Terseret Kontroversi, Pemain Iran Jelaskan Makna Selebrasi Gol di Piala Dunia 2026

Perayaan gol yang dicetak oleh Mohammad Mohebi dan Ramin Rezaeian di Piala Dunia 2026 menarik perhatian.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setelah terjadinya kontroversi akibat selebrasi golnya dalam pertandingan antara Timnas Iran dan Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Mohammad Mohebi akhirnya memberikan penjelasan. Gestur yang ia tunjukkan setelah mencetak gol penyama kedudukan bagi timnya menjadi sorotan publik.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) di Stadion Los Angeles, California, Iran berhasil bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru. Mohebi sukses mencetak gol kedua bagi Iran yang membuat kedudukan menjadi seimbang kembali.

Pemain yang berposisi sebagai penyerang FC Rostov di Premier League Rusia ini menarik perhatian banyak orang setelah ia merayakan gol dengan mengacungkan dua jarinya. Dalam rekaman pertandingan, terlihat jelas bahwa gestur tersebut awalnya diarahkan ke bawah sebelum kemudian diangkat ke atas.

Seperti yang dilaporkan oleh The Express, beberapa suporter meminta agar FIFA melakukan peninjauan lebih lanjut terkait selebrasi yang dilakukan oleh Mohebi. Permintaan ini menunjukkan betapa besarnya perhatian publik terhadap tindakan yang dianggap kontroversial tersebut.

Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026

Gestur yang ditunjukkan oleh Mohebi dianggap sangat sensitif, terutama karena hal ini terjadi di tengah perhatian publik terhadap partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat. Kontroversi ini sebenarnya sudah mulai mencuat bahkan sebelum pertandingan dimulai, dengan berbagai aksi protes yang terjadi di luar stadion.

Sementara itu, saat lagu kebangsaan Iran diputar, penonton memberikan reaksi yang beragam, mulai dari sorakan, siulan, hingga tepuk tangan. Di dalam stadion, terlihat banyak bendera yang menampilkan lambang "Singa dan Matahari", yang merupakan simbol dari era sebelum terjadinya Revolusi Iran.

Kehadiran bendera tersebut menarik perhatian banyak orang, mengingat FIFA sebelumnya telah memenangkan gugatan yang melarang penggunaan simbol ini selama berlangsungnya turnamen.

Penjelasan Mohebi

Di tengah berbagai kritik yang muncul, Mohebi menegaskan bahwa tidak ada makna khusus di balik selebrasinya. "Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh suporter Iran yang datang ke Los Angeles. Mereka menciptakan atmosfer yang luar biasa dalam pertandingan ini," ungkap Mohebi seperti yang dilaporkan oleh The Mirror.

Mohebi menjelaskan bahwa selebrasi tersebut terjadi secara spontan saat pertandingan berlangsung. "Selebrasi itu muncul begitu saja saat momen pertandingan berlangsung. Saya melakukannya seperti ini," katanya sambil menunjukkan gerakan tangannya.

"Saya hanya ingin melakukannya untuk para suporter. Itu hanya selebrasi, tidak lebih dari itu," tegasnya.

Pernyataan Politik

Di sisi lain, Ramin Rezaeian, rekan setimnya, juga menarik perhatian publik berkat selebrasi yang ia lakukan setelah mencetak gol pertama untuk Iran pada menit ke-32. Pemain berusia 36 tahun ini menarik jersey-nya hingga menutupi wajahnya setelah berhasil membobol gawang Selandia Baru.

Berbeda dengan Mohebi, Rezaeian secara terbuka mengakui bahwa selebrasinya memiliki makna politik. "Itu memang sesuatu yang bersifat politik," ungkap Rezaeian.

"Saya tidak ingin membahasnya. Kami berada di sini untuk menjawab pertanyaan tentang sepak bola. Jika ada masalah di antara kami, rakyat Iran, itu adalah urusan kami sendiri," lanjutnya.

Hasil imbang melawan Selandia Baru memberikan Iran satu poin di Grup G. Pada pertandingan selanjutnya, Iran akan berhadapan dengan Belgia pada 21 Juni, sebelum melawan Mesir lima hari setelahnya.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)