PSG Ajukan Tawaran Rekrut Zion Suzuki, Ada Dilema Peminjaman ke Juventus

Paris Saint-Germain mengajukan tawaran untuk merekrut kiper timnas Jepang Zion Suzuki dari Parma. Negosiasi masih berjalan, dengan opsi peminjaman ke Juventus.

OlehThomas
Diterbitkan 10 Agustus 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Paris Saint-Germain (PSG) tengah aktif dalam negosiasi untuk mendatangkan Zion Suzuki, penjaga gawang tim nasional Jepang yang saat ini bermain untuk Parma. Klub raksasa Prancis ini telah mengajukan tawaran resmi, namun terdapat diskusi penting mengenai masa depan sang kiper: apakah ia akan langsung memperkuat PSG atau dipinjamkan ke Juventus.

Minat terhadap kiper berusia 23 tahun ini tidak hanya datang dari PSG. Juventus, klub Serie A lainnya, juga telah lama menunjukkan ketertarikan pada Suzuki sebagai solusi jangka panjang untuk posisi di bawah mistar gawang mereka. Fabrizio Romano, seorang pakar transfer, melaporkan pada 27 Juli bahwa kedua klub besar Eropa tersebut sedang dalam pembicaraan dengan Parma terkait transfer Suzuki.

Dalam proses negosiasi, Parma sempat menolak tawaran awal dari PSG yang bernilai €28 juta ditambah bonus €5 juta. Namun, PSG kemudian dilaporkan mengajukan tawaran yang meningkat menjadi sekitar €33 juta, setara dengan sekitar $38 juta. Laporan terkini menyebutkan bahwa proposal PSG telah mencapai €35 juta, termasuk bonus, dan negosiasi antara klub-klub masih terus berlangsung.

Strategi Jangka Panjang PSG dan Opsi Peminjaman

PSG melihat Zion Suzuki sebagai investasi prospektif untuk masa depan, bukan sebagai penjaga gawang utama yang dijamin posisinya secara langsung. Raksasa Prancis itu belum mengambil keputusan final mengenai status Suzuki setelah rekrutmen.

Ada kemungkinan besar Suzuki akan dipinjamkan ke Juventus untuk musim pertamanya, terutama jika Lucas Chevalier tetap bertahan di skuad PSG. Beberapa sumber terkemuka, termasuk L'Equipe, Sky Sport Italia, Fabrizio Romano, dan Sportitalia, meyakini bahwa Suzuki akan bergabung dengan PSG tetapi tidak akan langsung bermain untuk klub tersebut pada musim pertamanya.

Ide peminjaman Suzuki ke Juventus ini bahkan muncul di tengah negosiasi terpisah antara kedua klub terkait transfer Randal Kolo Muani. PSG berencana mengakuisisi Suzuki untuk jangka panjang, namun pertimbangan kehadiran Chevalier membuat opsi peminjaman dianggap lebih menguntungkan bagi semua pihak.

Daya Tarik Zion Suzuki di Mata Raksasa Prancis

Minat PSG terhadap Zion Suzuki didasari beberapa faktor strategis. Setelah kepergian Lee Kang-in, klub mencari pemain yang dapat membantu mempertahankan dan memperkuat kehadiran pemasaran mereka di pasar Asia.

Selain itu, kemampuan Suzuki dianggap sangat cocok dengan sistem permainan berbasis penguasaan bola yang diterapkan pelatih Luis Enrique. Ketenangannya dalam menguasai bola dan kemampuannya berfungsi sebagai "pemain lapangan ke-11" menjadikannya aset berharga. PSG juga menginginkan persaingan yang lebih kuat di posisi penjaga gawang dan tidak puas hanya mengandalkan Matvei Safonov.

Pada usianya yang ke-23 tahun, Suzuki memadukan kemampuan menahan tembakan yang solid dengan distribusi bola yang sangat baik. Kombinasi ini menempatkannya sebagai solusi jangka panjang yang potensial untuk posisi penjaga gawang di Parc des Princes.

Performa Impresif dan Minat Juventus

Zion Suzuki telah menunjukkan perkembangan pesat sejak bergabung dengan Parma di Serie A, berkontribusi signifikan dalam membantu klub tersebut menghindari degradasi. Selama musim lalu di Serie A, ia mencatatkan rata-rata 3,3 penyelamatan per pertandingan dengan persentase penyelamatan di atas 70 persen.

Penjaga gawang ini juga menjadi starter untuk timnas Jepang di Piala Dunia FIFA 2026, di mana ia membantu timnya melaju dari babak grup. Penampilan menonjolnya termasuk beberapa penyelamatan penting saat melawan Brasil di babak 16 besar. Secara keseluruhan, Suzuki berhasil menjaga lima clean sheet dan kebobolan 28 gol dalam 20 pertandingan Serie A untuk Parma.

Di sisi lain, Juventus tetap mempertahankan minatnya terhadap Suzuki, meskipun pelatih Luciano Spalletti mengakui bahwa harga sang kiper dianggap terlalu tinggi. Jika kesepakatan dengan Suzuki tidak terwujud, Juventus memiliki alternatif lain, yakni kiper Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, yang dihargai sekitar €15 juta.