Iran Pastikan Ikut Piala Dunia 2026, Ajukan 10 Syarat Jaminan ke FIFA dan Tuan Rumah

FFIRI mengonfirmasi partisipasi timnas putra di Piala Dunia 2026. Iran meminta FIFA dan tuan rumah jamin visa, keamanan, dan penghormatan budaya.

OlehThomas
Diterbitkan 11 Mei 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) secara resmi mengumumkan partisipasi tim nasional putra mereka dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026. Keputusan ini datang setelah Iran berhasil mengamankan posisi teratas di Grup A kualifikasi Konfederasi Sepak Bola Asia. Namun, partisipasi tersebut tidak tanpa syarat, karena FFIRI telah mengajukan serangkaian tuntutan penting kepada FIFA serta tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keikutsertaan Iran di turnamen global tersebut tidak mengabaikan "keyakinan, budaya, dan prinsip-prinsip" mereka yang kuat. Dengan demikian, Iran berupaya menjaga integritas dan identitas nasional mereka di panggung sepak bola internasional yang sangat besar ini. Tuntutan ini mencakup berbagai aspek krusial yang mempengaruhi delegasi Iran selama berada di negara tuan rumah.

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa total sepuluh kondisi telah disampaikan kepada FIFA, menyoroti kekhawatiran mendalam terkait visa, keamanan, penanganan media, dan penghormatan terhadap simbol-simbol nasional. Kondisi-kondisi ini menjadi penentu utama bagi kelangsungan partisipasi Iran, bahkan dengan potensi penarikan diri jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Syarat Ketat dari FFIRI untuk Partisipasi Iran

Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 diwarnai dengan pengajuan sepuluh kondisi krusial kepada FIFA, yang bertujuan untuk melindungi kepentingan dan nilai-nilai delegasi Iran selama turnamen. Kondisi-kondisi ini diajukan langsung oleh Presiden FFIRI, Mehdi Taj, sebagai prasyarat penting bagi keikutsertaan Tim Melli. Tuntutan ini mencakup jaminan visa, peningkatan keamanan, penanganan media yang spesifik, serta penghormatan terhadap simbol-simbol nasional Iran.

Salah satu poin utama adalah jaminan visa bagi seluruh anggota tim dan staf, termasuk mereka yang memiliki latar belakang dinas di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Permintaan ini muncul mengingat Amerika Serikat dan Kanada mengklasifikasikan IRGC sebagai organisasi teroris, yang dapat menimbulkan komplikasi perjalanan. FFIRI ingin memastikan tidak ada diskriminasi terhadap anggota delegasi mereka, termasuk pemain yang telah menyelesaikan wajib militer.

Selain persoalan visa, Iran juga menuntut jaminan bahwa anggota delegasi yang memegang visa sah tidak akan menghadapi interogasi oleh otoritas imigrasi setibanya di Amerika Serikat. Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar, mengingat pengalaman Mehdi Taj sendiri yang sempat ditolak masuk Kanada untuk Kongres FIFA karena dugaan hubungannya dengan IRGC.

Jaminan Visa dan Isu Keamanan Delegasi Iran

Isu visa menjadi sorotan utama dalam tuntutan Iran, khususnya bagi individu yang pernah bertugas di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). FFIRI mendesak FIFA untuk menjamin bahwa semua pemain dan staf, termasuk mereka yang memiliki kaitan dengan IRGC, akan mendapatkan visa tanpa hambatan. Ini merupakan respons terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat dan Kanada yang mengklasifikasikan IRGC sebagai organisasi teroris, berpotensi menghambat masuknya beberapa anggota delegasi.

Kekhawatiran terhadap proses imigrasi semakin diperkuat oleh insiden yang menimpa Presiden FFIRI, Mehdi Taj, yang sempat ditolak masuk ke Kanada menjelang Kongres FIFA bulan lalu. Penolakan tersebut diduga karena keterkaitannya dengan Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC). Oleh karena itu, federasi secara tegas meminta jaminan bahwa tidak ada anggota delegasi Iran yang memegang visa sah akan diinterogasi secara tidak semestinya oleh otoritas imigrasi setibanya di Amerika Serikat.

Di samping masalah visa, aspek keamanan juga menjadi prioritas tinggi bagi Iran. FFIRI menuntut peningkatan langkah-langkah keamanan di berbagai lokasi penting, seperti bandara, hotel, dan rute transportasi menuju stadion. Tuntutan ini didasari oleh kekhawatiran akan potensi protes atau gangguan dari para pembangkang Iran yang tinggal di Amerika Serikat, yang bisa menimbulkan situasi tidak kondusif bagi tim.

