Iran Kenakan Pin "168" di Meksiko, Kenang Korban Serangan Rudal Minab

Timnas Iran tiba di Meksiko untuk Piala Dunia 2026 dengan pin "168", mengenang 168 korban serangan rudal di Minab, Iran, yang menewaskan anak-anak.

OlehThomas
Diterbitkan 10 Juni 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim Nasional Iran tiba di Tijuana, Meksiko, pada Minggu, 7 Juni 2026, menjelang Piala Dunia 2026, mengenakan pin emas bertuliskan "#168" di kerah jaket mereka. Gestur ini menjadi pesan politik dan penghormatan bagi para korban serangan rudal yang terjadi di Minab, Iran.

Pin "168" secara spesifik merujuk pada 168 korban, sebagian besar anak-anak, yang tewas dalam serangan rudal pada 28 Februari 2026. Insiden tragis tersebut menargetkan Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan.

"Ini adalah rujukan langsung dan dilakukan untuk mengenang 168 anak perempuan yang tewas dalam pemboman Amerika di sekolah Minab pada 28 Februari," demikian penjelasan mengenai simbol tersebut. Serangan ini terjadi pada hari pertama perang antara Amerika Serikat dan Iran pada tahun 2026.

Tragedi Serangan Rudal di Minab

Serangan rudal pada 28 Februari 2026 menghancurkan Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Provinsi Hormozgan, Iran selatan. Peristiwa ini menewaskan 156 warga sipil, termasuk 120 anak sekolah, menjadikannya serangan paling mematikan dalam hal korban sipil dalam perang yang sedang berlangsung hingga 15 Maret 2026. Beberapa sumber lain melaporkan jumlah korban tewas mencapai 175 hingga 180 orang, sebagian besar anak-anak.

Beberapa investigasi independen menyimpulkan Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, baik Amerika Serikat maupun Israel belum secara terbuka mengakui tanggung jawab, dengan militer AS menyatakan tidak akan sengaja menargetkan warga sipil dan sedang menyelidiki insiden itu. Pada 17 Maret 2026, AS bahkan mengakui kesalahan target yang diduga akibat penggunaan data intelijen usang, di mana bangunan sekolah tersebut pernah menjadi bagian dari kompleks militer Iran di masa lalu.

Pemerintah Iran, UNESCO, dan organisasi hak asasi manusia internasional lainnya mengutuk serangan ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei Teheran, menegaskan bahwa Iran "tidak akan melupakan maupun memaafkan" kekejian AS tersebut.

Pesan Politik dan Batasan FIFA

Penggunaan pin ini bukan kali pertama Timnas Iran menunjukkan solidaritas. Sebelumnya, pada Maret, tim tersebut juga menampilkan tas sekolah berwarna merah muda dan ungu saat lagu kebangsaan di Turki, sebagai bentuk penghormatan kepada korban yang sama.

FIFA memiliki peraturan ketat yang melarang penggunaan slogan, pernyataan, atau gambar politik, agama, atau pribadi pada perlengkapan tim, dengan potensi sanksi bagi pemain atau tim yang melanggar. Namun, mengenakan pin saat bepergian di luar pertandingan dianggap berada dalam "area abu-abu" peraturan FIFA.

Menyikapi hal ini, penyelenggara Piala Dunia 2026 telah meningkatkan pengamanan terhadap tim Iran dan membatasi aktivitas publik mereka guna menghindari potensi gejolak lebih lanjut.

Perjalanan Tim Melli Menuju Piala Dunia 2026

Timnas Iran awalnya dijadwalkan bermarkas di Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Namun, rencana tersebut diubah ke Meksiko karena masalah visa dan hubungan yang memburuk dengan AS.

Partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 sempat dibayangi ketidakpastian setelah serangan koalisi Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan Ali Khamenei, pemimpin agung Iran, serta beberapa petinggi militer. Iran bahkan sempat menyatakan akan batal ikut Piala Dunia 2026.

Pemerintah Iran memastikan tim akan tetap berpartisipasi, dan FIFA juga menegaskan Iran akan bermain di Amerika Serikat. Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) telah mengajukan sejumlah syarat kepada FIFA dan negara tuan rumah, termasuk jaminan visa tanpa hambatan bagi seluruh pemain dan staf, terutama mereka yang pernah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Islam.

Acara pelepasan Timnas Iran berlangsung meriah di Lapangan Enghelab, Teheran, pada 13 Mei 2026, dihadiri ribuan warga yang mengibarkan bendera dan menyanyikan yel-yel penyemangat. Dalam acara tersebut, para pemain mengenakan seragam merah dan hitam, menyampaikan pernyataan patriotik, dan meluncurkan seragam baru Tim Melli. Slogan-slogan bernada anti-Amerika dan anti-Israel juga bergema, mencerminkan sentimen politik yang kuat di Iran.

Sebelum bertolak ke Amerika Serikat, Timnas Iran dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di kamp Antalya, Turki.