Apakah Jerman 7-1 Curacao Jadi Rekor Skor Terbesar di Piala Dunia?

Pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 dibuka dengan hasil Jerman 7-1 Curacao.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pekan pertama pertandingan fase penyisihan grup Piala Dunia 2026 menghasilkan Jerman 7-1 Curacao. Hasil tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai kemungkinan skor terbesar yang hadir dalam pentas bola dunia terbesar empat tahunan.

Jerman secara luar biasa mampu meraih kemenangan fantastis saat menghadapi tim debutan Piala Dunia, Curacao dalam laga pertama Grup E Piala Dunia 2026. Der Panzer menang 7-1 di Houston Stadium, Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Kemenangan Jerman ini cukup menjadi sorotan mengingat Curacao sebenarnya sempat memberikan perlawanan pada awal babak pertama. Setidaknya sampai 37 menit, di mana mereka menahan Der Panzer dengan kedudukan 1-1 lewat gol Felix Nmecha (6') dan Livano Comenencia (21').

Namun petaka menghampiri setelah Nico Schlotterbeck mencetak gol di menit ke-38. Jerman mencetak lima gol lagi secara beruntun, dengan rincian oleh Kai Havertz (45+5'penalti, 88'), Jamal Musiala (47'), Nathaniel Brown (68'), dan Deniz Undav (78').

Skor Terbesar Piala Dunia?

Hasil 7-1 ini menandakan terdapat perbedaan kualitas yang sangat signifikan di antara kedua tim. Skor itu juga menimbulkan tanda tanya besar apakah jadi hasil terbesar yang ada sepanjang sejarah Piala Dunia.

Jawabannya tidak. Kemenangan 7-1 Jerman atas Curacao hanya termasuk salah satu skor besar di Piala Dunia, tapi bukan yang terbesar. Pertandingan yang memegang rekor tersebut adalah duel Hungaria vs Salvador di Piala Dunia 1982 yang berakhir dengan skor 10-1. 

Selain itu, ada juga duel Hungaria 9-0 Korea Selatan (1954), lalu Yugoslavia 9-0 Zaire (1974), dan Jerman 8-0 Arab Saudi (2002), serta kekalahan memalukan Brasil 1-7 dari Jerman di semifinal Piala Dunia 2014.

Namun, berdasarkan data Opta, hasil ini menjadi salah satu kekalahan terbesar yang dialami tim negara debutan Piala Dunia. Selisih enam gol dalam skor 1-7 adalah yang terbesar bagi tim pendatang baru sejak Korea Selatan kalah 0-9 dari Hungaria pada Piala Dunia 1954.

Bukan Aib

Meski begitu, Pelatih Curacao Dick Advocaat menolak menganggap pertandingan dan kekalahan ini sebagai aib negara di Piala Dunia. Ia mengaku tetap bangga dengan keberhasilan timnya menorehkan sejarah besar. 

"Ini bukan aib. Saya pikir kita masih bisa bangga. Ini terkait dengan kegembiraan orang-orang di Curacao," ucap Dick Advocaat, dipetik dari ESPN.

"Mungkin ini karena usia saya, tetapi inilah saat emosi muncul ke permukaan. Saya sebenarnya tidak menyukainya. Tapi kegembiraan orang-orang sangat luar biasa," tambah sosok berusia 78 tahun, pelatih tertua di Piala Dunia 2026.

 

Sejarah Baru

Pernyataan serupa diungkap oleh winger Curacao, Kenji Gorre. Ia menyebut timnya telah mencatatkan sejarah baru, apalagi dengan adanya gol yang dicetak Comenencia. Di sisi lain, ia tak mampu menyembunyikan kekecewaannya karena kalah 1-7.

"Gol itu benar-benar fantastis bagi kita semua, juga bagi bangsa. Ini adalah sejarah baru yang tercipta. Gol pertama yang pernah dicetak di panggung dunia, sungguh fenomenal dan kami semua bersyukur bisa berada di sini untuk mengalaminya (bersama) semua orang di stadion," kata Kenji Gorre.

"Perasaan campur aduk, di satu sisi Anda berpikir, 'Wow, kita telah membuat sejarah dengan datang ke Piala Dunia. Di sisi lain, rasanya seperti, 'Wah, kami berharap bisa mendapatkan beberapa poin.' Tapi kami bermain melawan tim terbaik dunia dan tim terbaik dunia menghukum Anda di setiap kesempatan yang mereka bisa, dan Anda lihat mereka menghukum kami tujuh kali karena kesalahan yang kami buat," imbuh dia.