Gejolak Liverpool Memanas, Mohamed Salah Terlalu Egois

Liverpool dipaksa menyerah dengan skor 2-4 pada pekan ke-37 Liga Inggris 2025/2026, hasil yang semakin menambah tekanan terhadap tim jelang akhir musim.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 23:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan Liverpool saat menghadapi Aston Villa membuat suasana di sekitar Anfield memanas. The Reds dipaksa menyerah dengan skor 2-4 pada pekan ke-37 Liga Inggris 2025/2026, hasil yang semakin menambah tekanan terhadap tim jelang akhir musim.

Mohamed Salah menjadi salah satu pemain yang tampak paling terpukul usai pertandingan itu. Penyerang timnas Mesir tersebut kemudian mencurahkan perasaannya melalui media sosial dan justru memicu polemik baru di kalangan publik sepak bola.

Postingan Salah segera menarik perhatian karena dianggap sebagai sindiran terselubung kepada pelatih Arne Slot. Situasi tersebut membuat spekulasi mengenai kondisi internal ruang ganti Liverpool kembali ramai diperbincangkan.

Jamie Carragher termasuk sosok yang paling vokal mengkritik tindakan sang pemain. Eks bek Liverpool itu bahkan kembali menuding Salah sebagai pemain yang terlalu egois dan lebih memikirkan dirinya sendiri.

Curhatan Mohamed Salah Jadi Sorotan

Mohamed Salah secara terbuka menunjukkan rasa frustrasinya setelah Liverpool dipermalukan Aston Villa. Ia mengunggah pernyataan panjang di akun media sosial pribadinya yang langsung menjadi bahan diskusi para penggemar.

Dalam unggahan tersebut, Salah menyoroti identitas permainan Liverpool yang dinilainya mulai menghilang. Ia juga menyampaikan harapan agar The Reds kembali memainkan sepak bola agresif ala “heavy metal” seperti pada era Jurgen Klopp.

Komentar itu pun dianggap banyak pihak sebagai kritik tersirat terhadap gaya permainan Arne Slot musim ini. Tidak sedikit yang menilai Salah sedang mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap perkembangan tim di bawah pelatih baru.

“Saya telah menyaksikan klub ini berubah dari peragu menjadi percaya, dan dari percaya menjadi juara. Itu membutuhkan kerja keras, dan saya selalu melakukan semua yang saya bisa untuk membantu klub mencapai tujuan itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga dari itu. Kekalahan telak kami musim ini sangat menyakitkan dan bukan yang pantas diterima penggemar kami. Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi," tulis Salah.

Carragher Sindir Salah Lagi

Jamie Carragher mengaku tidak heran dengan aksi Mohamed Salah tersebut. Menurutnya, winger Liverpool itu memang kerap menciptakan kontroversi ketika musim memasuki fase-fase krusial.

Dalam pernyataannya kepada Sky Sports, Carragher bahkan menyamakan situasi ini dengan Cristiano Ronaldo saat meninggalkan Manchester United pada 2022. Ia merasa Salah sengaja memunculkan drama baru ketika Liverpool sedang berada dalam tekanan besar.

Carragher menegaskan bahwa fokus utama klub seharusnya tetap tertuju pada perjuangan tim hingga akhir musim. Ia menyayangkan perhatian publik justru teralihkan oleh komentar Salah di media sosial.

“Saya tidak terkejut. Saya sudah bilang ke semua orang, sesuatu yang lain akan terjadi sebelum akhir musim. Ia akan menjatuhkan bom lain, sedikit seperti yang dilakukan Ronaldo saat meninggalkan Manchester United. Saya pikir itu mungkin akan terjadi setelah akhir musim ketika ia pindah, tetapi tidak," kata Carragher.

"Kurang dari dua tahun yang lalu, saya menyebutnya egois karena melakukan wawancara, dan saya pikir itu masih berlaku lagi. Liverpool memiliki minggu yang sangat penting. Mereka masih belum sepenuhnya lolos ke Liga Champions, dan ini seharusnya tentang Liverpool FC, bukan Salah FC," lanjut legenda The Reds tersebut.

Klasemen Liga Inggris 2025/2026