Hadirkan Jamarr Johnson, KOI Perkuat Program Student Athlete Demi Atlet Berdaya Saing Global

Jamarr Johnson merupakan pebasket keturunan Amerika Serikat yang sudah dinaturalisasi oleh Indonesia. Dia membagikan pengalamannya di kantor KOI.

OlehThomas
Diterbitkan 10 Juni 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan atlet yang tidak hanya berprestasi di arena olahraga, tetapi juga unggul dalam pendidikan dan memiliki wawasan global. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan Program Student-Athlete yang mengintegrasikan pembinaan olahraga, pendidikan, penguatan karakter, serta pengalaman internasional.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, NOC Indonesia menggelar forum bertajuk "From Indonesia to the World Stage: A Student-Athlete Journey with Jamarr Johnson" di Jakarta, Senin (9/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan mantan atlet profesional internasional Jamarr Johnson dan Olympian Indonesia Akbar Nasution untuk berbagi pengalaman kepada atlet-atlet muda Tanah Air.

Forum yang digelar bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat itu menjadi salah satu platform strategis dalam Program Student-Athlete NOC Indonesia. Melalui kegiatan ini, para atlet muda mendapat kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan.

Wakil Ketua Umum Komite Eksekutif NOC Indonesia, Ismail Ning, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan pembinaan atlet masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.

"Program Student-Athlete NOC Indonesia hadir untuk memastikan bahwa atlet tidak hanya unggul secara performa, tetapi juga memiliki kesiapan akademik, karakter, dan perspektif global. Harapan kami, para atlet muda Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga dari perjalanan senior mereka," ujar Ismail Ning.

Menurut dia, pendekatan tersebut sejalan dengan visi NOC Indonesia dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.

"Tujuan kami adalah berbagi pengalaman dari para atlet-atlet sukses. Kita akan mendengar langsung dari Jamarr Johnson dan Akbar Nasution mengenai bagaimana proses mereka menempa dan membentuk diri hingga mampu tampil dan berbicara di panggung dunia," lanjutnya.

Pengalaman Internasional Jadi Modal Penting

Dalam kesempatan yang sama, Jamarr Johnson menyoroti pentingnya pengalaman internasional dalam membentuk mentalitas dan kesiapan atlet menghadapi persaingan global.

Mantan pebasket Tim Indonesia yang memiliki darah keturunan New Jersey, Amerika Serikat, itu menegaskan bahwa perjalanan seorang student-athlete tidak hanya ditentukan oleh bakat semata, tetapi juga konsistensi dan kemauan untuk terus berkembang.

"Perjalanan sebagai atlet bukan hanya soal bakat, tetapi tentang konsistensi, kerja keras, dan kemampuan untuk bangkit dari masa sulit. Saya menempuh pendidikan di sini sebagai langkah untuk membuka peluang ke luar negeri," kata Jamarr.

Ia menilai atlet Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional apabila mampu memanfaatkan peluang yang tersedia.

"Saya percaya atlet Indonesia memiliki kemampuan besar untuk berkembang dan bersaing di luar negeri. Kesempatan itu sudah ada, tinggal bagaimana kita berani mengambilnya dan memaksimalkan potensi yang dimiliki," ujarnya.

Jamarr juga mengingatkan pentingnya disiplin dan kebiasaan positif dalam mengejar cita-cita sebagai atlet profesional.

"Atlet muda Indonesia harus percaya diri, tetapi juga harus siap bekerja keras dan membangun kebiasaan yang baik dan benar. Passion bisa menjadi profesi jika dijalani dengan disiplin dan kemauan untuk terus belajar," tambahnya.

Pendidikan Jadi Fondasi Atlet Masa Depan

Sementara itu, Olympian Indonesia Akbar Nasution menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam perjalanan karier seorang atlet.

Menurut Akbar, pengalaman tampil di level kompetisi tertinggi dunia mengajarkan bahwa prestasi tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani secara konsisten.

"Membawa nama Indonesia di level internasional adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Prestasi tidak dibangun dalam semalam, tetapi dari rutinitas harian, disiplin, dan mentalitas jangka panjang," ujar Akbar.

Ia menambahkan, konsep student-athlete menjadi investasi penting untuk memastikan atlet memiliki bekal yang cukup ketika masa karier olahraga mereka berakhir.

"Melalui konsep student-athlete, kita memastikan bahwa atlet memiliki bekal tidak hanya untuk berprestasi, tetapi juga untuk kehidupan setelah karier olahraga. Inilah investasi jangka panjang bagi masa depan atlet dan bangsa," kata Akbar.

Melalui program ini, NOC Indonesia berharap dapat melahirkan generasi atlet yang tidak hanya mampu mengharumkan nama bangsa di panggung internasional, tetapi juga siap menghadapi tantangan kehidupan dengan bekal pendidikan, karakter kuat, dan perspektif global.