Penghormatan Simbol Nasional dan Batasan Media

Penghormatan terhadap simbol-simbol nasional merupakan bagian integral dari tuntutan Iran kepada FIFA dan negara-negara tuan rumah. Federasi menegaskan bahwa lagu kebangsaan Iran harus dihormati sepenuhnya dan diputar tanpa gangguan selama upacara pertandingan. Selain itu, Iran meminta jaminan bahwa hanya bendera resmi Iran yang diizinkan untuk dikibarkan di dalam stadion, menghindari penggunaan simbol lain yang tidak sah.

Dalam hal penanganan media, FFIRI mengajukan permintaan khusus untuk membatasi ruang lingkup pertanyaan selama konferensi pers. Mereka menuntut agar pertanyaan-pertanyaan tersebut secara ketat difokuskan pada isu-isu terkait sepak bola, dan menghindari pembahasan topik politik. Hal ini bertujuan untuk menjaga fokus tim pada kompetisi dan mencegah potensi gangguan atau kontroversi di luar lapangan.

Tuntutan ini juga mencakup aspek non-diskriminasi terhadap seluruh anggota delegasi Iran. FFIRI menekankan pentingnya perlakuan yang setara bagi setiap individu, termasuk pemain yang telah menyelesaikan wajib militer mereka dalam kapasitas resmi. Mereka ingin memastikan bahwa tidak ada anggota tim yang akan menghadapi perlakuan berbeda atau diskriminatif berdasarkan latar belakang atau afiliasi mereka.

Sikap FIFA dan Tantangan dari Negara Tuan Rumah

Menanggapi tuntutan Iran, Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah menegaskan bahwa partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 akan tetap sesuai jadwal. Infantino menyatakan bahwa pertandingan Iran akan berlangsung di Amerika Serikat seperti yang telah direncanakan, menutup spekulasi mengenai kemungkinan perubahan lokasi atau penarikan diri. Ia juga menekankan pentingnya persatuan melalui sepak bola, meskipun mengakui situasi politik yang sensitif.

Namun, meskipun FIFA telah mengonfirmasi partisipasi, masuknya delegasi tim dan personel terkait tetap tunduk pada kebijakan imigrasi negara-negara tuan rumah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan adanya pernyataan dari pejabat Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, misalnya, menyatakan bahwa meskipun pemain Iran akan diizinkan masuk untuk turnamen, staf teknis yang terkait dengan federasi mungkin menghadapi pembatasan karena dugaan hubungan dengan Garda Revolusi.

Pernyataan Rubio ini mengindikasikan adanya potensi gesekan antara jaminan yang diminta Iran dan kebijakan imigrasi negara tuan rumah, khususnya Amerika Serikat. Situasi ini menyoroti kompleksitas penyelenggaraan acara global di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. FIFA dan negara-negara tuan rumah perlu menavigasi isu-isu ini dengan hati-hati untuk memastikan kelancaran turnamen.

Potensi Penarikan Diri dan Jadwal Pertandingan

Federasi Sepak Bola Iran telah memberikan sinyal tegas bahwa jika kondisi-kondisi yang mereka ajukan tidak dipenuhi, tim Iran dapat mempertimbangkan untuk menarik diri dari turnamen, bahkan saat kompetisi sedang berlangsung. Ancaman ini menunjukkan keseriusan Iran dalam memastikan bahwa partisipasi mereka di Piala Dunia 2026 berlangsung dengan jaminan dan penghormatan penuh terhadap prinsip-prinsip mereka.

Terlepas dari ketegangan politik dan tuntutan yang diajukan, Iran telah mempersiapkan diri untuk turnamen tersebut. Iran berada di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Pertandingan pembuka mereka dijadwalkan melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Belgia pada 21 Juni dan Mesir pada 26 Juni.

Sebagai bagian dari persiapan, Iran diperkirakan akan mendirikan kamp pelatihan di Tucson, Amerika Serikat. Lokasi dan jadwal pertandingan ini telah ditetapkan, namun tetap bergantung pada resolusi atas tuntutan yang diajukan oleh FFIRI kepada FIFA dan negara-negara tuan rumah. Situasi ini menambah dinamika menarik menjelang salah satu ajang olahraga terbesar di dunia.