Best Precision Sports Athlete, Best Measurable Sports Athlete, Best Coach, The Rising Star, Best of the Best, Best Sport Team, Best National Federation, sampai Lifetime Achievement.

Pemilihan penerima penghargaan dilakukan oleh tim panelis independen, terdiri dari unsur NOC Indonesia dan jurnalis senior, di antaranya Krisna Bayu dan Richard Sam Bera. Tim panelis ini sudah bekerja sejak Februari 2026

Atlet yang dipilih berdasarkan prestasi di ajang multievent, kualitas performa dan kontribusi, serta implementasi nilai-nilai Olympism—excellence, friendship, dan respect—serta aspek tata kelola dan integritas untuk kategori pelatih dan federasi.

Para Pemenang Penghargaan

Safira Dwi Meilanie dinobatkan sebagai Atlet Terbaik Bela Diri, sementara Janice Tjen meraih Atlet Terbaik Olahraga Permainan yang diwakili oleh kedua orang tuanya. Untuk kategori olahraga akurasi, penghargaan diberikan kepada Diananda Choirunisa, sedangkan kategori olahraga terukur diraih oleh Martina Ayu Pratiwi.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak hanya berfokus pada capaian prestasi, tetapi juga pada peran transformasional para penerima dalam membangun ekosistem olahraga nasional. “The Game Changer Award adalah bentuk penghormatan kami kepada mereka yang telah memberikan dampak nyata bagi olahraga Indonesia.

“Ini bukan hanya tentang medali, tetapi tentang dedikasi, konsistensi, dan keberanian untuk mengubah keadaan,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

Di sektor kepelatihan, penghargaan Pelatih Terbaik diberikan kepada Muhammad Dhaarma Raj, pelatih Timnas Hoki. Sementara itu, Basral Graito Utomo dinobatkan sebagai pemenang The Rising Star. Penghargaan tertinggi Best of the Best diberikan kepada Rizki Juniansyah atas prestasi dan rekor luar biasa yang dicetak atas namanya, serta kontribusinya bagi prestasi Indonesia.

Rizki Juniansyah sebagai penerima Best of the Best menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk terus berprestasi. “Penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Rizki.

Apresiasi Menpora

Pada kategori tim, Tim Futsal Putra Indonesia dinobatkan sebagai Tim Terbaik, sementara PB PABSI meraih penghargaan sebagai Federasi Nasional Terbaik. Penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada almarhum Bob Hasan atas dedikasinya terhadap olahraga nasional.

“Saya mengapresiasi KOI yang memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh olahraga dan para atlet. Karena mereka adalah ujung tombak ketika bendera Merah Putih bisa dikibarkan di dunia. Namun prestasi tidak mungkin tercapai tanpa dukungan para pembina,” ujar Erick Thohir.

Dalam kesempatan yang sama, President of United Through Sports (UTS) sekaligus ⁠⁠President of the Alliance of Independent Members of Sport (AIMS) dan ⁠⁠Executive Council Member, SportAccord, Stephan Fox juga memberikan penghargaan khusus Order of Merit kepada IOC Member dari Indonesia yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari atas kontribusi mereka dalam memajukan olahraga serta mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan non-diskriminasi.

“Hari ini kami sangat senang dapat memberikan United Sports Special Award kepada IOC Member dan Menteri Olahraga Erick Thohir serta kepada Presiden NOC, Okto, atas upaya dan kontribusi luar biasa yang mereka berikan bagi dunia olahraga. Baik di tingkat nasional maupun internasional, dalam mempromosikan inklusi, kesetaraan, dan non-diskriminasi dalam olahraga, memajukan olahraga untuk semua, serta benar-benar memberikan dampak kembali kepada masyarakat melalui olahraga. Kami sangat menghargai upaya mereka dan berharap dapat terus melanjutkan kerja sama ini,” ucap Stephan Fox.