24 Atlet Dunia Datang ke Bali Ikut Red Bull Cliff Diving Seri Pembuka 2026

Red Bull Cliff Diving World Series 2026 dibuka di Nusa Penida, Bali. 24 atlet dunia akan undi giliran loncat tebing dengan permainan khas Indonesia.

OlehThomas
Diterbitkan 22 Mei 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nusa Penida, Bali, menjadi sorotan dunia sebagai tuan rumah seri pembuka Red Bull Cliff Diving World Series 2026. Sebanyak 24 atlet loncat tebing elit dari berbagai negara akan berkompetisi di lokasi ikonik Broken Beach, menghadirkan aksi menegangkan dari ketinggian ekstrem. Keunikan acara ini semakin bertambah dengan integrasi budaya lokal, di mana pengundian giliran loncat tebing dilakukan melalui permainan khas Indonesia yang meriah.

Kompetisi bergengsi ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 20 hingga 23 Mei 2026, dengan putaran utama di Broken Beach pada 21-23 Mei 2026. Ini adalah kali pertama Indonesia mendapat kehormatan menjadi lokasi seri pembuka kejuaraan dunia loncat tebing, menandai babak baru dalam kalender olahraga ekstrem global.

Para atlet akan menunjukkan keahlian mereka dengan terjun bebas dari tebing setinggi 27 meter untuk pria dan 21 meter untuk wanita, hampir tiga kali lipat dari ketinggian platform selam Olimpiade. Acara ini tidak hanya menjanjikan tontonan olahraga yang mendebarkan, tetapi juga mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia.

Undi Giliran Unik dengan Permainan Khas Indonesia

Salah satu momen paling menarik dalam pembukaan Red Bull Cliff Diving World Series 2026 di Nusa Penida adalah prosesi pengundian giliran loncat tebing. Para atlet diperkenalkan pada permainan tradisional khas perayaan kemerdekaan Indonesia, yaitu lomba memasukkan pensil ke dalam botol.

Melalui permainan yang penuh keceriaan ini, atlet asal Prancis, Gary Hunt, dan atlet asal Belanda, Ginni van Katwijk, mendapatkan kesempatan pertama untuk melakukan lompatan pembuka. Pengalaman unik ini disambut antusias oleh para atlet, termasuk Xantheia Pennisi dari Australia, yang mengaku sangat menikmati mencoba permainan tradisional tersebut.

Integrasi budaya ini tidak berhenti di situ. Para atlet juga diajak merangkai canang sari, belajar membatik, hingga berkeliling pasar tradisional untuk mencicipi jajanan khas Bali. Nuansa budaya Bali, mulai dari alunan musik rindik hingga pertunjukan tari barong, akan turut memeriahkan atmosfer pertandingan.

Broken Beach, Panggung Spektakuler Para Penyelam Dunia

Awalnya, seri pembuka ini direncanakan berlangsung di dua lokasi menakjubkan, yaitu Air Terjun Kroya di Buleleng dan Pantai Kelingking (T-Rex Cliff) di Nusa Penida. Namun, karena kondisi cuaca ekstrem seperti banjir di Air Terjun Kroya dan gelombang tinggi di Pantai Kelingking, seluruh putaran kompetisi akhirnya dipusatkan di Broken Beach, Nusa Penida.

Pemindahan lokasi ini dilakukan demi memastikan keselamatan para atlet dan menjaga kualitas kompetisi. Broken Beach dipilih karena keindahan alamnya yang memukau, dengan tebing kapur menjulang tinggi, medan terjal, dan pemandangan Samudra Hindia yang menakjubkan.

Lengkungan batu alam yang dramatis membingkai laguna tenang di Broken Beach menciptakan latar belakang yang sempurna untuk aksi loncat tebing ekstrem. Lokasi ini tidak hanya menantang secara teknis bagi para penyelam, tetapi juga menawarkan visual yang spektakuler bagi penonton dan media global.

Aksi Adrenalin dari Atlet Elit Dunia

Sebanyak 24 atlet loncat tebing elit dunia, terdiri dari 12 pria dan 12 wanita, akan berpartisipasi dalam ajang ini. Mereka akan menunjukkan kemampuan akrobatik luar biasa dengan terjun dari ketinggian yang menantang, mencapai kecepatan hingga 85 kilometer per jam hanya dalam waktu tiga detik.

Beberapa nama besar yang diharapkan bersaing termasuk juara dunia tujuh kali Rhiannan Iffland, penyelam legendaris Gary Hunt, dan pemegang rekor skor tertinggi Constantin Popovici. Para atlet ini akan memperebutkan poin kejuaraan sekaligus kemenangan pertama di musim 2026.

Antusiasme para atlet terhadap lokasi Bali sangat tinggi. Aidan Heslop dari Britania Raya, misalnya, menyatakan kegembiraannya karena Bali dipilih sebagai tuan rumah, mengingat ia pernah berlibur ke Bali namun belum sempat menjajal spot cliff diving di sana.

Dukungan Penuh untuk Pariwisata dan Keamanan

Penyelenggaraan Red Bull Cliff Diving World Series di Bali mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gede Surya Putra, menyatakan harapannya agar acara ini dapat meningkatkan pariwisata alam dan olahraga di Nusa Penida dan Bali secara keseluruhan.

Aspek keamanan juga menjadi prioritas utama. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memberikan dukungan logistik dan keamanan yang komprehensif untuk memastikan kelancaran acara. TNI AL menyiapkan KRI Surabaya, dua helikopter, delapan sekoci karet, empat rigid inflatable boat (RIB), pasukan katak, hingga tim penyelam yang berkolaborasi dengan tim keselamatan Red Bull.

Dukungan penuh dari berbagai pihak ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan event berskala internasional dengan standar tertinggi. Hal ini juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi olahraga ekstrem dan pariwisata budaya yang menarik di mata dunia.